Tuesday, 15 September 2020

Realita Ummat Islam Saat Ini



A.    A. Ummat yang Terbelakang
Sekarang ini kita malu mengatakan diri kita sebgai ummat yang terbaik, sekalipiun dari sisi nilai dan dari sisi konsep kita memang yang terbaik dari ummat-ummat yang lain. Akan tetapi, untuk mengatakan bahwa kita baik dari segala aspek, maka kita malu kepada Allah, malu untuk mengklaim diri kita sebagai ummat yang terbaik sebab keyataannya, sekarang ini kita terbelakang, kita mengalami kemunduran. Kenapa?
a.      Menyuruh kepada kemungkaran
Sekarang ini, bukan lagi amar ma’ruf nahi mungkar tapi yang ada adalah al amru bil mungkar wa an nahyu bil ma’ruf. Yang banyak menyerukan kemungkaran adalah ummat Islam sendiri. Yang behadapan dengan FPI,kelompok liberal, itu adalah ummat Islam.
b.     Mencegah dari kebaikan
Acara-acara di televisi sebagian besar dikendalikan oleh ummat Islam. Mereka mencegah orang dari melakukan kebaikan. Contoh : mengadakan acara-acara yang membuat orang tidak shalat berjama’ah. Kita mensetting jadwal belajar supaya kita tidak shalat berjama’ah. Tidak mengkondisikan seseorang untuk menjalankan kebaikan, membatasi/mempersempit kebaikan itu menjadi subur di kalangan ummat Islam saat ini.
c.      Mengakal-akali/mempolitisir syari’at
Fenomena ummat Islam saat ini adalah suka mengakal-akali/mempolitisir syari’at. Istilah-istilah kemungkaran dirubah namanya supaya tidak nampak bahwa dia adalah sebuah kemungkaran. Misalnya Riba, riba pada hakikatnya adalah bunga
d.     Mengikuti perilaku/pola hidup orang kafir.
Ini banyak terjadi di kalangan ummat Islam. Kalu kita mau membandingkan pola hidup agama lain dengan pola hidup kita, maka sisia apalagi yang membedakan. Rakus terhadap dunia, bahkan kebanyakan ummat Islam lebih rakus terhadap dunia dibandingkan kaum Yahud dan Nasrani, dan ada yang lebih kikir dari meeka. Dengan bermunculannya berbagai aliran-aliran, mudah sekali mereka ikut dengan pemahaman-pemahaman yang baru itu. Ada saudara kita di suatu daerah, gampang sekali menetapkan lebaran selalu lebih awal dari kaum muslimin. Merubah-rubah syari’at dari ru’yatul hilal menjadi ru’yatul bahr (melihat pantai). Jadi fenomena laut yang dilihat bukan fenomena bulan. Sangat mudah sekali ummat kita saat ini terombang-ambing dengan  berbagai millah. Bukan lagi perilaku semata-mata, tetapi sudah sampai kepada ajaran agama, sama dengan Ahmadiyah, Liberal.
Hadits Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam :
Dari Abu Said al Khudry : Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam bersabda : “Sungguh kalian pasti akan mengikuti jejak-jejak/cara-cara orang sebelummu, sejengkal demi sejengkal, sehasta demi sehasta, sehingga kalaupun mereka masuk ke dalam lubang biawak pasti kalian mengikutinya”. Kami (para sahabat) bertanya : “Wahai Rasulullah, apakah mereka itu orang Yahudi dan Nasranoi?” Jawab Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Sallam: “Siapa lagi kalau bukan mereka?” (HR. Bukhari dan Muslim).

Apa yang digambarkan dalam hadits di atas akan terjadi di suatu zaman. Dan mungkin saja zaman yang dimaksud itu adalah sekarang.
Ini kenyataan ummat kita sekarang ini, berpakaian, sampai pola hidupnya sudah naudzubillah. Jadi memang Nabi telah mensinyalir beberapa abad sebelumnya bahwa akan terjadi hal seperti ini. Termasuk senang dengan dunia, sudah merasa puas dengan dunia dan meninggalkan jihad. Ini juga diperingatkan oleh Nabi dalam hadits ini.
e.      Meninggalkan jihad fi sabilillah
Salah satu sebab Islam dihinakan oleh golongan di luar Islam keran meninggalkan jihad fi Sabilillah.
Hadits Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam
√Āpabila kalian sudah berjual beli dengan jual beli ‘inah, mengikuti ekor-ekor sapi, dan senang dengan pertanian serta meninggalkan jihad fi sabilillah maka Allah Subhanahu wa Ta’ala memasukkan kalian ke dalam kehinaan. Dia tidak mengangkatnya sampai kalian kembali kepada Diin kalian.” (HR. Abu Daud, Imam Ashmad, At Tabrani dan al Baihaqi, Hadits Hasan Shahih)
Penjelasan Hadits
1.     Jual beli ‘Inah
Yang dimaksud dengan jual beli inah dalam hadits di atas adalah jual beli yang pada  dasarnya adalah pinjam meminjam yang di dalamnya terdapat riba. Misalnya, si A mempunyai motor, harganya 10 juta. Lalu ada si B yang sebenarnya membutuhkan uang, namun membeli motor milik si A dengan perjanjian 2 bulan kemudian baru akan dibayar. Ternyata si B menjual kembali motor tersebut kepada si A seharga 8 juta sebelum 2 bulan. Berarti si B meminjam atau berutang 2 juta kepada si A. Ini adalah model jual beli ‘inah. Jadi artinya mempolitisir sesuatu yang riba menjadi sesuatu yang halal. Hati-hati juga dalam realisasi murabahah (cicil mencicil). Biasanya, cicil-mencicil adalah bentuk jual beli yang harganya berbeda dengan harga cas. Contoh, harga cas sustu barang adalah 10 juta, tapi karena dicicil menjadi 13 juta. Ini boleh dalam jual beli. Tetapi yang bahaya bila yang mau menjual belum memiliki barangnya, lalu hanya memberikan uang agar dia sendiri yang membeli. Di sini perlu berhati-hati dan memperbaiki sistem, jangan sampai terjatuh ke dalam perkara riba.
2.     Mengikuti ekor-ekor sapi
Menurut Syaikh Hasan Ali maknanya adalah sibuk dengan urusan dunia dan tidak memerhatikan agamanya lagi mulai bangun, dunia yang membangunkannya dan tidur dunia pula yang menidurkannya.
Misal: Sejak bangun yang dipikir adalah udang, ikan, order terus nanti setelah lelah memikirkan udang, ikan, mobil dan order kemudian dia tertidur, bukan capek karena dakwah bukan capek karena ibadah bukan ibadah yang membangunkan dia padahal seharusnya yang membangunkan kita adalah ibadah yakni shalat subuh bukan udang bukan kebun, order dan bukan dunia
3.     Senang dengan pertanian
Masih menurut Syaikh Hasan Ali maknanya adalah puas dengan kehidupan dunianya dan sudah lupa akhiratnya
4.     Meninggalkan jihad
Tidak ada lagi semangat jihad karena sudah termakan oleh kecintaan terhadap dunia dan takut mati maka kalau fenomena ini telah terjadi ditengah-tengah ummat islam maka Allah akan menjatuhkan kehinaan kepada ummat ini.
B.    BUmmat yang ikut-ikutan / Taqlid
Fenomena ummat islam sekarang ini adalah menjadi pengikut dalam hal pemikiran dan ideologi tidak dikatakan keren kalau kita tidak tahu pola pemikiran materialis, kita tidak dikatakan keren kalau kita tidak  tahu pola pikir liberal, bahkan kita dianggap kolot . Bahkan terkadang ada didalam jiwa kita rasa rendah diri kalau kita memiliki pola pikir salaf pola pikir yang selalu membesarkan segala hal atau pemikirannya kepada sumber yang shahih dianggap orang yang tekstual sedangkan pola pikir yang berkembang sekakarng ini adalah pola pikir yang kontekstual, artinya pola pikir yang tidak melihat teksnya tapi melihat konteksnya contoh : (kalau teksnya memakai janggot tapi konteksnya tidak begitu teksnya, orang yang mencuri dipotong tangannya teksnya adalah memotong tangan tapi konteksnya adalah bagaimana memutuskan hidupnya dalam artian memenjarakan. Jadi ada perguruan tinggi yang mempelopori pemahaman seperti itu, se dangkan perguruan tinggi dimekkah dianggap miskin metode karena metode yang digunakan itu tekstual semua, lahiriyah atau teks saja, sedangkan pola yang dikembangkan dalam dunia modern adalah kontekstual bukan melihat pada teksnya.
            Dalam hal keyakinan, dalam hal sulukiyah, dalam hal perilaku semua taqlid bahkan sampai masuk kelubang biawakpun kita ikut. Karena memang media sekarang ini luar biasa dalam mempropagandakan kemungkaran dan hampir belum ada satupun stasiun televisi islam, kita juga mengelola radio, televisi padahal justru lewat media-media inilah sekularisasi dan pemurtadan merajalela dimana-mana sampai taqlid ini sampai kepada pedoman hidup kita.
C. C. Ummat yang Berpecah belah
Inilah yang menjadikan
1.jatuhnya khilafah islamiyah di Turki karena perpecahan kaum muslimin,
 2. perpecahan dalam hal persepsi atau dalam hal pola pikir ada pola pikir kontekstual dan ada pola pikir tekstual yang membedakan.,
3. Perpecahan dalam hal aqidah dan ibadah
Banyak sekali fenomena munculnya berbagai macam aliran dan tata cara ibadah bukan lagi dalam hal kaifiyat yang masing-masing mempunyai dalil tetapi memang sengaja dibuat dalil-dalil palsu untuk melejitimasi perbuatan-perbuatan mereka.
Inilah Realitanya ketika kita membandingkan kondisi idealitas dan realitas maka terjadi  suatu problema berbeda antara konsep ideal dan realitas.
            Sebagai bentuk perhatian kita maka kita harus menganalisis penyebabnya seperti halnya penyakit kalau kita hendak mengobatinya maka kita harus analisis sebab-sebabnya jangan fenomenanya saja yang sibuk kita tangani tapi akar dari fenomena tersebut harus dianalisa.
Share:

Sunday, 13 September 2020

Idealita Ummat Islam



Kalau kita melihat dalam Al Qur’an maka paling minimal ada tiga kondisi ideal yang seharusnya dimiliki umat Islam dimana kondisi ideal tersebut telah dimiliki dan dilaksanakan oleh para pendahulu-pendahulu kita (para Salafusshshaleh).
A.     Ummat yang Terbaik(Khairah ummah)
Sebagaimana yang disebutkan dalam
QS. Ali Imran : 110
110.  Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma'ruf, dan mencegah dari yang munkar, dan beriman kepada Allah. sekiranya ahli Kitab beriman, tentulah itu lebih baik bagi mereka, di antara mereka ada yang beriman, dan kebanyakan mereka adalah orang-orang yang fasik.

Yang dimaksud dengan kalimat Kuntum dalam ayat tersebut adalah para sahabat. Jadi Allah telah melegitimasi kebaikan dari para sahabat, artinya merekalah yang paling baik dan paling benar pemahaman keislamannya, serta paling benar pengamalannya. Itulah sebabnya, manhaj keislaman kita adalah manhaj salaf. Dalam ayat ini disebutkan 3 sifat utama yang menyebabkan para sahabat itu dikatakan ummat yang terbaik, yaiyu:
1.      Mereka memiliki semangat melakukan amar ma’ruf. Aktifitas mereka senantiasa dalam koridor amar ma’ruf.
2.      Mencegah dari kemungkaran. Jiwa mereka tidak pernah tenang melihat kemungkaran, olehnya itu mereka berbuat untuk mencegah kemungkaran.
3.      Mereka beriman kepada Allah.
Tiga sifat inilah yang menyebabkan mereka direkomendasikan dan diakui oleh Allah sebagai ummat yang terbaik.
B.      Ummat yang Pertengahan
Mereka dikatakan sebagai ummat yang ideal karena mereka menjadi ummat yang wasathan (pertengahan/moderat).
QS. Al Baqarah : 143
143.  Dan demikian (pula) kami Telah menjadikan kamu (umat Islam), umat yang adil dan pilihan[95] agar kamu menjadi saksi atas (perbuatan) manusia dan agar Rasul (Muhammad) menjadi saksi atas (perbuatan) kamu. dan kami tidak menetapkan kiblat yang menjadi kiblatmu (sekarang) melainkan agar kami mengetahui (supaya nyata) siapa yang mengikuti Rasul dan siapa yang membelot. dan sungguh (pemindahan kiblat) itu terasa amat berat, kecuali bagi orang-orang yang Telah diberi petunjuk oleh Allah; dan Allah tidak akan menyia-nyiakan imanmu. Sesungguhnya Allah Maha Pengasih lagi Maha Penyayang kepada manusia.

[95]  umat Islam dijadikan umat yang adil dan pilihan, Karena mereka akan menjadi saksi atas perbuatan orang yang menyimpang dari kebenaran baik di dunia maupun di akhirat.

Karena itu, dengan kriteria umat seperti ini mereka menjadi saksi nanti
Minimal ada 5 sifat moderat ummat terdahulu, yaitu :
a.     Antara dunia dan akhirat
Jadi tidak ada di antara dua negeri ini ( dunia dan akhirat) yang dilebihkan. Tidak boleh berat sebelah di antara keduanya dan inilah yang disebutkan dalam
QS. Al Qashash: 77
77.  Dan carilah pada apa yang Telah dianugerahkan Allah kepadamu (kebahagiaan) negeri akhirat, dan janganlah kamu melupakan bahagianmu dari (kenikmatan) duniawi dan berbuat baiklah (kepada orang lain) sebagaimana Allah Telah berbuat baik, kepadamu, dan janganlah kamu berbuat kerusakan di (muka) bumi. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berbuat kerusakan.

Ayat ini turun karena adanya sebagian sahabat yang mau lebih mengutamakan akhiratnya. Ada orang yang hanya mau menghabiskan waktunya untuk hari akhirat, hanya mengerjakan amalan2 persiapan akhirat lalu menelantarkan atau tidak mengambil bagian dari dunianya maka Allah menegur mereka dengan ayat ini. Jadi kalau mendahulukan akhirat saja atau lebih berat kepada kehidupan akhirat saja ini ditegur oleh Allah apalagi orang yang lebih mendahulukan dunianya, padahal akhirat itu lebih baik dari kehidupan dunia.
Banyak hadis- hadits yang akan kita sebutkan tentang orang orang yang ditegur oleh Rasulullah karena melebih-lebihkan dunianya.
Dalam sejarah sebelum islam, dikenal dua kelompok yng sangat ekstrim dalam memahami kehidupan dunia. Kelompok yang pertama yakni golongan yahudi lebih berat pada sisi dunianya. Kelompok  kedua yakni kaum nasrani lebih berat pada sisi akhiratnya dan menafikan kepentingan dunia sehingga muncul pola hidup kependetaan. Padahal seharusnya kita menjadi menjadi orang yang rabbaniyah bukan menjadi orang yang rahbaniyyah, seperti yang dijelaskan dalam sebuah buku yang berjudul ( Rabbaniyyatun laa Rahbaniyyatun)
b.     Antara material dan spritual
Mereka pertengahan dalam memperhatikan atau memenuhi unsur material dan spritual, hal-hal yang sifatnya fisik dan hal-hal yang sifsatnya ruhiyah.
c.     Antara kepentingan individu dan sosial masyakat.
Diantara contoh- contoh yang disebutkan dalam sejarah tentang pola hidup sosial yakni Rasulullah sendiri rela meminjam untuk membantu sahabatnya yang kesusahan, demikian pula perhatian beliau terhadap keluarga dan terhadap diri sendiri. Beliau bangun pada tengah malam dan juga membangunkan keluarganya, sampai membangunkan menantunya Ali bin Abi Thalib.
d.     Tidak (ekstrim)berlebih- lebihan dan tidak terlalu memudah-mudahkan.
Misalnya dalam hal berinfaq, mereka tidak kikir dan tidak pula boros. Dalam QS. Al Furqan: 67 disebutkan salah satu sifat ‘ibadurrahman, mereka membelanjakan hartanya tidak kikir dan tidak boros, mereka wasath diantaranya.

C.    Ummat yang Satu
QS. Al Anbiyaa’: 92
92.  Sesungguhnya (agama Tauhid) Ini adalah agama kamu semua; agama yang satu[971] dan Aku adalah Tuhanmu, Maka sembahlah Aku.

[971]  Maksudnya: sama dalam pokok-pokok kepercayaan dan pokok-pokok Syari'at.

QS. Al Mu’minun : 52

52.  Sesungguhnya (agama Tauhid) ini, adalah agama kamu semua, agama yang satu[1006], dan Aku adalah Tuhanmu, Maka bertakwalah kepada-Ku.

[1006]  lihat surat Al Anbiya ayat 92.

Yang dimaksud dalam ayat di atas adalah para sahabat, mereka adalah ummat yang solid, ummat yang satu dalam hal :
a.   Aqidah
Aqidah para sahabat adalah aqidah yang satu yakni aqidah ahlussunnah wal jama’ah
b.   Pemimpin
Para sahabat satu dalam kepemimpinan setelah Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam muncul khalifah, dst sampai sistem kekhalifahan itu jatuh.
c.   Jama’ah
Tidak bermunculan jama’ah jama’ah, dimana setiap jama’ah itu mengklaim diri paling benar dan menyalahkan yang lain.
Itulah idealitas, kondisi ideal yang seharusnya dimiliki oleh ummat islam pada hari ini.
Share:

Thursday, 10 September 2020

Problematika Ummat



Tujuan Materi:
1.      Menumbuhkan kesadaran bahwa memperhatikan masalah-masalah kaum muslimin adalah bahagian dari sifat seorang muslim
2.      Agar peserta tarbiyah mengetahui kondisi dan realita ummat Islam.
3.      Agar peserta tarbiyah mengetahui sebab terjadinya problema ummat dan solusi/jalan keluar untuk keluar dari masalah tersebut.
4.      Menumbuhkan kesadaran untuk terlibat aktif dalam mengatasi masalah-masalah yang dialami ummat.

Dalam problematika, terkandung makna kepedulian, perhatian setiap muslim terhadap masalah-masalah yang dihadapi oleh ummat Islam dan kaum muslimin. Seseorang yang tidak memiliki perhatian, kepedulian terhadap problematika ummat Islam maka di dalam satu riwayat disebutkan bahwa dia tidak termasuk ummat Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Siapa yang tidur di waktu malam dan tidak pernah risau dengan masalah-masalah yang dihadapi oleh kaum muslimin maka hakikatnya dia itu bukan ummat Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Apalagi kalau mereka itu sudah bergabung dalam aktivis kader. Setiap kader harus memiliki perhatian dan kepedulian terhadap problematika ummat.

Definisi
Kalau kita mendefinisikan problema, maka dalam kamus bahasa Indonesia, problema adalah masalah-masalah yang belum terpecahkan atau masalah-masalah yang belum ada solusinya.
Sedangkan definisi yang dimaksud dalam pembahasan ini adalah perbedaan antara idealita dan realita ummat Islam. Jadi problema terjadi karena adanya perbedaan antara idealita dan realita atau terjadinya kesenjangan antara konsep ideal (bagaimana seharusnya ummat Islam) dan konsep realita. Misalnya, idealnya Anda ingin sukses empat tahun, namun Anda selesai tujuh tahun, maka ini adalah problema. Idealnya Anda harus tiba di Jeneponto dari Makassar dalam waktu 2,5 jam, tetapi ternyata Anda menempuh perjalanan selama 5 jam, maka ini adalah problema. Karena itu, definisi ini akan kita jadikan sebagai barometer untuk meneropong problematika ummat Islam, maka secara sederhana untuk mengetahui problematika umat Islam terlebih dahulu harus mengetahui konsep ideal ummat Islam, bagaimana seharusnya posisi ummat Islam.

Share:

Monday, 1 January 2018

Banyak di Protes Masyarakat, Perda Miras Akan di Batalkan


Setelah menuai banyak polemik di masyarakat dan  media sosial terkait Perda Aturan Retribusi Tempat Penjualan Minuman Berarkohol yang di sahkah pada Kamis (28/12/2017), pihak Pemerintah Kabupaten Majene berencana membatalkan Perda tersebut. hal ini disampaikan oleh ketua DPRD Kabupaten Majene Darmansyah melalui akun facebooknya yang diunggah pada hari senin (01/01/2018).
Rencana pembatalan Perda tersebut juga karena mempertimbangkan saran dan masukan dari berbagai tokoh  masyarakat yang menganggap peraturan tersebut tidak sesuai dengan nila-nilai yang ada di masyarakat. berikut pernyataannya:

Oleh: Darmansyah
Assalamu'alaikum Wr. Wb.
Setelah menerima beberapa saran dan masukan, khususnya dari DPC PDI Perjuangan kabupaten Majene, Pimpinan Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Majene, Majelis Ulama Indonesia (MUI) kabupaten Majene, Dewan Masjid Indonesia kabupaten Majene, Forum Kerukunan Antar Ummat Beragama (FKUB) kabupaten Majene, dan beberapa saran dan masukan dari tokoh masyarakat - maka pimpinan daerah (bupati) Majene yang disampaikan kepada ketua DPRD kabupaten Majene mengambil kesimpulan sebagai berikut:

1. Untuk menghindari keresahan di masyarakat dan polemik yang tidak berkesudahan di media sosial serta untuk menghindari fitna, maka Pemerintah daerah kabupaten Majene akan membatalkan Perda Tentang Retribusi Tempat Penjualan Minuman Beralkohol.
2. Pembatalan Perda sebagaimana dimaksud pada angka (1) di atas berdasarkan pada Peraturan Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia (PERMENDAGRI) No. 80 tahun 2015 Tentang Produk Hukum Daerah pada Pasal 141 - 156.
Demikian untuk dimaklumi terima kasih.
Majene, 1 Januari 2018


Share:

Saturday, 4 November 2017

Ust Felix Siauw: Tentang Fitnah Dan Tuduhan Kajian Di Bangil


Dua hari sebelum acara di Bangil, saya sudah mendapat kabar ada ormas yang melaporkan saya ke polisi. Alasannya klasik, tuduhan dan fitnah, anti-NKRI, anti-Pancasila
Lebih lucu lagi, yang diangkat ormas yang melabeli diri paling toleran dan paling NKRI ini, saya ditolak karena pentolan HTI, padahal HTI sudah dibubarkan penguasa
Sehari setelahnya, saya mendapat kabar dari panitia, semua sudah clear. Pertemuan tokoh agama, bupati, dan pejabat terkait, memastikan acara kajian tetap berjalan
Maka saya pun berangkat ke tempat acara di hari Sabtu 04/11, sampai di Masjid Manarul Islam Bangil jam 08.00 dan ternyata disitu sudah dinanti oleh banyak sekali polisi
Ketika panitia menghantarkan sarapan, Kapolres Pasuruan memperkenalkan diri pada saya dan langsung meminta saya untuk diamankan di polres pasuruan
Saya bingung, tak memahami apapun, lalu bertanya kenapa? Polisi beralasan saya tidak mau menandatangani surat pernyataan sebagaimana disepakati
Lalu saya bertanya, lebih bingung. "Siapa yang menyepakati? Siapa yang membuat kesepakatan? Apa isi suratnya? Saya sama sekali tidak memahami hal itu
Ternyata polisi mengatakan bahwa ia ditekan ormas tertentu, yang meminta 3 pernyataan dari saya:
1) Mengakui ideologi Pancasila sebagai ideologi tunggal NKRI
2) Tidak akan menyebarkan ideologi Khilafah
3) Menyatakan keluar dari Hizbut Tahrir Indonesia

Bagi saya ini jelas-jelas sebuah jebakan, dan juga penghinaan. Sebab jika saya menandatangani, sama saja saya mengaku bahwa semua yang dituduhkan pada saya benar adanya
Lebih jauh lagi, siapa mereka hingga saya harus membuktikan sesuatu dengan surat pernyataan bermaterai? Belum lagi diksi pernyataannya yang sarat kesalahan
Sungguh lucu, memberikan kajian di Masjid sekarang perlu syarat 3 diatas, bukan lagi standarnya benar dalam menyiarkan Islam, bukan lagi sesuai dengan Al-Quran dan As-Sunnah
Tidak pula mau berdiskusi ilmiah, tidak juga menunjukkan cara yang intelek, tapi aksi di Masjid dengan kata-kata kotor dan juga sumpah serapah, naudzubillahi min dzalik
Felix Siauw 
Share:

Friday, 3 November 2017

Kedekatan Anies dengan Warga Miskin Jakarta


"Bertukar gagasan penataan kampung dengan teman-teman Jaringan Rakyat Miskin Kota. Hari ini kita memulai sebuah proses rembukan dengan warga. Terima kasih teman-teman yang sudah memfasilitasi pertemuan ini. Pentingnya ke depan pembangunan Jakarta ini dengan gotong royong. Ini jangan dijadikan pertemuan pamungkas, ini pertemuan pertama. Kita akan melihat masalah dari berbagai perspektif, baru kita lanjutkan ke pembuatan kebijakan" 
kutipan diatas adalah pernyataan gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan di laman fanspage Anies Baswedan yang diposting pada Rabu/11/2017 lalu.  dalam kutipan itu diserta dengan foto-foto bagaimana kedekatan Anies dengan masyarakat Jakarta dalam pertemuan dengan Jaringan Rakyat Miskin Kota. berikut foto-fotonya:




menanggapi foto tersebut, netizenpun tidak ketinggalan untuk berkomentar melihat kedekatan dan keakraban tersebut.

Share:

Wednesday, 25 October 2017

Sambangi Kediaman B.J. Habibie, Anies Sandi diberi Jeket Bomber


image source

Gubernur DKI JakartaAnies Baswedan bersama dengan wakil gubernur Sandiaga Uno menyambangi kediaman Presiden RI ke 3 B.J. Habibie pada Rabu/25/17. kunjungan tersebut dilakukan dalam rangka memohon doa restu sekaligus berdiskusi dengan mantan presiden yang terkenal sebgaia seorang Ilmuwan pemegang 46 hak paten di bidang Aeronautika tersebut. dalam pertemuan itu Habibie tidak lupa berpesan kepada gubernur dan wakil gubernur yang baru dilantik ini untuk terus memperhatikan pengembangan sumber daya manusia.  berikut pernyataan yang kami kutip dari Fanspage  Anies Baswedan berikut ini:
Hari ini bersama Bang Sandiaga Salahuddin Uno menyambangi kediaman Presiden RI ke-3, B.J. Habibie, untuk memohon doa restu dan berdiskusi. Pada kesempatan tersebut, Pak Habibie ingatkan agar kami terus memperhatikan pengembangan sumber daya manusia, yang juga sudah menjadi prioritas kami.
Pak Habibie lalu memberikan jaket bomber milik penggalangan dana pesawat R80. Pesawat R80 murni buatan Indonesia, dan beliau adalah arsiteknya. Penggalangan dana dilakukan agar kita yang sudah berbangga juga dapat turut serta mendukung kebangkitan teknologi di negeri ini.
image source
 Postingan ini sontak mengundang reaksi warganet yang salut melihat  melihat keakraban anatara Anies Sandi dengan presiden ke-3 RI tersebut.
Share: