Showing posts with label konsekwensi syahadat. Show all posts
Showing posts with label konsekwensi syahadat. Show all posts

Monday, 5 October 2020

(Bag.1) Konsekwensi Syahadat Laa Ilaha illallah



 Pembahasan ini sangat penting karena ia merupakan konsekuensi dari syahadat “Laa Ilaaha Illallah”. Karena  yang menyatakan Laa Ilaha Illallah bukan hanya di mulut.

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Man qaala Laa Ilaha Illallah hal min qalbihi” tidak dikatakan “man qaala Laa Ilaha Illallah dahalal jannah” karena Laa Ilaha Illallah itu bukan intaqu billisan faqad” tapi “ittiqadu fidhdhamir. Pengamalan dalam bentuk  syariat dan manhaj al haya. Di sini disebutkan “di antara”, jadi tidak disebutkan “semuanya”. Jadi, jika seseorang mengucapkan Laa Ilaha Illallah maka dituntut untuk memenuhi hal ini, jika tidak maka ada penyimpangan dari pemahamannya terhadap Laa Ilaha Illallah dan inilah yang perlu kita luruskan di tengah-tengah kaum muslimin.

Beberapa konsekuensi  syahadat “ Laa ilaaha illallah” :

1.        At Ta’ah

(QS. 5 : 7),  

Ketika kita menyatakan Laa Ilaha Illallah berarti konsekuensinya kita harus memberikan loyalitas mutlak, ketaatan mutlak kepada Allah. Berarti kita mengikrarkan bahwa ketaatan kita hanya ditujukan kepada Allah dan hanya karena Allah. Kita ibaratnya seperti prajurit di hadapan komandannya, yang selalu siap bahkan lebih daripada itu. 

2.        Tunduk dan patuh

QS. Al Baqarah : 116 , QS. Al An’am : 56

Ketika kita mengucapkan Laa Ilaha Illallah berarti kita mengikrarkan bahwa ketundukan kita hanya ditujukan kepada Allah semata.

3.        Raja’(Harap)

QS. Alam Nasyrah : 8, QS. At-Taubah : 18

Tidak ada yang kita harapkan kecuali Allah . Orang yang memahami makna Laa Ilaha Illallah adalah orang yang paling ikhlasdalam beribadah kepada Allah

4.        Khauf (takut)

QS. Al Baqarah : 40, Ali Imran: 175

Takut yang hanya boleh ditujukan kepada Allah adalah takut ta’abbudi, yaitu takut karena Kemaha Besaran Dzat-Nya.

5.        Tawakkal

QS. Al Mumtahanah : 4, Al Maidah:23. At Thalaq : 3

Rasulullah bersabda : ”Seandainya kalian bertawakkal kepada Allah dengan sesungguhnya, niscaya Allah akan membeerikan rezeki kepada kalian sebagaimana yang engkau butuhkan, bagaikan burung yang keluar tiap pagi dalam keadaan lapar dan pulang dalam keadaan perut yang buncit karena kenyang”.

Menyerahkan diri hanya kepada Allah. Banyaknya muncul kesyirikan ini diakibatkan hilangnya rasa tawakkal kapada Allah.

Contoh kesyirikan: bertawakkal kepada kemampuan sendiri.

6.        Do’a

QS. Al Mu’min:60

Do’a dalam artian meminta, banyaknya terjadi penyimpangan dalam hal do’a yang berkaitan dengan pengamalan syahadat Laa Ilaha Illallah banyaknya yang meminta sesuatu yang hanya dapat dikabulkan oleh Allah kepada orang lain.

PEMBAHASAN BERSAMBUNG
Share: