Showing posts with label Serba-serbi. Show all posts
Showing posts with label Serba-serbi. Show all posts

Saturday, 26 August 2017

Perbincangan seorang murid dengan Kiyai

Seorang jama'ah berbincang dengan seorang Kiyai

_"Kyai, saya tidak mau ikut pengajian ini lagi"_

_"Apa alasannya?"_, tanya Sang Kiyai.

_"Saya lihat di pengajian ini perempuannya suka bergosip, laki-lakinya munafik, pengurusnya cara hidupnya tidak benar, jama'ahnya sibuk dengan hpnya, dsb"_

_"Baiklah. Tapi sebelum kau pergi, tolong lakukan sesuatu untukku. Ambil segelas penuh air dan berjalanlah mengelilingi dalam masjid ini tanpa menumpahkan setetes air sekalipun ke lantai. Setelah itu engkau bisa meninggalkan masjid ini seperti keinginanmu."_

_"Itu mudah sekali!"_

Diapun melakukan apa yang dimintakan Sang Guru Sufi, sementara pengajian sedang berlangsung.

Setelah selesai, dia berkata kepada Sang Guru Sufi bahwa dia siap untuk pergi.

_"Sebelum kau pergi, ada satu pertanyaan. Ketika kau tadi berjalan keliling dalam masjid, apa engkau mendengar orang bergosip, melihat orang munafik, melihat orang sibuk dengan hpnya ?"_

_"Tidak."_

_"Engkau tahu mengapa?"_

_"Tidak."_

_"Karena engkau fokus pada gelasmu, memastikan tidak tersandung dan tidak ada air yang tumpah."_

Begitupun dengan kehidupan kita. *Ketika kita mengarahkan pandangan kita kepada Nur Allah yang kita imani*, maka :

• *Kita tidak akan punya waktu untuk melihat kesalahan orang lain*

• *Kita tidak akan punya waktu untuk menilai dan mengkritik orang lain.*

• *Kita tidak akan punya waktu untuk bergosip ria dengan orang lain*

• *Kita akan menolong orang lain dan fokus pada langkah kita menggapai Nur-Nya*

Direndahkan tidak mungkin jadi sampah, disanjung tidak mungkin jadi rembulan.

Maka jangan risaukan omongan orang, sebab setiap orang membacamu dengan pemahaman dan pengalaman yang berbeda.

Teruslah melangkah selama engkau di jalan yang benar, meski terkadang kebaikan tidak selalu dihargai.

Tidak usah repot-repot menjelaskan tentang dirimu, sebab yang menyukaimu tidak butuh itu dan yang membencimu tidak percaya itu.

Hidup bukan tentang siapa yang terbaik, tapi tentang siapa yang mau berbuat baik.

Jika dizhalimi orang jangan berpikir untuk membalas dendam, tapi berpikirlah cara membalas dengan kebaikan.

Jangan mengeluh, teruslah berdoa dan ikhtiar. Sibukkan diri dalam kebaikan hingga keburukan lelah mengikutimu.


Share:

Friday, 18 August 2017

Cara Mudah "membunuh" orang



Dalam Hal-Hal Tertentu, Ada kemiripan antara katak dan manusia, beberapa otot keduanya mirip. Misalnya, otot betis keduanya memiliki asal, tempat perlekatan dan fungsi yang sama. Sebagian otot badan keduanya juga demikian. Organ-organ dalam keduanya juga hampir mirip. Oleh karena itu, mahasiswa kedokteran yang baru tahun pertama diajari anatomi katak sebelum diajari anatomi manusia. Jauh lebih murah biayanya dan lebih rendah resikonya dan jauh lebih mudah cara membedah katak daripada membedah manusia. Hitung-hitung, habis dipakai, katak ini bisa dijadikan makanan ikan atau ayam. Kalau ada yang mau dan berani, daging katak ini bisa menjadi gorengan yang empuk.
Dibeberapa bagian dunia, paha katak dijadikan sajian yang sangat lezat. Ekspor daging katak dari indonesia cukup besar. Tidak heran jika 400 spesies katak dinusantara, ada beberapa spesies yang telah punah karena diburu, dibunuh, dan diekspor. Ada lebih banyak katak di Papua dibandingkan dibagian barat nusantara. Tersedikit ada dikepulauan sunda kecil.
Membunuh katak itu gampang-gampang susah, kami diajari bagaimana membunuh katak dengan menikam bagian belakang leher hingga mencapai lubang tempat masuknya saraf-saraf dari tulang belakang ke kepala, dengan cara ini katak biasanya mati secara tiba-tiba. Satu tikaman menghasilkan satu tarikan nafas terakhir. Dengan cara ini, katak mati dengan cara kaget, tersiksa dan cenderung meronta. Beberapa kali terjadi katak melompat di dalam laboratorium dengan jarum yang menancap di belakang lehernya dan lolos melompat keluar ruangan. Adakalanya katak pura-pura mati setelah penikam dicabut dari lehernya.
Seorang kawan mengajari saya bagaimana membunuh katak, dijamin tidak ada perlawanan, kaget apalagi sampai lari melompat keluar ruangan. Alih-alih katak malah keenakan, padahal ia sedang dibunuh dan ia menikmati pembunuhan itu. Bagi katak, ini adalah cara mudah untuk mati. Mudah karena anda tidak perlu menikam di daerah foramen magnum-nya. Anda tidak perlu benda penikam atau benda tajam lainnya. Anda cukup memasukkannya kedalam kaleng berisi air dingin yang disukainya, perlahan-lahan anda panaskan kaleng itu, biarkan air dalam kaleng itu panas dan suhunya naik sedikit demi sedikit hingga mendidih, beberapa saat kemudian, lihatlah, katak sudah mati dan tanpa perlawanan sedikitpun. Ini adalah mati nyaman gaya katak.

“membunuh” dengan pujian

Dalam beberapa hal, kita kadang-kadang bertingkah seperti katak.. kita ‘dibunuh” tanpa kita sadari, bahkan matipun dalam keadaan tertawa, pada tempat dan suasana yang menyenangkan, diiringi kata-kata yang indah dengan acungan dua jari jempol. Saya sering memperhatikan bagaimana dua jari jempol yang biasanya digunakan untuk puji-pujian justru lebih tajam daripada sebilah belati. Pujian membuat kita terlena, bahkan jika diulang-ulang sampai beberapa kali maka kita akan melayang-layang tinggi.
Kebanyakan raja, tokoh atau pemimpin jatuh bukan karena kritik dari luar tetapi pujian yang berlebih-lebihan dari orang dekat. Apalagi jika pujian itu dikemas dengan sedikit kata-kata ilmiah nan palsu. Konon, Gus Dur sewaktu menjadi presiden pernah mengalami fenomena “pembunuhan katak” ini, ketika itu, ribuan orang sudah berkumpul didepan istana. Ketika ia bertanya kepada orang dekatnya, informasi yang diteria Gus Dur adalah hanya segelintir orang yang ada di depan istana. Ia kemudian mengabaikan demonstran itu. Walhasil, Gus Dur jatuh dan diganti oleh Megawati. Ir. Seokarno dalam masa-masa akhir jabatannya sebagai presiden juga mengalami fenomena pembunuhan katak. Seoharto pun, presiden yang hampir tak terjatuhkan bahkan jatuh karena fenomena pembunuhan katak yang dilakukan oleh orang-orang dekatnya. Ingatkah anda bagaimana salah seorang menterinya, orang yang mungkin paling dekat dengan keluarga Soeharto, menyampaikan bahwa seluruh rakyat indonesia masih mendukung Soeharto? Sementara fakta dilapangan menunjukkan bahwa semakin banyak orang yang tidak suka sama Soeharto.
Sudah menjadi tabiat manusia yang suka dengan puji-pujian. Semua orang cenderung tidak suka dikritik apalagi dimaki dan dikata-katai. Hati manusia lebih terharu pada pujian dibandingkan dengan kritikan, pengkritik umumnya dianggap musuh. Jika ada seseorang yang menyampaikan sesuatu yang tidak menyenangkan ditelinga, hampir sebagian besar dari kita merespon secara reaktif. Respon amygdala (bagian otak yang berurusan dengan emosi dan instink) mendahului respon cerebri (yang mengurusi nalar dan rasionalitas). Orang yang tidak terbiasa di kritik, reaktif atau tidak biasa berbeda pendapat, mengembangkan hubungan yang lebih kuat dan padat antara stasiun relai otak bernama Thalamus  menuju pusat emosi otak (amygdala), dibandingkan dengan pusat nalar dan rasionalitas (cortex cerebry). Joseph leDoux, seorang ahli otak yang penemuan-penemuannya menjadi dasar teori kecerdasan emosi dari Daniel Goleman, menyebutkan gejala ini sebagai pembajakan amygdala. Artinya, ketika kita menanggapi suatu masalah, rasionalitas dan nalar kita seringkali dibajak oleh emosi dan insting kita.
Pembajakan emosi itu melahirkan dua hal yang sangat kentara pada kebanyakan tokoh, raja atau pemimpin yang jatuh dari kekuasaannya. Pertama: mereka senang sekali dengan puji-pujian. Kedua: mereka reaktif terhadap kritikan atau masukkan yang tampak tidak menyenangkan. Tokoh, raja atau pemimpin seperti ini mengalami “pembunuhan katak” yang dialkukan segelintir orang dekat, kerabat, pembisik, ataupun pencari muka disekitar mereka.

)* Manajemen Kecerdasan, Taufik Pasiak.
Share:

Thursday, 17 August 2017

Menjernihkan Pikiran

Ilistrasi:*gagasanriau.com
Pikiran yang bersih akan membuat dunianya menjadi bersih, pikiran kotor akan menjadikan dunia kotor bagi pemilik pikiran itu. Renungkanlah bagaimana pikiran mengonstruksi pandangan kita mengenai dunia dan orang disekitar kita. Bila isi pikiran kita mengandung rasa curiga terhadap segala hal, maka semua hal yang ada disekitar kita adalah ancaman. Jika berisi cinta dan kebajikan, maka apapun yang ada disekitar kita akan bernilai baik, sekalipun itu adalah sebuah bencana. Orang yang isi pikirannya optimisme, tidak ada hal yang dapat membuatnya gagal. Bila berisi pesimisme, semua hal yang tidak menguntungkan adalah kegagalan. Dan kegagalan biasanya lebih banyak disebabkan oleh isi pikiran yang gagal daripada kegagalan itu sendiri.
Yang harus dicatat adalah bahwa cognitif setting (isi pikiran) kita akan membentuk mental setting (kepribadian) kita. Dunia dan orang yang ada disekitar kita adalah yang sebagaimana adanya, pikiran kitalah yang membuat semuanya menjadi berbeda-beda. Pemahaman dan persepsi kita mengenai orang lain, akan menetukan seperti apa orang itu bagi kita. Bila isi pikiran kita jelek maka itu sama saja dengan kendi emas yang berisikan kotoran, sekalipun wadahnya adalah emas, tetapi yang dikeluarkannya adalah kotoran. Hati-hati dengan pikira anda!
Untuk dapat hidup dengan baik maka seseorang harus menata pikirannya. Ia harus berani melakukan revolusi berfikir jika mengetahui ada sesuatu yang salah. Hanya perubahan pikiranlah yang dapat mengubah dunia. Ia harus berani mengevaluasi cara berfikirnya, harus berani membersihkan pikirannya. Pikiran kita berisi sedemikian banyak konsep, teori, pendapat dan asumsi yang kemudian membentuk peta kita tentang orang disekeliling kita maupun dunia disekitar kita. Oleh karena itu, peta itulah yang harus kita perbaiki untuk mendapat gambaran yang tepat. Cara terbaik untuk menjernihkan pikiran adalah mengenali peta  pikiran kita, baik isinya maupun cara berfikir. Peta yang salah akan membuat kita tersesat dalam hutan belantara permasalahan.
Perhatikanlah, yang membedakan antara satu orang dengan orang yang lain bukanlah posisi, kedudukan, kekayaan atau ketampanan. Namun pikiranlah yang membedakan mereka. Tampak banyak orang disekitar kita memiliki tugas yang bagus, punya kedudukan yang terhormat dan harta yang melimpah tetapi memiliki pikiran seperti layaknya bukan orang yang terhormat.
Banyak juga bukan dari golongan orang yang berpunya, tapi memiliki pikiran yang baik. Baik tidaknya seseorang antara lain ditentukan dari bagaimana dia berfikir (memandang) dunia yang ada disekitarnya. Ramana Maharshi, tokoh hindu terkenal pada abad ke-20, berujar (sebagaimana yang dilakukan oleh para nabi dan rasul jauh sebelumnya), “ semua kitab suci tanpa kecuali mengajarkan bahwa jalan untuk mencapai keselamatan hanyalah menundukkan pikiran pada kebenaran”


)* Manajemen Kecerdasan, Taufik Pasiak.
Share:

Wednesday, 16 August 2017

Baca dan renungkan !!! Ketika mesin pesawat tiba-tiba mati di atas ketinggian 5.000 kaki



Sekiranya sekarang anda berada 5.000 kaki diatas permukaan laut, duduk santai dalam pesawat garuda dengan mesin jetnya yang canggih, bersenda gurau dengan istri, anak, saudara, teman ataukah pacar anda. Kepada siapakah anda akan menggantungkan diri anda sekiranya saat itu mesin pesawat tiba-tiba mati? Kehilangan kendali, menjadi hampa udara, orang-rang menjadi panik, dan kepada siapa anda harus minta tolong? Taruhlah misalnya anda adalah seorang professor, doctor, jenderal, karateka dan seabrek kata yang berkedudukan tinggi lainnya. Seorang konglomerat terkaya di Manado, menteri ataukah gubernur. Adakah semua atribut ini dapat menolong anda? Boleh jadi asalkan semua atribut yang melekat pada anda yang kuat secara spiritual, anda akan tenang dan santai saja apapun yang terjadi.
Bagaimana jika seandainya anda adalah orang yang menggantungkan hidup pada kekuasaan yang anda punya, sementara anda ringkih dan lemah secara spiritual? Saya yakin anda akan panik dan kehilangan kendali diri. Anda akan berteriak dan lari kesana kemari tanpa bisa melakukan hal yang berguna. Dalam situasi begini, kita akan menjadi manusia sesungguhnya. Artinya, kelemahan-kelemahan manusiawi kita akan muncul dengan sangat jelas. Gelar, pangkat dan jabatan menjadi nisbi dan tidak berharga.
Saya pernah memiliki seorang kawan  yang tidak pernah merasa susah karena dia adalah anak seorang pejabat dan sekaligus keturunan orang kaya. Dengan sekali kibasan tangan, apapun bisa ia peroleh. Ia hidup dalam gelimang uang dan kekuasaan yang tidak terjamah oleh kebanyakan orang. Kata-katanya adalah perintah dan gerak tubuhnya adalah pendulum yang menentukan kemana kekuasaan akan berpihak. Kalau ada sesuatu yang kurang, itu karena ia tidak menyukai pendidikan dan ilmu. Ia memang berkali-kali keliling dunia, tapi belum pernah sekalipun ia menjamah pusat pendidikan yang Ia lewati. Dalam rentang waktu yang cukup lama berkuasa dan kaya, ia tidak pernah membangun pusat kekuatan yang ada pada dirinya. Ia malah memperbesar kekuatan diri dengan penguasaan terhadap pusat-pusat kekuasaan lainnya. Ia tampak kuat karena topangan orang lain. Ia tidak pernah sendiri dan tidak mungkin ia menyendiri. Kekuatannya ada pada orang lain. Ia tidak memiliki autentisitas (diri yang sebenarnya).

Manusia kuat
Didalam pesawat yang limbung, kita hanya bisa menggantung pada diri sendiri dan pada Allah. Sang Maha kuasa yang memberikan kita anugrah yang tidak tertandingi oleh peberian siapapun: KEBEBASAN MEMILIH DAN KEBEBASAN BERKEHENDAK. Dengan karunia ini, kita bisa memilih mejadi apa saja dan menjadi siapa saja. Kita bukan robot yang dikontrol melalui remote control. Karena itu, jika kita menggantungkan diri kita pada kekuatan luar. Misalnya kekuasaan, jabatan dan popularitas, ketiga hal ini bagaikan remote control  yang mengendalikan diri kita. Jika ketiga hal itu sirna dari diri kita, maka kita kehilangan daya gerak, daya hidup dan segala-galanya jika kita menggantungkan hidup kita pada ketiga hal tersebut.
Saya percaya hal ini karena Victor Frankl, dokter ahli jiwa yang ditahan di kamp konsentrasi Hitler, telah memberikan contoh yang sangat nyata. Hidup dalam ruangan berukuran 3x3 meter bersama 7 orang tahanan lainnya. Semua kejayaannya sebagai dokter dan kepala rumah sakit, kekayaan yang melimpah, popularitas tercabut dari dirinya. Ia hanya memiliki sepotong pakaian lusuh, sebuah buku catatan harian, dan (ini yang paling kuat) kepercayaan akan kekuatan dan makna hidup. Baginya, makna hidup hanya dapat ditemukan dalam diri. Bukan ditangan Hitler atau ditangan para penjaga kamp yang ganas. Ia kemudian bebas dan memaklumkan jenis psikologi baru yang sangat terkenal logoterapi, yang telah mejadikan orang banyak menemukan kekuatan pada diri sendiri.
Saya juga semakin yakin  dengan hal ini setelah melihat beberapa orang disekitar saya yang memiliki keyakinan serupa Frankl. Saya pernah mendapati suatu berita di daerah saya dimana ada dua orang pemimpin yang gagal dari ambisinya untuk memimpin suatu daerah. Yang satu merespon biasa saja karena ia yakin masih ada hal yang bisa ia lakukan dari ilmu yang dia miliki. Sementara yang satunya lagi harus masuk ICU karena serangan jantung tiba-tiba. Orang kedua ini sepanjang berkarier selalu mengaantungkan hidupnya pada kekuatan yang ada diluar dirinya. Ia mungkin lupa bahwa menggantungkan diri pada kecantikan, kecantikan itu akan memudar seiring bertambahnya usia. Jika bergantung pada popularitas, perkembangan regenerasi akan menghilangkan itu. Jika bergantung pada kekuasaan, kekuasaan akan silih berganti.
Saya juga banyak menemukan orang kuat bukan karena mendapat kekuasaan, ia adalah orang biasa, tidak terkenal, tidak dikenal banyak orang dan suka menyendiri. Ia berdiam diri disuatu tempat, ia mendidik anak muridnya, menguatkan kepercayaan diri orang lain, dan menempa jiwa dengan ujian yang berat. Ia menampik kekuasaan yang diberikan sekalipun itu memungkinkannya untuk menjadi kaya dan terkenal. Satu-satunya pekerjaan yang dia banggakan adalah menularkan kepercaya-dirian kepada orang lain, ia membuka kekuatan diri orang lain dengan memberikan keyakinan yang kuat bahwa anda bisa memilih apa saja. Karena kebebasan memilih yang ditanamkan Tuhan dalam diri anda, anda bisa memilih menjadi orang baik atau jahat. Menurut seorang bijak, orang jahat dan orang baik hanya dipisahkan oleh pemisah yang setipis rambut. Tidak heran jika ada orang yang kita kenal baik menjadi kurang baik, dan orang yang kita kenal kurang baik menjadi sangat baik.

Karunia terbesar
Saya mengutip untuk anda apa yang pernah ditulis oleh Stephen R. Covey, dalam bukunya yang laris. The 8th habit: from effectiveness to greatness (2004). Covey membenarkan apa yang menjadi keyakinan banyak orang besar (the great men) berdasarkan risetnya pada ribuan orang. Ia mengemukakan bahwa orang-orang menjadi besar dan berhasil karena mereka mengenali, mengelola dan memanfaatkan potensi yang ada dalam diri mereka, mereka meletakkan nilai yang tinggi pada kekuatan diri mereka.
Salah satu potensi yang kita miliki adalah kebebasan untuk memilih dan kebebasan untuk berkehendak. Potensi ini memberikan kita untuk menjadi budak kuasa, harta dan popularitas. Potensi ini juga memungkinkan kita untuk menjadi tuan atas semua yang ada disekitar kita. Jika kita menghamba pada kekuasaan, itu berarti kita sedang membentuk diri kita sebagai budak dan bisa juga berarti bahwa kita tidak pernah yakin pada kekuatan diri kita dan kekuatan Tuhan Yang Maha Kuasa. Sekali lagi, bayangkanlah diri anda seorang jendral yang berada diatas ketinggian 5000 kaki dalam pesawat yang mesinnya mati.
Percayalah, kita semua bisa menjadi apa yang kita mau. Kuncinya sangat sederhana, gantungkanlah harapanmu hanya kepada Allah swt dan perkuatlah dirimu sendiri dengan kekuatan yang kau miliki.

sumber: Manajemen Kecerdasan, Taufik Pasiak
Share:

Wednesday, 9 August 2017

Jejak rukunnya Korea Utara dengan Indonesia

Respon publik Indonesia terhadap Korea Utara bisa dibilang tidak terlalu bagus. Sebagian besar netizen Indonesia masih suka mengecam dan mengutuk Kim Jong Un atas semua kontroversi yang dilakukannya. Mulai dari anggapan suka mengekang warganya hingga hal-hal ekstrem seperti mengeksekusi keluarga dekatnya. Kembali ke beberapa dekade lalu, kamu mungkin tak percaya jika masyarakat Indonesia selalu menghormati Korea Utara.
Ya, ada sederet bukti kejadian tentang bagaimana harmonisnya hubungan dua negara ini. Misalnya relasi mesra antara Sang Putra Fajar dengan Kim Il Sung yang merupakan moyang dari Kim Jong Un, pria paling dibenci di dunia.
Terlepas dari betapa tidak sukanya kita terhadap mereka, tak bisa ditampik jika Indonesia sejatinya sangat pro dan bersahabat dengan Korea Utara. Berikut beberapa jejak rukunnya hubungan kedua negara ini.
  1. Hubungan Soekarno dan Kim Il Sung Sangat Istimewa

5 Hal ini Jadi Bukti Jika Korea Utara Sangat Dihormati Oleh Indonesia

Sejak dulu Korea Utara selalu mendapatkan pertentangan dunia, terkait dengan paham ideologi mereka yang komunis itu. Namun Indonesia tak memandang ini sebagai sebuah tembok besar yang menghalangi dua negara untuk menjalin pertemanan. Hingga akhirnya, Presiden Soekarno untuk pertama kalinya mengunjungi Korea Utara di tahun 1964.

Sambutan kepada Presiden ternyata bagus dan apresiatif. Bahkan Kim Il Sung juga membalas kunjungan ini bersama anaknya Kim Jong Il di bulan April tahun 1965. Kehadiran mereka berdua kala itu, sekaligus untuk mengikuti peringatan 10 tahun KAA pertama yang diadakan pada tahun 1955 di Bandung. Di KAA pertama itu, Soekarno memberikan wadah bagi Korut untuk bisa berkiprah di dunia Internasional.
  2. Kim Il Sung dan Bunga Anggrek Khusus Miliknya

5 Hal ini Jadi Bukti Jika Korea Utara Sangat Dihormati Oleh Indonesia

Ada sebuah cerita unik dan berkesan bagi Korea Utara saat lawatannya ke Indonesia di tahun 1965 itu. Setelah menghadiri perayaan KAA, Presiden Soekarno mengajak Kim Il Sung untuk berjalan-jalan ke Kebun Raya Bogor. Lalu sebuah peristiwa bersejarah terjadi, saat itu Kim Il Sung tengah berulang tahun dan Bung Karno dengan manisnya memberikan bunga anggrek sebagai hadiah.

Bukan bunga anggrek biasa, tapi ini yang sudah disilangkan khusus dan hanya satu-satunya. Bunga ini diberikan kepada Kim setelah sebelumnya dinamai Dendrobium Kimilsungia. Momen ini pun akhirnya menjadi perayaan nasional di Korea Utara. Setiap tahunnya, di bulan April, masyarakat Korut tak pernah absen untuk merayakan Festival Kimilsungia guna mengenang Kim Il Sung dan persahabatannya dengan Soekarno.

3. Indonesia dan Korea Utara Berhubungan Aktif Hingga Hari ini

5 Hal ini Jadi Bukti Jika Korea Utara Sangat Dihormati Oleh Indonesia

Dengan perlakukan isolasi yang diterimanya, nyaris hanya sedikit sekali negara yang punya hubungan bilateral dengan Korea Utara. Apalagi prakarsa isolasinya sendiri adalah negara-negara barat termasuk Amerika yang punya pengaruh besar. Meskipun demikian, nyatanya hal tersebut tak pernah menghalangi hubungan antara Indonesia dan Korea Utara.

Sampai saat ini kedua negara tetap saling aktif mendukung. Hal tesebut dibuktikan dengan ditugaskannya perwakilan masing-masing negara untuk menjadi duta besar. Tak hanya itu saja, selepas Bung Karno mengunjungi Korut di tahun 1964, berturut-turut presiden setelahnya seperti Megawati dan juga Susilo Bambang Yudhoyono kerap melakukan kunjungan ke Korut dalam rangka mempererat hubungan persahabatan. Sebaliknya, sudah bolak balik perwakilan Korut juga mendatangi Indonesia dalam rangka kerja sama.

4. Publik Indonesia Sejatinya Menyukai Korea Utara

5 Hal ini Jadi Bukti Jika Korea Utara Sangat Dihormati Oleh Indonesia

Meskipun stigma tentang Korut atau Kim Jong Un jelek, namun masyarakat kita sejatinya juga menaruh hormat terhadap mereka.

Fakta masyarakat Indonesia yang menyukai Kim Jong Un ini juga makin jelas dengan bukti polling dari BBC World Service Poll tahun 2013 lalu. Sebanyak hampir 42 persen penduduk Indonesia memandang positif terhadap Korut. Dan hanya 22 persen punya pandangan lain.

5. Yayasan Soekarno Beri Penghargaan Kepada Kim Jong Un

5 Hal ini Jadi Bukti Jika Korea Utara Sangat Dihormati Oleh Indonesia

Jika Bung Karno memberikan anggrek spesial kepada Kim Il Sung, maka Rachmawati Soekarnoputri juga melakukan hal yang sama. Bedanya ini bukan bunga dan tentunya apresiasi ini bukan diberikan kepada Kim Il Sung yang sudah meninggal. Rachmawati memberikan sebuah award kepada Kim Jong Un lantaran tokoh nyentrik ini masih sangat konsisten dalam melawan imperialisme barat.

“Kim Jong Un terbukti secara konsisten tetap melaksanakan jalan pikiran pemimpin besar mereka, yaitu Kim Il Sung, yakni melawan imperialise,” begitu ungkap Rachmawati yang juga merupakan ketua Yayasan Pendidikan Soekarno. Anak ketiga Presiden Soekarno ini juga mengatakan jika apa yang dilakukan Kim sejalan dengan pikiran ayahnya yang juga menentang neo kolonialisme dan imperialisme.


perlu diketahu bahwa ideologi negara Korut Secara resmi  bukan lagi negara komunis. Sejak tahun 2009, negara ini menganut ideologi baru yang disebut “Juche”. Ideologi yang pertama kali dicetuskan oleh Kim Il-sung pada tahun 1955 ini mengandung prinsip: "manusia menguasai segala sesuatu dan memutuskan segala sesuatu". hal ini tentunya sangat berbeda dari Indonesia yang menganut ideologi pancasila dan sebagai Negara yang Berketuhanan yang Maha ESA, negara dengan penduduk muslim terbesar di dunia.

klik link dibawah untuk melihat sumber
artikel asli
Share:

Monday, 31 July 2017

Fotografer ini mengabadikan kejadian luar biasa induk unta


Seorang fotografer yang mengambil gambar ini merasa heran dengan tingkah laku induk onta di sebuah kolam tempat minum binatang di sebuah lapang. Induk onta ini berendam di dalam kolam sedang disampingnya anaknya mendekam menunggu.

Selang tak berapa lama induk onta bangkit demikian pula anaknya, lalu keduanya saling mendekat, yang ternyata induk onta menyusui anaknya tersebut dengan segera.

Sang fotografer lalu menanyakan tingkah laku hewan ini kepada Orang Badui yang memilikinya, lalu Orang Badui tersebut berkata :
"Bahwa induk onta ini berendam supaya susunya menjadi dingin, setelah sekian lama berkelana di padang yang panas. Sehingga setelah terasa dingin dengan segera ia bangkit lalu menyusui anaknya sehingga anak onta terasa nyaman, merasakan susu dingin di tengah padang yang panas".
Maka Maha Benar Allah telah berfirman dalam Surat Al-Ghasyiah ayat 17 :
ﺃﻓﻼ ﻳﻨﻈﺮﻭﻥ ﺇﻟﻰ ﺍﻹﺑﻞ ﻛﻴﻒ ﺧﻠﻘﺖ
Maka apakah kamu sekalian tidak memperhatikan bagaimana onta itu diciptakan ?
Tidaklah setiap penciptaan dari Allah kecuali padanya ada keajaiban-keajaiban yang menjadikan manfaat bagi mereka yang mau mempelajari.
Wallahu Ta'ala A'lam.
Sumber FP ﻧﺎﻓﺬﺓ
Share:

Saturday, 8 July 2017

Viral, Rumah Kades Jujur Ini Dirobohkan Warganya Sendiri


Kepala Desa Cisolok Cikahuripan Kabupaten Sukabumi, Jaro Midun kaget bukan kepalang saat istrinya menelepon dan mengabarkan bahwa rumahnya dirobohkan warga, Jumat (6/7/17).
Kepala Desa ini bergegas menuju rumahnya untuk memastikan apa yang sebenarnya terjadi. Sesampainya di halaman rumah, Kades Cikahuripan itu bingung seraya menghambur menemui kerumunan warga yang sedang membongkar kediamannya. Iapun menanyakan alasan warga mengapa mereka membongkar rumahnya.
Salah seorang warga, sebut saja Ujang, pun menjelaskan jika inisiatif mereka merobohkan rumah Sang Kades, karena prihatin melihat kondisi rumah kediaman kepala desa yang sudah tidak layak huni. Ujang dan kawan kawan sengaja tidak memberitahukan niat mereka itu ke Jaro Midun.
“Kami mengumpulkan sejumlah warga dan diam-diam mendatangi rumah Midun. Tanpa banyak bicara, kami pun merobohkannya dan terus dilanjutkan untuk merenovasinya,” demikian Ujang memberikan keterangan.
Ujang menuturkan, awal keprihatinan warga muncul saat mereka bersilaturahim ke kediaman Kades, hari kedua lebaran lalu. Saat bersilaturahim itulah hujan deras turun dan warga pun menyaksikan rumah tersebut bocor disana-sini, nyaris di setiap sudut bagian rumah.
Saat beberapa warga mencoba membetulkan atap yang bocor, ternyata beberapa bagian kayu penopang atap sudah lapuk yang nyaris runtuh. Menurut Ujang, mereka dan kawan-kawan mengaku sedih dan terharu, kades yang banyak berjuang untuk menyejahterakan warganya, malah kediamannya sendiri nyaris roboh dan tidak layak huni.
Rumah Kepala Desa yang juga kader PKS Kabupaten Sukabumi ini di demo warga dan dirobohkan karena kesederhanaan dan kejujurannya.
Midun mengaku hanya bisa pasrah karena saat dirinya datang, aksi itu sudah berlangsung. Ia mengaku terharu dan sangat menghargai upaya warganya yang bergotong-royong memperbaiki rumah kediamannya, termasuk urunan pendanaan. Kini sementara rumahnya belum selesai di renovasi, Midun sekeluargapun terpaksa menumpang di rumah tetangganya.
Lelaki yang merupakan Kepala Desa (Kades) Cikahuripan, Kecamatan Cisolok Kabupaten Sukabumi itu menghadiri acara resepsi pernikahan warganya, saat kejadian tersebut.
Sudah ratusan rumah warga yang tidak layak huni direnovasi berkat upaya kades menggedor bantuan dari pemerintah pusat dan provinsi. Namun justru Ia tidak memedulikan kondisi rumahnya sendiri.

  

Sahabat Jaro Midun lainnya, Yedi, menuturkan jika kades merupakan orang yang sangat memedulikan kemajuan desanya serta kesejahteraan warganya. Sejak sebelum adanya dana desa dari pemerintah pusat, Midun sangat aktif mengajukan proposal pembangunan infrastruktur desa.

Yedi menyebut program irigasi desa, jalan desa, bedah rumah untuk warga miskin, serta memperjuangkan pelabuhan pendaratan ikan untuk kemudahan usaha nelayan di desanya. Sayangnya, perjuangan Midun membantu nelayan terbentur oleh kebijakan Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti terkait moratorium pembangunan pelabuhan perikanan.

Artikel ini viral di media sosial. Artikel diambil di Sini
Share:

Monday, 3 July 2017

Heboh, Remaja di Enrekang Hamil Dua Jam, Melahirkan Langsung Ucap Salam.


Aparat kepolisian dari Polres Kabupaten Enrekang,  Sulawesi Selatan, menyelidiki kabar seorang gadis yang melahirkan bayi ajaib. Gadis itu dikabarkan mengandung bayinya hanya dalam tempo beberapa jam sebelum melahirkan. Tidak hanya itu, bayi yang dilahirkannya langsung dapat berucap salam. 

"Iya, kabar itu sangat heboh. Kami sudah kirim beberapa anggota, baik dari Bhabinkamtibmas, Reserse Kriminal maupun dari Intel beberapa hari yang lalu," kata Kapolres Enrekang, AKBP Ibrahim Aji saat dikonfirmasi Minggu, 2 Juli 2017. 

Ibrahim mengatakan pihaknya telah mewawancarai Utjie Ramadani, ibu dari bayi ajaib yang menghebohkan warga Kabupaten Enrekang. "Namun saat ini, informasi itu belum bisa kita ekspose, karena masih perlu dilakukan investigasi mendalam terkait hal tersebut," katanya.

Selain itu, ujar Ibrahim, pihaknya tidak bisa serta-merta menginvestigasi karena kejadian itu bersifat delik aduan yang prosesnya tergantung pada aduan yang masuk. "Kita harus terima laporan dulu untuk bisa melakukan investigasi lebih mendalam. Apalagi ini sangat sensitif," katanya. 

Untuk saat ini, aparat kepolisian hanya mengamankan lokasi sekitar kediaman Utjia Ramadani di Dusun Penja, Desa Karueng, Kecamatan Enrekang, Kabupaten Enrekang, Sulawesi Selatan.

"Karena banyak warga yang mau lihat dan bertemu ibu dan bayi itu," ucap Ibrahim. 

Sebelumnya, masyarakat Kabupaten Enrekang, Sulawesi Selatan, dihebohkan kabar seorang remaja yang tiba-tiba mengandung dan dalam tempo dua jam. Bahkan, dia langsung melahirkan. Tidak hanya itu, bayi yang dilahirkan remaja berusia 19 tahun itu dikabarkan langsung dapat mengucapkan salam. 

Remaja tersebut bernama Utjie Ramadani. Kabar ini tersiar dari mulut ke mulut sejak Kamis, 29 Juni 2017. Akibatnya, kediaman remaja itu di Dusun Penja, Desa Karueng, Kabupaten Enrekang, Sulawesi Selatan, ramai dikunjungi warga.

Artikel asli di Sini
Share:

Sunday, 2 July 2017

KISAH NYATA SEORANG DOKTER SETELAH IKTIKAF DI MESJID 3 HARI



Sejak pulang dari itikaf di masjid selama tiga  hari bersama jamaah dakwah, dokter Agus menjadi pribadi yang berbeda. Sedikit-sedikit bicaranya Allah, sedikit-sedikit bicaranya Rasulullah.

Cara makan dan cara tidurnya pun berbeda, katanya itulah cara tidur Nabi shallallahu 'alaihi wasallam.

Rupanya, pengalaman itikaf dan belajar di masjid betul-betul berkesan baginya. Ada semangat baru.

Namun beliau juga jadi lebih banyak merenung. Dia selalu teringat-ingat dengan kalimat yang dibicarakan amir jamaah. 

“Obat tidak dapat menyembuhkan, yang menyembuhkan adalah Allah.

Obat bisa menyembuhkan berhajat kepada Allah, karena sunnatullah. 

Sedang Allah menyembuhkan, tidak berhajat melalui obat. 

Allah bisa menyembuhkan dengan obat atau bahkan tanpa obat.

Yang menyembuhkan bukanlah obat, yang menyembuhkan adalah Allah.”

Dia-pun merenung, bukan hanya obat, bahkan dokter pun tidak punya upaya untuk memberi kesembuhan. Yang memberi kesembuhan adalah Allah. 

Sejak itu, sebelum memeriksa pasiennya, ia selalu bertanya.

“Bapak sebelum ke sini sudah izin dulu kepada Allah?” atau “Sudah berdoa meminta kesembuhan kepada Allah?” atau “Sudah lapor dulu kepada Allah?"

Jika dijawab belum (kebanyakan memang belum), beliau meminta pasien tersebut mengambil air wudhu, dan shalat dua rakaat di tempat yang telah disediakan

Jika memberikan obat, beliau pun berpesan dengan kalimat yang sama. “Obat tidak bisa menyembuhkan, yang menyembuhkan adalah Allah. Namun berobat adalah sunnah dari Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam dan sebagai ikhtiar dan sunnatullah, agar Allah mau menyembuhkan”.

Ajaib! banyak pasien yang sembuh.

Jika diperiksa dengan ilmu medis, peluang sehatnya hampir tidak ada, ketika diberikan terapi “Yakin” yang diberikan beliau, menjadi sehat.

Pernah ada pasien yang mengeluh sakit, beliau minta agar orang tsb. untuk shalat dua rakaat (minta ampun dan minta kesembuhan kepada Allah), ketika selesai shalat pasien tersebut langsung merasa sehat dan tidak jadi berobat. 

Rudi, Asistennya bertanya, kenapa dia langsung sembuh? 
Dr. Agus katakan, bisa jadi sumber sakitnya ada di hati, hati yang gersang karena jauh dari Allah. 

Efek lain adalah pasiennya pulang dalam keadaan senang dan gembira. Karena tidak hanya fisiknya yang diobati, namun batinnya pun terobati. 

Hati yang sehat, membuat fisik yang kuat. Dan sebaik-baik obat hati adalah Dzikir, Al-Quran, Wudhu, Shalat, Do'a dan tawakal pada Allah.

Pernah ada pasien yang jantungnya bermasalah dan harus dioperasi. 

Selain “Yakin”, beliau juga mengajarkan terapi cara hidup Rasulullah. Pasien tersebut diminta mengamalkan satu sunnah saja, yaitu sunnah tidur. Sebelum tidur berwudhu, kalau bisa shalat dua rakaat, berdoa, berdzkir, menutup aurat, posisi kanan adalah kiblat, dan tubuh miring ke kanan.

Seminggu kemudian, pasien tersebut diperiksa. Alhamdulillah, tidak perlu dilakukan operasi. Allah telah memberi kesembuhan atasnya.

Ada juga pasien yang ginjalnya bermasalah. Beliau minta agar pasien tersebut mengamalkan sunnah makan dan sunnah di dalam WC. Makan dengan duduk sunnah sehingga posisi tubuh otomatis membagi perut menjadi 3 (udara, makanan, dan air). Kemudian buang air kecil dengan cara duduk sunnah, menguras habis-habis kencing yang tersisa dengan berdehem 3 kali, mengurut, dan membasuhnya dengan bersih. 

Seminggu kemudian, saat diperiksa ternyata Allah berikan kesembuhan kepada orang tersebut.

Rudi pernah sedikit protes. Sejak melibatkan Allah, pasiennya jadi jarang bolak-balik dan berisiko mengurangi pendapatan beliau.
Namun Dr. Agus katakan bahwa rezeki adalah urusan Allah. Dan beliau jawab dengan kalimat yang sama dengan redaksi yang berbeda, bahwa “Sakitnya pasien tidak dapat mendatangkan rezeki, yang memberi rezeki adalah Allah. Allah juga bisa mendatangkan rezeki tanpa melalui sakitnya pasien”.

Enam bulan berikutnya seorang pasien yang pernah sembuh karena diminta shalat oleh beliau, datang ke klinik, mengucapkan terima kasih, dan berniat mengajak dokter serta asistennya umroh bulan depan. 

Dr. Agus kemudian memanggil Rudi ke dalam ruangan. Sebenarnya beliau tahu bahwa Rudi ingin:  sekali berangkat umrah. Namun kali ini beliau ingin bertanya langsung dengannya.

“Rudi, bapak ini mengajak kita untuk umrah bulan depan, kamu bersedia?”

Rudi tidak menjawab, namun matanya berbinar, air matanya tampak mau jatuh.
“Sebelum menjawab, saya izin shalat dulu pak,” ucapnya lirih. Ia shalat lama sekali, sepertinya ini shalat dia yang paling khusyu'.

Pelan, terdengar dia terisak-isak menangis dalam doanya.
------
Demikian mudah-mudahan kisah yang di bagikan membawa banyak manfaat, Silahkan di SHARE..!

Dr. Agus Thosin, SpJP (Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah) praktek di RSAI Bandung
Share: