Saturday, 28 May 2022

WAHDAH INSPIRASI ZAKAT MAJENE SALURKAN BANTUAN BAGI WARGA TERDAMPAK BANJIR MALUNDA

 


Hujan dengan intensitas tinggi dan berlangsung lama pada hari Kamis, 26 Mei 2022 yang berlangsung mulai pukul 15.30 s.d 20.00 WITA menyebabkan banjir dan longsor di beberapa Desa di Kec. Malunda Kab. Majene. Banjir menyebabkan 6 rumah dan puluhan ternak hanyut, ada sekitar 513 rumah terendam banjir serta kerusakan saluran air bersih di desa kayu angin.

Hari pertama pasca banjir, Tim Wahdah Peduli (WP) Majene dan Wahdah Inspirasi Zakat (WIZ) Majene melakukan assesment awal ke lokasi bencana banjir untuk memperoleh data terkini terkait dampak dari bencana banjir bagi warga Malunda. Tim mengunjungi sejumlah titik di Desa yang terdampak banjir.

Pada hari ini, 28 Mei 2022 tepatnya hari kedua pasca banjir, Tim menyalurkan bantuan berupa makanan jadi yang siap disantap untuk memenuhi kebutuhan makanan di pengungsian. Selain itu Wahdah Peduli juga saat ini menyiapkan bantuan logistik bagi warga terdampak bencana banjir Malunda untuk nantinya akan segera disalurkan.

Saat tim mengunjungi warga yang terdampak banjir, mereka sangat menyambut baik dan berterima kasih atas bantuan yang disalurkan, ujar Mursalin salah seorang tim Wahdah Peduli Majene.

Alhamdulillah kepedulian kita untuk membantu saudara kita yang terdampak banjir di Malunda cukup besar terbukti dengan maraknya penggalangan dana dan bantuan yang dilakukan berbagai kalangan, seperti mahasiswa, komunitas-komunitas, dan warga secara umum melalui pengurus Masjid atau lembaga sosial keummatan. 

Semoga saudara-saudara kita yang terdampak banjir diberi kesabaran dan dapat mengambil hikmah di balik musibah ini sebagaimana musibah gempa bumi yang juga melanda Malunda sekitar 2 tahun lalu.


Mari ringankan beban saudara kita dengan mengirimkan donasi melalui


▶️ Rekening Donasi

BRI 746901014304536

a.n WIZ Majene

Share:

Thursday, 12 May 2022

Halal Bihalal, Tradisi Tahunan untuk Menjaga Silaturrahim



 

Tradisi Halal Bihalal pertama kali dilaksanakan di masa revolusi kemerdekaan. Indonesia yang terancam karena kedatangan Belanda mendorong sejumlah tokoh menghubungi Soekarno pada bulan Ramadan tahun 1946.

Pertemuan itu dilakukan untuk memohon agar Soekarno bersedia di hari raya Idul Fitri yang jatuh pada bulan Agustus menggelar pertemuan dengan mengundang seluruh komponen revolusi. Tujuannya adalah agar lebaran menjadi ajang saling memaafkan dan menerima keragaman dalam bingkai persatuan dan kesatuan bangsa.

Presiden Soekarno menyetujui dan dibuatlah kegiatan halal bihalal yang dihadiri tokoh dan elemen bangsa sebagai perekat hubungan silaturahmi secara nasional. Sejak saat itu, tradisi halal bihalal dikenal dan kini tetap dilestarikan oleh masyarakat Indonesia saat lebaran.

Hari ini, halal bihalal menjadi sangat popular dilaksanakan diseluruh pelosok negeri. Salah satunya di Desa Sendana, Kabupaten Majene Propinsi Sulawesi Barat.

Momen lebaran Idul Fitri 1443 H kali ini di Palipi Sendana turut dimeriahkan  dengan diselenggarakannya kegiatan Halal Bihalal oleh Remaja Masjid Jami’An-Nur Palipi Sendana pada hari Selasa, 10 Mei 2022.

Kegiatan Halal Bihalal ini dilaksanakan dengan mengusung tema “Menjalin Silaturrahim, Saling Memaafkan dan Kembali Suci di Hari Raya Idul Fitri” dengan menghadirkan Ustadz Sudirman Suhdi, M.Pd sebagai penceramah.

Dalam ceramahnya, Sudirman menyampaikan pentingnya untuk saling memaafkan agar persaudaraan atau silaturrahim bisa tetap terjaga sehingga kita keluar dari bulan ramadhan menjadi priibadi yang kembali suci sebagaimana bayi yang baru lahir.

Sementara itu, ketua panitia, Muh. Ismu Faqih mengatakan bahwa kegiatan Halal Bihalal ini bisa menjadi momen silaturrahim dan pertemuan dengan warga desa.



“momen sekali setahun ini kita harapkan bisa menjadi momen silaturahhim bagi seluruh warga Desa Sendana, termasuk warga yang banyak merantau ke daerah lain” tutur Faqih (10/05/2022).

Lebaran Idul Fitri memang selalu menjadi momen bagi warga yang merantau untuk pulang kampung berkumpul dengan keluarga, termasuk warga desa Sendana.

Rahmat Sophyan

Share: