Klik disini

Wednesday, 23 December 2020

DKI Jakarta Raih Penghargaan TOP Digital Awards 2020

 

Jakarta kota digital!

Alhamdulillah, DKI Jakarta kembali meraih penghargaan, kali ini dari TOP Digital Awards 2020 pada hari Selasa (22/12). Kita memenangkan penghargaan untuk tiga kategori, yaitu Top Digital Implementation 2020 on Province Government Level Stars 5, Top Digital Transformation Readiness 2020 dan Top Leader on Digital Implementation 2020.

Kami bersyukur dan berterima kasih atas penghargaan Top Digital Awards 2020 kepada Pemprov DKI Jakarta. Ini merupakan hasil dari kerja kolosal dan kolaborasi banyak pihak di balik layar yang terlibat dalam membangun ekosistem digital Jakarta.

Kita semua menyadari bahwa adanya pandemi dan krisis yang kita rasakan ini sesungguhnya adalah perubahan yang dipercepat. Alat yang biasa kita gunakan sehari-hari kini dimanfaatkan secara optimal dalam komunikasi jarak jauh untuk mencegah penularan. Transformasi digital terjadi di mana-mana dan itu artinya kita harus siap mengantisipasi perubahan tersebut. 

Kami di DKI Jakarta membangun super-app JAKI, Jakarta Kini untuk meintegrasikan seluruh data yang kami miliki dalam satu aplikasi digital yang dapat diakses di mana saja-kapan saja.

Kami juga meluncurkan program JakWIFI agar seluruh kegiatan yang kini mengandalkan koneksi internet dapat terjangkau oleh seluruh masyarakat

Di sisi lain, transformasi digital juga kami lakukan di dalam jajaran agar sistem administrasi birokrasi dapat lebih mudah, lebih cepat dan mengedepankan prinsip good governance seperti transparan dan akuntabel.

Ke depan, transformasi digital akan terus kami lakukan dengan kebijakan berbasis kolaborasi. Kami ingin melibatkan seluruh masyarakat yang memiliki ide, gagasan, inovasi terbaik untuk berpartisipasi aktif dalam membangun kota Jakarta. Sehingga visi untuk Jakarta yang maju kotanya dan bahagia warganya adalah visi bersama yang dicapai bersama-sama.



Sumber: fp Anies Baswedan

Share:

Saturday, 5 December 2020

ALAMI PENUAAN DINI LANGKA, BALITA 4 TAHUN SEPERTI 80an TAHUN


 

Pasangan muda Lovelu Hossain dan Tripti Khatun dari ini melahirkan bayi mungil yang tampan 4 tahun lalu dengan nama Bayezid Hossain di Magura bangladesh. Tampak seperti bayi pada umumnya yang lucu dan tampan serta sehat tidak kurang suatu apa. Hingga 3 bulan kemudian mulai terjadi hal yang sangat tidak diinginkan.

Memasuki usia 3 bulan mulai tampak ada yang aneh pada pertumbuhannya.Sebuah penyakit kulit penuaan Dini yang sangat langka menyerang bayi mungil ini. Kulitnya yang awalnya lembut berangsur menjadi layu dan seperti kulit orang tua saja meskipun usia sesungguhnya masih balita.

Penyakit Penuaan Dini yang disinyalir lebih dari 8 kali lipat percepatannya membuat kulitnya mendadak keriput, kering dan tidak seperti kulit Bayi pada umumnya. Wajahnya yang imut-imut berubah cepat menjadi seperti wajah kakek-kakek yang berusia 80 tahun atau lebih. Hingga kini masih menjadi bahan penelitian para ahli medis di pemerintahan bangladesh tentang penyakit Penuaan Dini i yang langka ini.

Keluhan lain yang terjadi pada Bayezid Hossan ini adalah rasa sakit karena bengkak di bagian wajah dan beberapa anggota tubuh lainnya. Sendi-sendi pada tubuh Bayezid juga mengalami sakit seperti persendian orang tua pada umumnya. Selain itu Boyazid mengalami kesulitan dalam Buang Air Besar setiap saat.

Bahkan sejak usia 3 bulan dan sudah memiliki Gigi yang lengkap, itupun berangsur dengan cepat mengalami penuaan tulang sehingga saat ini di usia 4 tahun sudah hampir semua Giginya tanggal karena keropos dalam waktu cepat. Begitu yang diungkapkan dengan sangat sedih oleh Trpti Khatun ibu nya.

Diagnosa Dokter dalam kasus Penuaan Dini Boyazid ini sebagai penyakit Progeria. Sebuah Penyakit Penuaan Dini yang sangat langka dan paling berbahaya yang pernah ada. Analisa lain yang didapat dari kasus ini adalah, Anak-anak dengan kondisi seperti ini dianggap tidak akan bisa hidup lebih dari usia 13 tahun. Sungguh sangat mengharukan kisah yang dialami keluarga muda ini.

Sampai saat ini berjalan, belum dapat dipastikan apa saja yang menyebabkan Penyakit Penuaan Dini langka ini bisa menyerang anak-anak. Masih menjadi bahan penelitian bukan saja di negara bangladesh tetapi banyak dokter peneliti dari negara-negara maju lain yang datang untuk ikut ambil bagian dalam penelitian Boyazid ini. 

Selain Penyakit Penuaan Dini Progeria, Boyazid juga disinyalir memiliki bentuk Kutis Laxa yang merupakan gangguan jaringan ikat langka hingga menyebabkan kulit berkeriput, berlipat seperti menggantung dan akibat-akibat penuaan lainnya. Kepasrahan yang didapat dari keluarga ini sungguh sangat luar biasa, termasuk bagaimana Boyazid kecil hampir tidak pernah mengeluhkan kondisinya sekarang ini.

Sang Ayah, Hossain bahkan sebisanya tidak membahas penyakit ini kepada banyak orang lain. rasa canggung dan malunya dia tutupi dengan kebesaran hati untuk menerima semua kenyataan yang terjadi. Kebesaran ini yang selalu ia tularkan kepada istri tercintanya mengenai kekurangan buah hatinya Boyazid. Sangat memilukan melihat anak tercintanya tidak mendapatkan kesenangan seperti anak-anak pada umumnya.

Pada awal dulu penyakit Penuaan Dini ini berjalan, teman-teman kecil Boyazid merasa takut bermain dengannya, meskipun pada akhirnya mereka mengerti dengan sosialaisi bahwa penyakit ini tidak akan menular kepada kawan-kawannya. bahkan Boyazid juga sudah diterima dengan baik untuk masuk sekolah di usianya sekarang ini.

sumber

Share:

Anies Baswedan Ditunjuk Jadi Wakil Ketua Dewan Pengarah C40 Cities



Bersama Gubernur Tokyo,
Koike Yuriko
, Anies Baswedan mendapatkan amanah sebagai Wakil Ketua Dewan Pengarah
C40 Cities
.
"Kami berdua akan bekerja sama dengan Ketua Dewan Pengarah C40 Cities, Anne Hidalgo (Walikota Paris) dan para pemimpin kota C40 Cities lainnya dalam upaya pemulihan pasca pandemi COVID-19 dan menghadapi dampak perubahan iklim" papar Anies di akun Facebook miliknya.

C40 merupakan jaringan 97 kota besar dunia, merepresentasikan 700 juta penduduknya, dan kira-kira seperempat dari perekonomian dunia. Dengan kolaborasi dan inovasi, para pemimpin kota C40 berkomitmen untuk mewujudkan Perjanjian Paris dan menekan kenaikan temperatur global di bawah 1,5 derajat, melalui cara-cara ramah lingkungan dan berkeadilan.
Jakarta bangga menjadi bagian dari C40 dan berkomitmen untuk terus memperluas jangkauan C40 untuk bekerja sama dengan kota-kota lainnya, mendorong kebijakan aksi iklim yang sesuai Perjanjian Paris. Apalagi dalam beberapa bulan terakhir pandemi ini, kita melihat banyak peluang kolaborasi dengan anak muda, sektor swasta, pemerintah pusat maupun lembaga swadaya masyarakat.
Pemprov DKI Jakarta
sendiri telah mencanangkan beberapa Kegiatan Strategis Daerah terkait transportasi, pengurangan sampah dan pengelolaan lingkungan yang berkontribusi pada pengendalian dampak perubahan iklim.

artikel asli
Share: