Sunday, 13 September 2020

Idealita Ummat Islam



Kalau kita melihat dalam Al Qur’an maka paling minimal ada tiga kondisi ideal yang seharusnya dimiliki umat Islam dimana kondisi ideal tersebut telah dimiliki dan dilaksanakan oleh para pendahulu-pendahulu kita (para Salafusshshaleh).
A.     Ummat yang Terbaik(Khairah ummah)
Sebagaimana yang disebutkan dalam
QS. Ali Imran : 110
110.  Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma'ruf, dan mencegah dari yang munkar, dan beriman kepada Allah. sekiranya ahli Kitab beriman, tentulah itu lebih baik bagi mereka, di antara mereka ada yang beriman, dan kebanyakan mereka adalah orang-orang yang fasik.

Yang dimaksud dengan kalimat Kuntum dalam ayat tersebut adalah para sahabat. Jadi Allah telah melegitimasi kebaikan dari para sahabat, artinya merekalah yang paling baik dan paling benar pemahaman keislamannya, serta paling benar pengamalannya. Itulah sebabnya, manhaj keislaman kita adalah manhaj salaf. Dalam ayat ini disebutkan 3 sifat utama yang menyebabkan para sahabat itu dikatakan ummat yang terbaik, yaiyu:
1.      Mereka memiliki semangat melakukan amar ma’ruf. Aktifitas mereka senantiasa dalam koridor amar ma’ruf.
2.      Mencegah dari kemungkaran. Jiwa mereka tidak pernah tenang melihat kemungkaran, olehnya itu mereka berbuat untuk mencegah kemungkaran.
3.      Mereka beriman kepada Allah.
Tiga sifat inilah yang menyebabkan mereka direkomendasikan dan diakui oleh Allah sebagai ummat yang terbaik.
B.      Ummat yang Pertengahan
Mereka dikatakan sebagai ummat yang ideal karena mereka menjadi ummat yang wasathan (pertengahan/moderat).
QS. Al Baqarah : 143
143.  Dan demikian (pula) kami Telah menjadikan kamu (umat Islam), umat yang adil dan pilihan[95] agar kamu menjadi saksi atas (perbuatan) manusia dan agar Rasul (Muhammad) menjadi saksi atas (perbuatan) kamu. dan kami tidak menetapkan kiblat yang menjadi kiblatmu (sekarang) melainkan agar kami mengetahui (supaya nyata) siapa yang mengikuti Rasul dan siapa yang membelot. dan sungguh (pemindahan kiblat) itu terasa amat berat, kecuali bagi orang-orang yang Telah diberi petunjuk oleh Allah; dan Allah tidak akan menyia-nyiakan imanmu. Sesungguhnya Allah Maha Pengasih lagi Maha Penyayang kepada manusia.

[95]  umat Islam dijadikan umat yang adil dan pilihan, Karena mereka akan menjadi saksi atas perbuatan orang yang menyimpang dari kebenaran baik di dunia maupun di akhirat.

Karena itu, dengan kriteria umat seperti ini mereka menjadi saksi nanti
Minimal ada 5 sifat moderat ummat terdahulu, yaitu :
a.     Antara dunia dan akhirat
Jadi tidak ada di antara dua negeri ini ( dunia dan akhirat) yang dilebihkan. Tidak boleh berat sebelah di antara keduanya dan inilah yang disebutkan dalam
QS. Al Qashash: 77
77.  Dan carilah pada apa yang Telah dianugerahkan Allah kepadamu (kebahagiaan) negeri akhirat, dan janganlah kamu melupakan bahagianmu dari (kenikmatan) duniawi dan berbuat baiklah (kepada orang lain) sebagaimana Allah Telah berbuat baik, kepadamu, dan janganlah kamu berbuat kerusakan di (muka) bumi. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berbuat kerusakan.

Ayat ini turun karena adanya sebagian sahabat yang mau lebih mengutamakan akhiratnya. Ada orang yang hanya mau menghabiskan waktunya untuk hari akhirat, hanya mengerjakan amalan2 persiapan akhirat lalu menelantarkan atau tidak mengambil bagian dari dunianya maka Allah menegur mereka dengan ayat ini. Jadi kalau mendahulukan akhirat saja atau lebih berat kepada kehidupan akhirat saja ini ditegur oleh Allah apalagi orang yang lebih mendahulukan dunianya, padahal akhirat itu lebih baik dari kehidupan dunia.
Banyak hadis- hadits yang akan kita sebutkan tentang orang orang yang ditegur oleh Rasulullah karena melebih-lebihkan dunianya.
Dalam sejarah sebelum islam, dikenal dua kelompok yng sangat ekstrim dalam memahami kehidupan dunia. Kelompok yang pertama yakni golongan yahudi lebih berat pada sisi dunianya. Kelompok  kedua yakni kaum nasrani lebih berat pada sisi akhiratnya dan menafikan kepentingan dunia sehingga muncul pola hidup kependetaan. Padahal seharusnya kita menjadi menjadi orang yang rabbaniyah bukan menjadi orang yang rahbaniyyah, seperti yang dijelaskan dalam sebuah buku yang berjudul ( Rabbaniyyatun laa Rahbaniyyatun)
b.     Antara material dan spritual
Mereka pertengahan dalam memperhatikan atau memenuhi unsur material dan spritual, hal-hal yang sifatnya fisik dan hal-hal yang sifsatnya ruhiyah.
c.     Antara kepentingan individu dan sosial masyakat.
Diantara contoh- contoh yang disebutkan dalam sejarah tentang pola hidup sosial yakni Rasulullah sendiri rela meminjam untuk membantu sahabatnya yang kesusahan, demikian pula perhatian beliau terhadap keluarga dan terhadap diri sendiri. Beliau bangun pada tengah malam dan juga membangunkan keluarganya, sampai membangunkan menantunya Ali bin Abi Thalib.
d.     Tidak (ekstrim)berlebih- lebihan dan tidak terlalu memudah-mudahkan.
Misalnya dalam hal berinfaq, mereka tidak kikir dan tidak pula boros. Dalam QS. Al Furqan: 67 disebutkan salah satu sifat ‘ibadurrahman, mereka membelanjakan hartanya tidak kikir dan tidak boros, mereka wasath diantaranya.

C.    Ummat yang Satu
QS. Al Anbiyaa’: 92
92.  Sesungguhnya (agama Tauhid) Ini adalah agama kamu semua; agama yang satu[971] dan Aku adalah Tuhanmu, Maka sembahlah Aku.

[971]  Maksudnya: sama dalam pokok-pokok kepercayaan dan pokok-pokok Syari'at.

QS. Al Mu’minun : 52

52.  Sesungguhnya (agama Tauhid) ini, adalah agama kamu semua, agama yang satu[1006], dan Aku adalah Tuhanmu, Maka bertakwalah kepada-Ku.

[1006]  lihat surat Al Anbiya ayat 92.

Yang dimaksud dalam ayat di atas adalah para sahabat, mereka adalah ummat yang solid, ummat yang satu dalam hal :
a.   Aqidah
Aqidah para sahabat adalah aqidah yang satu yakni aqidah ahlussunnah wal jama’ah
b.   Pemimpin
Para sahabat satu dalam kepemimpinan setelah Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam muncul khalifah, dst sampai sistem kekhalifahan itu jatuh.
c.   Jama’ah
Tidak bermunculan jama’ah jama’ah, dimana setiap jama’ah itu mengklaim diri paling benar dan menyalahkan yang lain.
Itulah idealitas, kondisi ideal yang seharusnya dimiliki oleh ummat islam pada hari ini.
Share:

0 komentar:

Post a comment