Saturday, 4 November 2017

Ust Felix Siauw: Tentang Fitnah Dan Tuduhan Kajian Di Bangil


Dua hari sebelum acara di Bangil, saya sudah mendapat kabar ada ormas yang melaporkan saya ke polisi. Alasannya klasik, tuduhan dan fitnah, anti-NKRI, anti-Pancasila
Lebih lucu lagi, yang diangkat ormas yang melabeli diri paling toleran dan paling NKRI ini, saya ditolak karena pentolan HTI, padahal HTI sudah dibubarkan penguasa
Sehari setelahnya, saya mendapat kabar dari panitia, semua sudah clear. Pertemuan tokoh agama, bupati, dan pejabat terkait, memastikan acara kajian tetap berjalan
Maka saya pun berangkat ke tempat acara di hari Sabtu 04/11, sampai di Masjid Manarul Islam Bangil jam 08.00 dan ternyata disitu sudah dinanti oleh banyak sekali polisi
Ketika panitia menghantarkan sarapan, Kapolres Pasuruan memperkenalkan diri pada saya dan langsung meminta saya untuk diamankan di polres pasuruan
Saya bingung, tak memahami apapun, lalu bertanya kenapa? Polisi beralasan saya tidak mau menandatangani surat pernyataan sebagaimana disepakati
Lalu saya bertanya, lebih bingung. "Siapa yang menyepakati? Siapa yang membuat kesepakatan? Apa isi suratnya? Saya sama sekali tidak memahami hal itu
Ternyata polisi mengatakan bahwa ia ditekan ormas tertentu, yang meminta 3 pernyataan dari saya:
1) Mengakui ideologi Pancasila sebagai ideologi tunggal NKRI
2) Tidak akan menyebarkan ideologi Khilafah
3) Menyatakan keluar dari Hizbut Tahrir Indonesia

Bagi saya ini jelas-jelas sebuah jebakan, dan juga penghinaan. Sebab jika saya menandatangani, sama saja saya mengaku bahwa semua yang dituduhkan pada saya benar adanya
Lebih jauh lagi, siapa mereka hingga saya harus membuktikan sesuatu dengan surat pernyataan bermaterai? Belum lagi diksi pernyataannya yang sarat kesalahan
Sungguh lucu, memberikan kajian di Masjid sekarang perlu syarat 3 diatas, bukan lagi standarnya benar dalam menyiarkan Islam, bukan lagi sesuai dengan Al-Quran dan As-Sunnah
Tidak pula mau berdiskusi ilmiah, tidak juga menunjukkan cara yang intelek, tapi aksi di Masjid dengan kata-kata kotor dan juga sumpah serapah, naudzubillahi min dzalik
Felix Siauw 
Share:

Friday, 3 November 2017

Kedekatan Anies dengan Warga Miskin Jakarta


"Bertukar gagasan penataan kampung dengan teman-teman Jaringan Rakyat Miskin Kota. Hari ini kita memulai sebuah proses rembukan dengan warga. Terima kasih teman-teman yang sudah memfasilitasi pertemuan ini. Pentingnya ke depan pembangunan Jakarta ini dengan gotong royong. Ini jangan dijadikan pertemuan pamungkas, ini pertemuan pertama. Kita akan melihat masalah dari berbagai perspektif, baru kita lanjutkan ke pembuatan kebijakan" 
kutipan diatas adalah pernyataan gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan di laman fanspage Anies Baswedan yang diposting pada Rabu/11/2017 lalu.  dalam kutipan itu diserta dengan foto-foto bagaimana kedekatan Anies dengan masyarakat Jakarta dalam pertemuan dengan Jaringan Rakyat Miskin Kota. berikut foto-fotonya:




menanggapi foto tersebut, netizenpun tidak ketinggalan untuk berkomentar melihat kedekatan dan keakraban tersebut.

Share: