Monday, 14 August 2017

Siapa wali Allah itu..???



Wahai saudara-saudariku janganlah kita mempercayai/meyakini/mengamalkan segala sesuatu kecuali setelah kita ketahui bahwa hal tersebut sesuai dengan Al-Qur`an dan As-Sunnah,kalau ada dalilnya maka kita ambil,tapi kalau tidak ada maka kita tinggalkan sebagai bentuk pengamalan kita terhadap apa yang diperintahkan/dilarang oleh Allah dan RasulNya.

Dan salah satu perkara yang banyak tersebar dikalangan masyarakat adalah argumen bahwa jumlah wali Allah  terbatas dengan jumlah tertentu,tapi kalau kita telusuri,tidak ada dalil yang shahih/benar akan pembatasan jumlah tersebut,bahkan berkata Ibnu Taimiyah tentang pembatasan jumlah wali dengan jumlah tertentu misalnya 9,13,40,dan semisalnya,

فليس في ذلك شيء صحيح عن النبي صلى الله عليه وسلم

"Tidak ada hadits yang shahih dari Nabi shollallahu `alaihi wasallama tentang hal tersebut"lihat Al-Furqon Baina Auliyarrahman wa Auliyasy-syaithan:18

Dan bagaimana  mereka bisa dianggap sebagai wali Allah, padahal kalau kita lihat sejarah,sebagian mereka tidak shalat,atau tidak shalat jam`ah,atau hanya bertapa disuatu tempat tertentu,maka apakah benar mereka wali Allah?

Perlu diketahui bahwa wali ada dua:

Pertama:

Wali Allah,dan mereka telah jelas-jelas disebutkan oleh Allah tentang sifat-sifat mereka sehingga tidak bingung lagi untuk mengetahui siapa sebenarnya wali Allah yang hakiki,Allah berfirman;

أَلَا إِنَّ أَوْلِيَاءَ اللَّهِ لَا خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلَا هُمْ يَحْزَنُونَ  الَّذِينَ آمَنُوا وَكَانُوا يَتَّقُون لَهُمُ الْبُشْرَىٰ فِي الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَفِي الْآخِرَةِ ۚ لَا تَبْدِيلَ لِكَلِمَاتِ اللَّهِ ۚ ذَٰلِكَ هُوَ الْفَوْزُ الْعَظِيمُ

"Dan katahuilah bahwa para wali Allah tidak akan mendapatkan rasa takut terhadap yang mereka hadapi setelah kematian dan tidak bersedih terhadap apa yang mereka tinggalkan didunia dan mereka(sifat-sifat wali Allah tersebut adalah) mereka percaya pada Allah dan RasulNya serta mengikuti apa yang dibawa oleh Rasul dari sisi Allah,maka mereka akan mendapatkan kabar gembira didunia dan diakhirat dan sesungguhnya Allah tidak menyelisihi janjiNya dan itu merupakan kemenangan yang sangat agung "Q.s Yunus:72-64

Kedua:

Wali Syaithan yaitu orang-orang yang kafir pada Allah dan RasulNya,serta tidak mrngikuti apa yang disyariatkan oleh Allah,Allah berfirman;

إِنَّا جَعَلْنَا الشَّيَاطِينَ أَوْلِيَاءَ لِلَّذِينَ لَا يُؤْمِنُونَ

"Dan kami jadikan para syetan sebagai wali bagi orang-orang yang tidak beriman "Q.s Al-A`raaf:27
:
Dan jangan kita tertipu dengan kejadian yang mereka lakukan diluar kemampuan manusia biasa seperti bisa terbang,bisa berjalan diair,atau bisa keka`bah langsung tanpa naik pesawat karena mereka dibawa terbang oleh syetan,dan yang melakukan hal tersebut ada dua kemungkinan sebagaimana disebutkan oleh Syaikh Muhammad Al-Imam;

(1)Seorang yang belum mengetahui tipu daya syetan atasnya dan semisalnya,dan terkadang syetan datang kepadanya dan mengaku malaikat utusan dari Allah,atau Jin yang shalih yang mesti membantunya dalam kebaikan,maka ini berbahaya karena syetan tersebut menuntutnya untuk menjadi tukang sihir,mengaku nabi l,dst.

(2)Dibawa oleh syetan karena dia merupakan pembantu mereka,seperti tukang sihir,agar mereka terkenal dikalangan manusia bahwa dia orang mempunyai karamah,lihat Al-Majmul-Tsamiin fi Ahkamir Ruqo,wal-Jin,wasy-Syaithon 35

✍🏻 Al Ustadz Abu Bakr Rofi -hafidzohullahu-

Ma'bar, Yaman
===================
Share:

0 komentar:

Post a Comment

Blog Archive