Klik disini

Wednesday, 9 August 2017

Menyaksikan langsung, FBr ini kagum pada Sandeq


Sandeq adalah jenis perahu layarbercadik yang telah lama digunakan melaut oleh nelayan Mandar atau sebagai alat transportasi antar pulau. Ukuran Sandeq bervariasi, dengan lebar lambung berkisar antara 0,5 - 1,5 meter dan panjang 5 - 15 meter, dengan daya angkut mulai dari beberapa ratus kilogram hingga 2 ton lebih, bentuknya yang ramping menjadikannya lebih lincah dan lebih cepat dibandingkan dengan perahu layar lainnya. Nama Sandeq berasal dari bahasa Mandar yang berarti runcing. Perahu ini sangat masyhur sebagai warisan kebudayaan bahari Masyarakat Mandar, Provinsi Sulawesi BaratIndonesia. Sebelum penggunaan motor (mesin), Sandeq menjadi salah satu alat transportasi antar pulau paling dominan sebab selain licah dan cepat, sandeq juga dapat berlayar melawan arah angin, yaitu dengan teknik berlayar zigzag (dalam bahasa Mandar disebut sebagai "Makkarakkayi"). Setiap tahun diadakan lomba perahu Sandeq di Sulawesi Barat. Sebenarnya nelayan Mandar membuat banyak jenis perahu baik ukuran kecil maupun besar, namun Sandeq satu satunya perahu yang sepenuhnya menggunakan tenaga angin dan masih digunakan di Sulawesi Barat saat ini.
Sandeq, perahu tradisional Mandar merupakan warisan leluhur sebagai sarana para nelayan untuk mencari ikan di laut sebagai mata pencaharian, sebagai sarana transportasi para pedagang pada masa silam mengarungi lautan untuk menjual hasil bumi.
Perahu Sandeq, mempunyai ciri khas yang membedakan dengan kebanyakan perahu bercadik lainnya.
Sandeq yang menjadi kebanggaan masyarakat Mandar, selain ia memiliki bentuk yang elok nan cantik dengan panjang kurang lebih 9 – 16 meter dengan lebar 0,5 – 1 meter, dikiri-kanannya dipasang cadik dari bambu sebagai penyeimbang ,mengandalkan dorongan angin yang ditangkap layar berbentuk segitiga  , mampu dipacu hingga kecepatan 15 – 20 Knot atau 30 – 40 Km perjam .. Sehingga sebagai perahu layar yang tercantik dan tercepat juga mampu menerjang ombak yang besar sekalipun.
Keunikan pada perahu sandeq telah membuat faceboker asal  Ambon bernama Febri Manuel merasa sangat kagum. Ia menyaksikan langsung manufer sandeq pada acara HUT kota Majene.  Berikut status ungkapan kekagumannya yang kami kutip dari facebook. 
Kemarin saya mengupload foto perahu Sandeq dengan membubuhi sedikit penjelasan bahwa perahu itu adalah perahu tradisional tercepat didunia.. dan, dikendarai oleh para pelaut Suku Mandar yang punya skil luar biasa.. kali ini saya memberikan bukti kata2 saya kemarin..

ceritanya, perahu di dalam foto ini sedang bermanufer memutar 360 derajat dalam ajang Lomba Segi Tiga menjelang HUT kota Majene.. semua perahu dalam posisi ini wajib melakukannya.. beresiko memang karena akan berpengaruh pada tiang layar tidak kuat menahan kerasnya angin menerpa layar.. namun, ini soal keberanian.. ini soal skil.. ini soal harga diri.. Cahaya Reski melakukan itu.. drama itu terjadi didepan saya.. perhatikan laki2 baju biru di ujung perahu dan laki2 berbaju orange.. mereka berdua luar biasa.. terbang dari kanan perahu ke kiri perahu hanya menggunakan seutas tali untuk menyeimbangkan layar yang sudah menyentuh air laut.. mengingatkan saya pada film kartun Tarzan dan Spyderman.. sungguh mereka ini luar biasa..

Penasaran pastinya bukan..? 


Share:

0 komentar:

Post a comment

Blog archive