Klik disini

Thursday, 17 August 2017

Menjernihkan Pikiran

Ilistrasi:*gagasanriau.com
Pikiran yang bersih akan membuat dunianya menjadi bersih, pikiran kotor akan menjadikan dunia kotor bagi pemilik pikiran itu. Renungkanlah bagaimana pikiran mengonstruksi pandangan kita mengenai dunia dan orang disekitar kita. Bila isi pikiran kita mengandung rasa curiga terhadap segala hal, maka semua hal yang ada disekitar kita adalah ancaman. Jika berisi cinta dan kebajikan, maka apapun yang ada disekitar kita akan bernilai baik, sekalipun itu adalah sebuah bencana. Orang yang isi pikirannya optimisme, tidak ada hal yang dapat membuatnya gagal. Bila berisi pesimisme, semua hal yang tidak menguntungkan adalah kegagalan. Dan kegagalan biasanya lebih banyak disebabkan oleh isi pikiran yang gagal daripada kegagalan itu sendiri.
Yang harus dicatat adalah bahwa cognitif setting (isi pikiran) kita akan membentuk mental setting (kepribadian) kita. Dunia dan orang yang ada disekitar kita adalah yang sebagaimana adanya, pikiran kitalah yang membuat semuanya menjadi berbeda-beda. Pemahaman dan persepsi kita mengenai orang lain, akan menetukan seperti apa orang itu bagi kita. Bila isi pikiran kita jelek maka itu sama saja dengan kendi emas yang berisikan kotoran, sekalipun wadahnya adalah emas, tetapi yang dikeluarkannya adalah kotoran. Hati-hati dengan pikira anda!
Untuk dapat hidup dengan baik maka seseorang harus menata pikirannya. Ia harus berani melakukan revolusi berfikir jika mengetahui ada sesuatu yang salah. Hanya perubahan pikiranlah yang dapat mengubah dunia. Ia harus berani mengevaluasi cara berfikirnya, harus berani membersihkan pikirannya. Pikiran kita berisi sedemikian banyak konsep, teori, pendapat dan asumsi yang kemudian membentuk peta kita tentang orang disekeliling kita maupun dunia disekitar kita. Oleh karena itu, peta itulah yang harus kita perbaiki untuk mendapat gambaran yang tepat. Cara terbaik untuk menjernihkan pikiran adalah mengenali peta  pikiran kita, baik isinya maupun cara berfikir. Peta yang salah akan membuat kita tersesat dalam hutan belantara permasalahan.
Perhatikanlah, yang membedakan antara satu orang dengan orang yang lain bukanlah posisi, kedudukan, kekayaan atau ketampanan. Namun pikiranlah yang membedakan mereka. Tampak banyak orang disekitar kita memiliki tugas yang bagus, punya kedudukan yang terhormat dan harta yang melimpah tetapi memiliki pikiran seperti layaknya bukan orang yang terhormat.
Banyak juga bukan dari golongan orang yang berpunya, tapi memiliki pikiran yang baik. Baik tidaknya seseorang antara lain ditentukan dari bagaimana dia berfikir (memandang) dunia yang ada disekitarnya. Ramana Maharshi, tokoh hindu terkenal pada abad ke-20, berujar (sebagaimana yang dilakukan oleh para nabi dan rasul jauh sebelumnya), “ semua kitab suci tanpa kecuali mengajarkan bahwa jalan untuk mencapai keselamatan hanyalah menundukkan pikiran pada kebenaran”


)* Manajemen Kecerdasan, Taufik Pasiak.
Share:

0 komentar:

Post a Comment

Blog Archive