Saturday, 12 August 2017

9 kali kalah perang perang salib, ini cara baru kaum nasrani menumbangkan kaum muslimin




Secara istilah invasi pemikiran atau penjajahan pola fikir itu adalah sarana (salah satu sarana) selain sarana militer yang digunakan oleh musuh-musuh Islam. Jadi invasi pemikiran ini adalah salah satu alat/sarana bukan militer yang digunakan oleh musuh-musuh Islam dengan dua sasaran yaitu untuk menghilangkan ciri keislaman dan Untuk membiarkan/menggeser ummat Islam untuk ber[egang teguh kepada agamanya


Jika kita membaca shirah kapan munculnya al ghazwul fikr ini dan apa penyebabnya, dari sejarah kita lihat Ghazwul fikr ini muncul ketika kaum nasrani mengalami kekalahan beruntun dalam peristiwa perang salib.  Kita bisa bayangkan mereka kalah 9 x berturut-turut. 9 x perang salib yang besar senantiasa di menangkan oleh kaum muslimin. Bahkan pernah Khalid bin Walid radhiyallahu ‘anhu memimpin pasukan kaum muslimin melawan pasukan Romawi yang terkenal kebanyakan dari merekaadalah kaum nasrani, beliau membawa 3000 personil melawan 100.000 orang kaum nasrani. Khalid bin walid berhasil mengalahkan mereka. Jadi karena kekalahan demi kekalahan kaum nasrani ini dalam perang salib, maka mulailah bermunculan pernyataan-pernyataan dari para misionaris tentang apa strategi yang seharusnya kita lakukan.
1.      Gleed Stones, mantan perdana menteri Inggris mengatakan:”percuma memerangi umat Islam, kita tidak akan mampu menguasainya selama Al Qur’an masih berada di dada pemuda-pemuda Islam, tugas kita kini adalah mencabut Al Qur’an dari hati mereka baru kita menang dan menguasai mereka.”
Karenanya salah satu dari tujuan dari ghazwul fikr ini adalah menjauhkan dari Al Qur’an dan ini merupakan target dan sasaran utama dari taktik ini.  
2.      Raja Louis IX yaitu panglima perang salib ke 7 dikalahkan di Al Manshurah, ketika dia kalah, dia membuat suatu pernyataan, “setelah menempuh perjalanan panjang, segalanya telah menjadi jelas bagi kita bahwa, tentu mengalahkan kaum muslimin dengan jalan peperangan adalah sesuatu yang mustahi karena mereka memiliki manhaj yang jelas dan tegak di atas konsep jihad fi sabilillah. Dengan manhaj ni mereka tidak akan pernah mengalami kekalahan dalam perang militer. Karena itu barat harus menempuh jalan lain, bukan jalan militer. Yaitu jalan ideologi.” Inilah yan dimaksud dengan ghazwul fikr, dengan mencabut simpul manhaj ini dan menjauhkannya dari kekuatan, kemarahan, semangat dan keberanian yang muncul kuat pada ghazwul askari.
Caranya tidak lain yaitu dengan menghancurkan konsep-konsep dasar Islam dengan berbagai ta’wil taktik di tengah-tengah ummat.
3.      Samuel Marinus Zener, supervisor dan penanggung jawab kristenisasi /misionaris Amerika, penah dikecam dalam sebuah pertemuan. Dia dikatakan tidak berhasil dalam menjalankan misi ini, dianggap gagal dalam seminar pertanggungjawaban dalam pelaksanaan kristenisasi di seluruh dunia Islam maka dianggap bahwa Samuel telah gagal dalam menjalankan misinya. Maka apa perkataannya ketika dikatakan gagal?,”meskipun telah banyak uang yang telah dihamburkan dan tenaga yang digerakkan namun tidak seorangpun umat Islam yang masuk kristen , tetapi tujuan kita bukan untuk mengkristenkan umat Islam. Ini tidak akan sanggup kita lakukan tetapi target kita adalah menjauhkan kaum muslimin dari Islam. Ini yang harus kita capai awalaupun mereka tidak bergabung dengan kita.” Artinya tetp nama agamanya Islam tetapi pola fikirnya bukan pola fikir Islam, pola hidup mereka sudah bukan pola hidup Islam. Kalau kita melihat rujukan-rujukan maka kita akan mendapati terdapat banyak pernyataan-pernyataan tentang ghazwul fikr tentang mengalihkan at takhik. Takhkit mengalihkan kaum muslimin dari agamanya ini yang muaranya disebut dengan ghazwul fikr. Inilah taktik peperangan yang betul-betul berhasil, yang melumpuhkan kaum muslimin.

Share:

0 komentar:

Post a comment

Blog archive