Saturday, 26 August 2017

Perbincangan seorang murid dengan Kiyai

Seorang jama'ah berbincang dengan seorang Kiyai

_"Kyai, saya tidak mau ikut pengajian ini lagi"_

_"Apa alasannya?"_, tanya Sang Kiyai.

_"Saya lihat di pengajian ini perempuannya suka bergosip, laki-lakinya munafik, pengurusnya cara hidupnya tidak benar, jama'ahnya sibuk dengan hpnya, dsb"_

_"Baiklah. Tapi sebelum kau pergi, tolong lakukan sesuatu untukku. Ambil segelas penuh air dan berjalanlah mengelilingi dalam masjid ini tanpa menumpahkan setetes air sekalipun ke lantai. Setelah itu engkau bisa meninggalkan masjid ini seperti keinginanmu."_

_"Itu mudah sekali!"_

Diapun melakukan apa yang dimintakan Sang Guru Sufi, sementara pengajian sedang berlangsung.

Setelah selesai, dia berkata kepada Sang Guru Sufi bahwa dia siap untuk pergi.

_"Sebelum kau pergi, ada satu pertanyaan. Ketika kau tadi berjalan keliling dalam masjid, apa engkau mendengar orang bergosip, melihat orang munafik, melihat orang sibuk dengan hpnya ?"_

_"Tidak."_

_"Engkau tahu mengapa?"_

_"Tidak."_

_"Karena engkau fokus pada gelasmu, memastikan tidak tersandung dan tidak ada air yang tumpah."_

Begitupun dengan kehidupan kita. *Ketika kita mengarahkan pandangan kita kepada Nur Allah yang kita imani*, maka :

• *Kita tidak akan punya waktu untuk melihat kesalahan orang lain*

• *Kita tidak akan punya waktu untuk menilai dan mengkritik orang lain.*

• *Kita tidak akan punya waktu untuk bergosip ria dengan orang lain*

• *Kita akan menolong orang lain dan fokus pada langkah kita menggapai Nur-Nya*

Direndahkan tidak mungkin jadi sampah, disanjung tidak mungkin jadi rembulan.

Maka jangan risaukan omongan orang, sebab setiap orang membacamu dengan pemahaman dan pengalaman yang berbeda.

Teruslah melangkah selama engkau di jalan yang benar, meski terkadang kebaikan tidak selalu dihargai.

Tidak usah repot-repot menjelaskan tentang dirimu, sebab yang menyukaimu tidak butuh itu dan yang membencimu tidak percaya itu.

Hidup bukan tentang siapa yang terbaik, tapi tentang siapa yang mau berbuat baik.

Jika dizhalimi orang jangan berpikir untuk membalas dendam, tapi berpikirlah cara membalas dengan kebaikan.

Jangan mengeluh, teruslah berdoa dan ikhtiar. Sibukkan diri dalam kebaikan hingga keburukan lelah mengikutimu.


Share:

Thursday, 24 August 2017

Insiden bendera terbalik di SEA GAMES, Ini nasehat penting Erdogan


Insiden bendera terbalik di Sea Games 2017 di Kuala Lumpur ternyata menarik perhatian Erdogan. Presiden yang dikenal tegas ini mengeluarkan komentar yang dahsyat.
Ia mengatakan, Malaysia dan Indonesia harus hidup rukun sebagai saudara serumpun. Terlebih kedua negara tersebut adalah pilar negara muslim di kawasan Asia Tenggara.
"Indonesia, Malaysia dan Brunei adalah 3 negara yang penduduknya mayoritas muslim di Asia Tenggara, yang masuk dalam bidikan Amerika dan sekutunya. Kaum kafir seperti mereka akan melakukan segala cara demi mencapai cita-cita," tegas Erdogan.

Kekhawatiran Erdogan bukan tanpa alasan. Pangkalan militer Amerika Serikat sudah mengepung Indonesia, Malaysia dan Brunei.

"Insiden bendera terbalik hendaknya diselesaikan secara kekeluargaan. Jangan sampai kalian menjadi seperti negara-negara Arab yang kini mudah di adu domba Amerika dan kroni-kroninya. Ingat, pangkalan militer Amerika sudah mengepung kalian," sambung Erdogan.

Seperti diketahui, Erdogan dikenal sangat aktif dalam upaya mempersatukan negara-negara Islam di dunia.

Nasehat Erdogan ini berdasarkan data dokumen rahasia NSA yang terbongkar baru-baru ini. Di dalam dokumen tersebut, dipaparkan secara gamblang apa-apa saja yang sudah dilakukan pasukan khusus AS dan sekutunya di Asia Tenggara.

Artikel Asli
Share:

Monday, 21 August 2017

Fikih Qurban




Berqurban merupakan ibadah yang sangat dianjurkan didalam agama Islam, sunnah Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam dan termasuk juga syiar Islam yang agung.

Syariat qurban cukup fenomenal bagi umat Islam karena tersimpan didalamnya sebuah sejarah yang selalu diulang-ulang dalam berbagai kesempatan, sejarah yang mengandung banyak pelajaran berharga.

Disini kami tidak akan berbicara tentang sejarah tersebut, tetapi kami ingin memaparkan hukum-hukum seputar qurban. Semoga menambah ilmu dan semoga kita bisa mengamalkan sunnah yang mulia ini. Berikut hukum-hukum seputar qurban:

A. Definisi Udhhiyyah (Qurban)

Dalam bab “udhhiyyah” seorang ulama bernama Al-‘Ashma’i mengatakan: ” Ada empat penggunaan bahasa dalam hal ini yaitu udhhiyyah ( ﺃﺿﺤﻴّﺔ), idhhiyyah ( ﺇﺿﺤﻴّﺔ), dhohiyyah ( ﺿﺤﻴّﺔ ) dan adhhah (ﺃﺿﺤﺎﺓ )”

Imam Ash-Shon’ani berkata: “Seakan akan hal ini diambil dari nama waktu yang disyariatkan padanya menyembelih hewan qurban tersebut. Karena itu, hari tersebut dinamakan sebagai hari menyembelihan (adha)”.

Secara istilah udhhiyyah (qurban) adalah binatang ternak yang disembelih pada hari raya haji dan hari-hari tasyriq dalam rangka mendekatkan diri kepada Allah”

B. Disyariatkannya Udhhiyyah (Qurban)

Qurban disyariatkan berdasarkan al-Quran, As-Sunnah dan Ijma’. Adapun Al-Quran adalah firman Allah:

ﻭﺍﻟﺒﺪﻥ ﺟﻌﻠﻨﻬﺎ ﻟﻜﻢ ﻣﻦ ﺷﻌﺎﺋﺮ ﺍﻟﻠﻪ ﻟﻜﻢ ﻓﻴﻬﺎ ﺧﻴﺮ

Artinya “Dan unta-unta itu kami jadikan untukmu bagian dari syiar agama Allah, kamu banyak memperoleh kebaikan padanya” (QS. Al-Hajj:36).

Juga firman Allah Ta’ala:

ﻓﺼﻞّ ﻟﺮﺑّﻚ ﻭﺍﻧﺤﺮ

Artinya “Maka dirikanlah shalat karena Rabbmu, dan berkurbanlah” (QS. Al-Kautsar:2)

Adapun dari As-Sunnah, diriwayatkan dari Anas bin Malik Radhiyallahu Anhu “Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam menyembelih dua ekor kambing kibas yang gemuk lagi bertanduk dan menyembelihnya dengan tangannya. Beliau menyebut nama Allah dan bertakbir, serta meletakkan kakinya pada leher hewan sembelihannya itu” (Muttafaqun Alaih).

Syaikh Abdullah bin Abdurrahman bin Soleh Ali Bassam Rahimahullah berkata: ” Kaum muslimin berijma’ atau sepakat atas disyariatkannya penyembelihan hewan qurban ini”

C. Hukum Udhhiyyah (Qurban)

Ulama berbeda pendapat dalam masalah ini:

Pertama: Qurban adalah wajib bagi orang yang mampu dan berkelapangan. Ini adalah pendapat Rabiah, Al-Auzai, Abu Hanifah, Al-Laits, dan sebagian ulama malikiyah.

Kedua: Qurban adalah sunnah muakkadah, dan ini adalah pendapat mayoritas ulama : Abu Bakar, Umar, Bilal, Abu Mas’ud al-Badri, Said bin Al-Musayyab, ‘Alqamah, Al-Aswad, ‘Atha’, Malik, Ahmad, Abu Yusuf, Ishaq, Abu Tsaur, Al-Muzanni, Ibnul Mundzir, Daud dan ulama yang sependapat dengan mereka.

Imam Taqiyudin Abu Bakr bin Muhammad Al-Husaini Al-Hishni Ad-Dimasyqi Asy-Syafii Rahimahullah berkata ” Berkurban adalah sunnah muakkadah dan syiar yang tampak. Seyogyanya bagi yang mampu untuk menjaganya”

Syaikhul Islam Ibnu taimiyah Rahimahullah berkata : ” Berkurban lebih afdhol daripada bersedekah dengan sejumlah uang dari harganya, Apabila seseorang memiliki harta sebagai sarana mendekatkan diri kepada Allah maka hendaknya untuk berqurban”

D. Waktu Penyembelihan Kurban

Ibnul Mundzir Rahimahullah berkata :” Para ulama sepakat, tidak boleh menyembelih hewan kurban sebelum terbit fajar pada hari raya kurban”.

Namun ulama berbeda pendapat tentang waktunya apabila fajar telah terbit. Berikut pandangan para ulama:

1. Asy-Syafii, Daud, Ibnul Mundzir dan lainnya berpendapat waktunya adalah ketika telah terbit matahari dan telah berlalu sepanjang kadar mengerjakan salat id dan dua khutbah, apabila melaksanakan kurban setelah itu maka kurbannya sah, sama saja baik imam sudah selesai salat id maupun belum, yang berkurban ikut salat id maupun tidak, penduduk kota maupun desa, imam sudah memulai menyembelih hewan kurban maupun belum.

2. Abu hanifah dan Atho’ berpendapat masuk waktunya bagi penduduk kampung atau dusun adalah apabila telah terbit fajar kedua, dan masuk waktunya bagi penduduk kota apabila imam sudah melaksanakan salat id dan khutbah, apabila berkurban sebelum itu maka tidak diperbolehkan.

3. Imam Malik berpendapat tidak sah berkurban kecuali setelah imam salat, khutbah dan menyembelih

4. Imam Ahmad berpendapat tidak boleh berkurban sebelum salat id dan diperbolehkan setelah salat id walaupun imam belum menyembelih.
Dari sekian pendapat maka yang paling tepat bahwa masuknya waktu berkurban adalah setelah salat -bagi yang mengerjakan salat id- dan tidak disyaratkan setelah imam berkurban. Dari Anas bin Malik Radhiyallahu Anhu, ia berkata:Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda :”Barang siapa menyembelih sebelum shalat, maka ia menyembelih untuk dirinya sendiri. Barangsiapa menyembelih setelah salat, maka telah sempurna kurbannya dan itu sesuai dengan sunnah Kaum Muslimin” (Muttafaqun Alaih)

E. Akhir Waktu Menyembelih Qurban

Ulama berbeda dalam beberapa pendapat berikut ini:

1. Imam Asy-Syafii berpendapat bahwa diperbolehkan berkurban dihari raya kurban dan tiga hari setelahnya atau dikenal dengan hari tasyriq (tanggal 11,12, dan 13 dzulhijjah) dan ini pendapat Ali bin Abi Thalib, Jubair bin Muth’im, Ibnu Abbas, ‘Atha’, Al Hasan al-Bashri, Umar bin Abdul Aziz, Sulaiman bin Musa Al-Asady, Makhul, Daud Adz-dzahiri dan lainnya

2. Imam Abu Hanifah, Imam Malik dan Imam Ahmad berpendapat bahwa diperbolehkan berkurban di hari raya kurban dan dua hari setelahnya (tanggal 11 dan 12 dzulhijjah), dan pendapat ini dari Umar bin Khaththab, Ali, Ibnu Umar dan Anas bin Malik.

F. Menyembelih Hewan Qurban Di Malam Hari

Dalam hal ini ulama juga berbeda pendapat, menurut Imam Asy-Syafii diperbolehkan namun makruh, dan ini juga pendapat Abu Hanifah, Ahmad, Ishaq, Abu Tsaur dan jumhur ulama. Adapun pendapat yang masyhur dalam madzhab Imam Malik dan para pengikutnya dan juga riwayat lain dari Imam Ahmad bahwa tidak diperbolehkan berqurban dimalam hari.

G. Hewan Yang Diqurbankan Dan Umurnya

Binatang ternak yang sah dijadikan sebagai qurban hanyalah sapi, kambing dan unta. Hal ini mengacu pada firman Allah:

ﻭﻟﻜﻞّ ﺃﻣّﺔ ﺟﻌﻠﻨﺎ ﻣﻨﺴﻜﺎ ﻟﻴﺬﻛﺮﻭﺍ ﺍﺳﻢ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻰ ﻣﺎ ﺭﺯﻗﻬﻢ ﻣﻦ ﺑﻬﻴﻤﺔ ﺍﻷ ﻧﻌﺎﻡ

Artinya: “Dan bagi tiap-tiap ummat telah kami syariatkan penyembelihan (qurban), supaya mereka menyebut nama Allah terhadap binatang ternak yang telah dirizkikan Allah kepada mereka”. (QS. Al-Hajj:34)

-Umur Sapi dan unta

Tidak diperbolehkan berkurban unta, sapi kecuali Al-musinnah yaitu Ats-Tsaniyah. Untuk Ats-Tsaniyah dari sapi Adalah yang telah berumur dua tahun dan memasuki tiga tahun. Ats-Tsaniyah dari unta yang telah berumur lima tahun dan memasuki tahun ke enam. Tidak sah kurban dengan umur yang di bawah itu pada kedua hewan tersebut berdasarkan hadis yang diriwayatkan Jabir Radhiyallahu Anhu, ia berkata, Rasulullah bersabda : “Janganlah kalian menyembelih kecuali Al-Musinnah, kecuali jika hal itu sulit bagi kalian maka sembelihlah jadz’ah dari biri-biri”.

– Umur Domba dan Kambing biasa

Tidak diperbolehkan pada domba kecuali Al-Musinnah yaitu Ats-Tsaniyah, adapun Ats-Tsaniyah pada domba adalah yang berumur satu tahun dan memasuki tahun kedua, namun jika sulit mendapatkan Ats-Tsaniyah dari domba, maka dibolehkan jadz’ah -yaitu yang berumur enam bulan-. Rasulullah bersabda: Janganlah kalian berkurban kecuali dengan musinnah. Jika kalian sulit mendapatkannya, maka sembelihlah jadz’ah (umur 6 bulan) dari domba”. ( HR. Muslim)

Adapun kambing biasa, maka umur yang sah untuk dijadikan kurban adalah Ats-Tsaniyah yaitu yang berumur satu tahun dan memasuki tahun kedua atau lebih. Untuk jadz’ah -yanf berumur enam bulan- dari kambing biasa tidak dapat dijadikan hewan kurban.

H. Cacat Pada Hewan Qurban

-Cacat yang menyebabkan tertolaknya hewan kurban

Ada empat cacat yang menyebabkan tertolaknya hewan kurban yaitu: 1. Cacat matanya yang jelas cacatnya, 2. Sakit yang jelas sakitnya, jika sakit ringan tetap sah 3. Pincang yang jelas pincangnya seperti putus atau patah kakinya, 4. Kurus yang tidak ada dagingnya.

Hal ini berdasarkan hadis yang diriwayatkan dari al-Bara’ bin ‘Azib, Rasulullah bersabda: “Ada empat cacat yang tidak sah sebagai hewan kurban: buta matanya yang jelas kebutaannya, sakit yang jelas sakitnya, pincang yang jelas pincangnya, dan kurus yang tidak ada dagingnya”. (HR. An-Nasai, Ibnu Majah dan Imam Ahmad)

-Cacat pada hewan yang masih sah untuk berkurban

Cacat hewan yang masih sah untuk berkurban yaitu:1. Terpotong telinganya atau bagian darinya, 2. Patah tanduknya atau sebagian besar darinya, 3. Al-Hatma’ (hewan yang tidak memiliki gigi), 4. Al-Batra'(yang terpotong ekornya), 5. Al-Jad’a’ (yang terpotong hidungnya), 6. Hewan yang dikebiri

I. Boleh Berqurban dengan Betina Maupun Jantan

Imam Taqiyuddin Al-Husaini Al Hishni Asy-Syafii Rahimahullah berkata: ” Ketahuilah tidak ada perbedaan antara jantan dan betina dalam kebolehan berqurban apabila dua duanya sudah berumur”

J. Ketentuan Untuk Sapi, Unta dan Kambing

Seekor unta untuk 10 orang dan seekor sapi untuk 7 orang. Dari Ibnu Abbas radhiyallahu’anhu beliau mengatakan,

ﻛُﻨَّﺎ ﻣَﻊَ ﺭَﺳُﻮﻝِ ﺍﻟﻠَّﻪِ – ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ – ﻓِﻰ ﺳَﻔَﺮٍ ﻓَﺤَﻀَﺮَ ﺍﻷَﺿْﺤَﻰ ﻓَﺎﺷْﺘَﺮَﻛْﻨَﺎ ﻓِﻰ ﺍﻟْﺒَﻘَﺮَﺓِ ﺳَﺒْﻌَﺔً ﻭَﻓِﻰ ﺍﻟْﺒَﻌِﻴﺮِ ﻋَﺸَﺮَﺓً

”Dahulu kami penah bersafar bersama Rasulullah shallallahu ’alaihi wa sallam lalu tibalah hari raya Idul Adha maka kami pun berserikat sepuluh orang untuk qurban seekor unta. Sedangkan untuk seekor sapi kami berserikat sebanyak tujuh orang.” (HR. Ibnu Majah)

Adapun kambing hanya untuk satu orang (mengatasnamakan serta pembiyaannya), namun pahalanya boleh diniatkan untuk keluarga. Dari Atha’ bin Yasar, ia bertutur: Saya pernah bertanya kepada Abu Ayyub Al-Anshari radhiyallahu anhu ” Bagaimana pelaksanaan kurban kalian pada masa Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam? Jawabnya:

ﻛَﺎﻥَ ﺍﻟﺮَّﺟُﻞُ ﻓِﻲ ﻋَﻬْﺪِ ﺍﻟﻨَّﺒِﻲِّ ﺻَﻠَّﻰ ﺍﻟﻠﻪُ ﻋَﻠَﻴْﻪِ ﻭَﺳَﻠَّﻢَ ﻳُﻀَﺤِّﻰ ﺑِﺎﻟﺸَّﺎﺓِ ﻋَﻨْﻪُ ﻭَﻋَﻦْ ﺃَﻫْﻞِ ﺑَﻴْﺘِﻪِ

”Pada masa Rasulullah shallallahu ’alaihi wa sallam ada seseorang (suami) menyembelih seekor kambing sebagai qurban bagi dirinya dan keluarganya.” (HR. Ibnu Majah)

Dari hadis ini juga bisa ditarik kesimpulan bahwa patungan atau iuran lebih dari satu orang untuk pembiayaan satu ekor kambing tidak dinilai sebagai kurban.

K. Tempat Penyembelihan

Diperbolehkan menyembelih hewan kurban ditempat manapun yang ia sukai, namun dianjurkan di daerah yang ia tempati bukan diluar daerah. Juga disyariatkan menyembelihnya ditempat salat terutama seorang imam dikarenakan sebagai pemberitahuan bahwa penyembelihan sudah dibolehkan dan untuk mengajarkan kepada sebagian dari mereka tentang cara menyembelih hewan kurban. Diriwayatkan dari Ibnu Umar ia berkata, “Dahulu Nabi menyembelih hewan kurban di tempat salat.” (HR. Abu Daud)

L. Pemanfaatan Hewan Qurban

Mayoritas ulama menganjurkan untuk menyedekahkan sepertiganya, memberi makan sepertiganya dan ia makan beserta keluarganya sepertiganya. Daging hasil kurban boleh disimpan untuk dimakan dihari berikutnya.
Dari Salamah bin Al Akwa’ dia berkata; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Barangsiapa diantara kalian yang berqurban maka jangan sampai dia menjumpai subuh hari ketiga sesudah Ied sedangkan dagingnya masih tersisa walaupun sedikit.” Ketika datang tahun berikutnya maka para sahabat mengatakan, “Wahai Rasulullah, apakah kami harus melakukan sebagaimana tahun lalu ?” Maka beliau menjawab, “(Adapun sekarang) Makanlah sebagian, sebagian lagi berikan kepada orang lain dan sebagian lagi simpanlah. Pada tahun lalu masyarakat sedang mengalami kesulitan (makanan) sehingga aku berkeinginan supaya kalian membantu mereka dalam hal itu.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Bagi orang yang bernadzar qurban tidak diperbolehkan memakan dagingnya.

M. Jagal Tidak Diberi Upah Dari Hewan Sembelihan Qurban.

Tukang jagal tidak diberikan upah dari hewan qurban melainkan diberi upah dari harta yang lain. Jika ingin memberikan ke tukang jagal berupa hewan kurban dapat diberi sedekah daging kurban tapi bukan sebagai upah.

Dari Ali Radhiyallahu anhu, Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam memerintahkannya untuk mengurus unta kurbannya dan membagi bagikannya seluruhnya: dagingnya, kulitnya, dan isi perutnya, serta tidak diberikan kepada tukang potongnya sedikit pun. ”
Dalam riwayat lain, Ali radhiyallahu anhu berkata:”Kami memberikan upah kepada tukang potong itu dari harta kami.” (HR. Muslim)

N. Orang Yang Berkurban Atau Yang Mewakilinya Tidak Boleh Menjual Sesuatu Dari Anggota Tubuh Hewan Qurban

Mayoritas ulama diantaranya Imam Asy-Syafii dan Imam Ahmad melarang menjual sesuatu dari anggota badan hewan kurban, baik kulitnya, bulu, daging, tulang, maupun selainnya. Adapun Imam Abu Hanifah membolehkan menjual sesuatu dari hewan kurban dan menyedekahkan harganya, namun ini pendapat yang lemah. Syaikh Syihabuddin Abul Abbas Ahmad bin An-Naqib dalam kitab ‘Umdatussalik Wa ‘Uddatunnasik berkata: ” Kulit hewan kurban disedekahkan atau dimanfaatkan untuk sesuatu di rumah, tidak boleh menjualnya dan juga tidak boleh menjual dagingnya”

O. Perkara yang Harus Diperhatikan Oleh Orang Yang Hendak Berkurban

Seseorang yang ingin berqurban dan telah memasuki bulan dzulhijjah, maka dia tidak boleh mencukur rambutnya, memotong kukunya, atau mencabut kulitnya sampai ia menyembelih hewan kurbannya, berdasarkan hadits yang diriwayatkan dari Ummu Salamah Radhiyallahu Anhu, bahwa Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda:

ﺇﺫﺍ ﺭﺃﻳﺘﻢ ﻫﻼﻝ ﺫﻱ ﺍﻟﺤﺠﺔ ﻭﺃﺭﺍﺩ ﺃﺣﺪﻛﻢ ﺃﻥ ﻳﻀﺤﻰ ﻓﻠﻴﻤﺴﻚ ﻋﻦ ﺷﻌﺮﻩ ﻭﺃﻇﻔﺎﺭﻩ

“Apabila telah masuk bulan dzulhijjah, dan salah seorang di antara kalian ingin berkurban, maka hendaknya ia menahan diri dari (mencukur) rambutnya dan (memotong) kukunya. (HR. Muslim)

Apabila hal semua itu dilakukan maka hendaknya ia bertaubat dan tidak mengulangi kembali. Ia tidak didenda atas perbuatan itu dan tidak menghalanginya untuk berkurban.

P. Berkurban Untuk Si Mayit

Syaikh Abdullah bin Abdurrahman Alu Bassam membolehkan berkurban untuk si mayit, karena kurban hakikatnya seperti sedekah, dan para ulama sepakat atas kebolehan bersedekah untuk si mayit, serta pahalanya sampai kepadanya.

Q. Hukum Memberikan Daging Kurban Kepada Tetangga Non-Muslim

Dalam komisi tetap Untuk Fatwa Arab Saudi disebutkan bahwa diperbolehkan memberikan daging kurban kepada kafir mu’ahad (yang terikat perjanjian dengan kita untuk tidak saling mengganggu) atau yang tertawan. Boleh memberikannya karena ia fakir miskin, kerabat, tetangga atau untuk melunakkan hatinya.

Adapun kepada kafir harbi yang memusuhi dan memerangi kita) hendaknya tidak memberikan kepada mereka, karena yang harus kita lakukan justru menundukkan dan melemahkannya, serta tidak membantunya dengan memberikan sedekah, dan hukum ini berlaku pada sedekah-sedekah sunnah lainnya. Berdasarkan firman Allah:

ﻟَﺎ ﻳَﻨْﻬَﺎﻛُﻢُ ﺍﻟﻠَّﻪُ ﻋَﻦِ ﺍﻟَّﺬِﻳﻦَ ﻟَﻢْ ﻳُﻘَﺎﺗِﻠُﻮﻛُﻢْ ﻓِﻲ ﺍﻟﺪِّﻳﻦِ ﻭَﻟَﻢْ ﻳُﺨْﺮِﺟُﻮﻛُﻢْ ﻣِﻦْ ﺩِﻳَﺎﺭِﻛُﻢْ ﺃَﻥْ ﺗَﺒَﺮُّﻭﻫُﻢْ ﻭَﺗُﻘْﺴِﻄُﻮﺍ ﺇِﻟَﻴْﻬِﻢْ ﺇِﻥَّ ﺍﻟﻠَّﻪَ ﻳُﺤِﺐُّ ﺍﻟْﻤُﻘْﺴِﻄِﻴﻦ. ﺇِﻧَّﻤَﺎ ﻳَﻨْﻬَﺎﻛُﻢُ ﺍﻟﻠَّﻪُ ﻋَﻦِ ﺍﻟَّﺬِﻳﻦَ ﻗَﺎﺗَﻠُﻮﻛُﻢْ ﻓِﻲ ﺍﻟﺪِّﻳﻦِ ﻭَﺃَﺧْﺮَﺟُﻮﻛُﻢْ ﻣِﻦْ ﺩِﻳَﺎﺭِﻛُﻢْ ﻭَﻇَﺎﻫَﺮُﻭﺍ ﻋَﻠَﻰٰ ﺇِﺧْﺮَﺍﺟِﻜُﻢْ ﺃَﻥْ ﺗَﻮَﻟَّﻮْﻫُﻢْ ۚﻭَﻣَﻦْ ﻳَﺘَﻮَﻟَّﻬُﻢْ ﻓَﺄُﻭﻟَٰﺌِﻚَ ﻫُﻢُ ﺍﻟﻈَّﺎﻟِﻤُﻮن

“Allah tidak melarang kamu untuk berbuat baik dan Berlaku adil terhadap orang-orang yang tiada memerangimu karena agama dan tidak (pula) mengusir kamu dari negerimu, sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang Berlaku adil”. “Sesungguhnya Allah hanya melarang kamu menjadikan sebagai kawanmu orang-orang yang memerangi kamu karena agama dan mengusir kamu dari negerimu dan membantu (orang lain) untuk mengusirmu. Dan barangsiapa menjadikan mereka sebagai kawan, maka mereka itulah orang-orang yang zalim”. [QS. Al-Mumtahanah: 8-9]

Tentang kebolehan memberikan hewan kurban kepada Non-Muslim juga karena Nabi sallallahu’alaihi wa sallam memerintahkan Asma’ binti Abu Bakar radhiallahu’anha untuk menyambung ibunya dengan harta meskipun beliau dalam kondisi musyrik waktu genjatan senjata.”

Wallahu A’lam. Semoga tulisan ini bermanfaat

Oleh: Abul Fata Miftah Murod, Lc; 
Share:

Saturday, 19 August 2017

Heboh Paskibraka Mamuju!! honor 100 ribu. Makanan kiriman orang tua juga di palak


MAMUJU. Akun facebook Perwitasari Rakhmat, menulis status di berandanya yang mempertanyakan honor paskibra Mamuju hanya Rp 100 ribu. 
Tampaknya, Perwitasari keluarga seorang anggota Paskibra Mamuju 2017.
Tak hanya honor yang ia keluhkan.
Ia juga sangat menyesalkan tindakan panitia paskibra yang terkesan tidak bertanggungjawab dalam mengurus para paskibra.

"Helm yang sempat terbawa oleh paskibra yang boncengan temannya katanya dak usah dibwa kembali kerumah. Nanti disimpan panitia (red). Selesai tugasnya jadi Paskibra, hendak pulang dan tidak lupa meminta helmnya. Dengan entengnya panitia bilang hilang dan tidak ada yg mau bertanggung jawab," kesalnya.
Ia juga mempertanyakan sikap panitia karena selama paskibra di karantina orangtua dan saudara dari Paskibra yang datang bawa makanan, buah dan cemilan untuk anaknya tidak ada yang sampai.
"Kalau memang dak boleh, kenapa panitia ambil dengan bilang nanti disampaikan. Woii...komakan itu haramm nah," jelasnya dalam akun fecebook tersebut.
"Heran... beginikah tanggung jawab kalian??? Hey kalian, mana semua itu tanggung jawabmu hah???
Cari untungko kah??? Kutauko semua nah...bagus saya lapor dimanako???", tulisnya lagi
"Luar biasaaaaaa perbuatanmu semua. Tadinya kita bangga liat semangatnya Paskibra yang walaupun dalam proses pelatihan mereka banyak kekurangan, salah satunya kostum utk latihan dak ada sama sekali. Tapi kalau begini kenyataannya kebanggaan berubah jadi kekecewaan. Kasian penerus berikutnya takutnya dak ada lagi yang mau jadi Paskibra," tulis Perwitasari.
Share:

Friday, 18 August 2017

Cara Mudah "membunuh" orang



Dalam Hal-Hal Tertentu, Ada kemiripan antara katak dan manusia, beberapa otot keduanya mirip. Misalnya, otot betis keduanya memiliki asal, tempat perlekatan dan fungsi yang sama. Sebagian otot badan keduanya juga demikian. Organ-organ dalam keduanya juga hampir mirip. Oleh karena itu, mahasiswa kedokteran yang baru tahun pertama diajari anatomi katak sebelum diajari anatomi manusia. Jauh lebih murah biayanya dan lebih rendah resikonya dan jauh lebih mudah cara membedah katak daripada membedah manusia. Hitung-hitung, habis dipakai, katak ini bisa dijadikan makanan ikan atau ayam. Kalau ada yang mau dan berani, daging katak ini bisa menjadi gorengan yang empuk.
Dibeberapa bagian dunia, paha katak dijadikan sajian yang sangat lezat. Ekspor daging katak dari indonesia cukup besar. Tidak heran jika 400 spesies katak dinusantara, ada beberapa spesies yang telah punah karena diburu, dibunuh, dan diekspor. Ada lebih banyak katak di Papua dibandingkan dibagian barat nusantara. Tersedikit ada dikepulauan sunda kecil.
Membunuh katak itu gampang-gampang susah, kami diajari bagaimana membunuh katak dengan menikam bagian belakang leher hingga mencapai lubang tempat masuknya saraf-saraf dari tulang belakang ke kepala, dengan cara ini katak biasanya mati secara tiba-tiba. Satu tikaman menghasilkan satu tarikan nafas terakhir. Dengan cara ini, katak mati dengan cara kaget, tersiksa dan cenderung meronta. Beberapa kali terjadi katak melompat di dalam laboratorium dengan jarum yang menancap di belakang lehernya dan lolos melompat keluar ruangan. Adakalanya katak pura-pura mati setelah penikam dicabut dari lehernya.
Seorang kawan mengajari saya bagaimana membunuh katak, dijamin tidak ada perlawanan, kaget apalagi sampai lari melompat keluar ruangan. Alih-alih katak malah keenakan, padahal ia sedang dibunuh dan ia menikmati pembunuhan itu. Bagi katak, ini adalah cara mudah untuk mati. Mudah karena anda tidak perlu menikam di daerah foramen magnum-nya. Anda tidak perlu benda penikam atau benda tajam lainnya. Anda cukup memasukkannya kedalam kaleng berisi air dingin yang disukainya, perlahan-lahan anda panaskan kaleng itu, biarkan air dalam kaleng itu panas dan suhunya naik sedikit demi sedikit hingga mendidih, beberapa saat kemudian, lihatlah, katak sudah mati dan tanpa perlawanan sedikitpun. Ini adalah mati nyaman gaya katak.

“membunuh” dengan pujian

Dalam beberapa hal, kita kadang-kadang bertingkah seperti katak.. kita ‘dibunuh” tanpa kita sadari, bahkan matipun dalam keadaan tertawa, pada tempat dan suasana yang menyenangkan, diiringi kata-kata yang indah dengan acungan dua jari jempol. Saya sering memperhatikan bagaimana dua jari jempol yang biasanya digunakan untuk puji-pujian justru lebih tajam daripada sebilah belati. Pujian membuat kita terlena, bahkan jika diulang-ulang sampai beberapa kali maka kita akan melayang-layang tinggi.
Kebanyakan raja, tokoh atau pemimpin jatuh bukan karena kritik dari luar tetapi pujian yang berlebih-lebihan dari orang dekat. Apalagi jika pujian itu dikemas dengan sedikit kata-kata ilmiah nan palsu. Konon, Gus Dur sewaktu menjadi presiden pernah mengalami fenomena “pembunuhan katak” ini, ketika itu, ribuan orang sudah berkumpul didepan istana. Ketika ia bertanya kepada orang dekatnya, informasi yang diteria Gus Dur adalah hanya segelintir orang yang ada di depan istana. Ia kemudian mengabaikan demonstran itu. Walhasil, Gus Dur jatuh dan diganti oleh Megawati. Ir. Seokarno dalam masa-masa akhir jabatannya sebagai presiden juga mengalami fenomena pembunuhan katak. Seoharto pun, presiden yang hampir tak terjatuhkan bahkan jatuh karena fenomena pembunuhan katak yang dilakukan oleh orang-orang dekatnya. Ingatkah anda bagaimana salah seorang menterinya, orang yang mungkin paling dekat dengan keluarga Soeharto, menyampaikan bahwa seluruh rakyat indonesia masih mendukung Soeharto? Sementara fakta dilapangan menunjukkan bahwa semakin banyak orang yang tidak suka sama Soeharto.
Sudah menjadi tabiat manusia yang suka dengan puji-pujian. Semua orang cenderung tidak suka dikritik apalagi dimaki dan dikata-katai. Hati manusia lebih terharu pada pujian dibandingkan dengan kritikan, pengkritik umumnya dianggap musuh. Jika ada seseorang yang menyampaikan sesuatu yang tidak menyenangkan ditelinga, hampir sebagian besar dari kita merespon secara reaktif. Respon amygdala (bagian otak yang berurusan dengan emosi dan instink) mendahului respon cerebri (yang mengurusi nalar dan rasionalitas). Orang yang tidak terbiasa di kritik, reaktif atau tidak biasa berbeda pendapat, mengembangkan hubungan yang lebih kuat dan padat antara stasiun relai otak bernama Thalamus  menuju pusat emosi otak (amygdala), dibandingkan dengan pusat nalar dan rasionalitas (cortex cerebry). Joseph leDoux, seorang ahli otak yang penemuan-penemuannya menjadi dasar teori kecerdasan emosi dari Daniel Goleman, menyebutkan gejala ini sebagai pembajakan amygdala. Artinya, ketika kita menanggapi suatu masalah, rasionalitas dan nalar kita seringkali dibajak oleh emosi dan insting kita.
Pembajakan emosi itu melahirkan dua hal yang sangat kentara pada kebanyakan tokoh, raja atau pemimpin yang jatuh dari kekuasaannya. Pertama: mereka senang sekali dengan puji-pujian. Kedua: mereka reaktif terhadap kritikan atau masukkan yang tampak tidak menyenangkan. Tokoh, raja atau pemimpin seperti ini mengalami “pembunuhan katak” yang dialkukan segelintir orang dekat, kerabat, pembisik, ataupun pencari muka disekitar mereka.

)* Manajemen Kecerdasan, Taufik Pasiak.
Share:

Thursday, 17 August 2017

Menjernihkan Pikiran

Ilistrasi:*gagasanriau.com
Pikiran yang bersih akan membuat dunianya menjadi bersih, pikiran kotor akan menjadikan dunia kotor bagi pemilik pikiran itu. Renungkanlah bagaimana pikiran mengonstruksi pandangan kita mengenai dunia dan orang disekitar kita. Bila isi pikiran kita mengandung rasa curiga terhadap segala hal, maka semua hal yang ada disekitar kita adalah ancaman. Jika berisi cinta dan kebajikan, maka apapun yang ada disekitar kita akan bernilai baik, sekalipun itu adalah sebuah bencana. Orang yang isi pikirannya optimisme, tidak ada hal yang dapat membuatnya gagal. Bila berisi pesimisme, semua hal yang tidak menguntungkan adalah kegagalan. Dan kegagalan biasanya lebih banyak disebabkan oleh isi pikiran yang gagal daripada kegagalan itu sendiri.
Yang harus dicatat adalah bahwa cognitif setting (isi pikiran) kita akan membentuk mental setting (kepribadian) kita. Dunia dan orang yang ada disekitar kita adalah yang sebagaimana adanya, pikiran kitalah yang membuat semuanya menjadi berbeda-beda. Pemahaman dan persepsi kita mengenai orang lain, akan menetukan seperti apa orang itu bagi kita. Bila isi pikiran kita jelek maka itu sama saja dengan kendi emas yang berisikan kotoran, sekalipun wadahnya adalah emas, tetapi yang dikeluarkannya adalah kotoran. Hati-hati dengan pikira anda!
Untuk dapat hidup dengan baik maka seseorang harus menata pikirannya. Ia harus berani melakukan revolusi berfikir jika mengetahui ada sesuatu yang salah. Hanya perubahan pikiranlah yang dapat mengubah dunia. Ia harus berani mengevaluasi cara berfikirnya, harus berani membersihkan pikirannya. Pikiran kita berisi sedemikian banyak konsep, teori, pendapat dan asumsi yang kemudian membentuk peta kita tentang orang disekeliling kita maupun dunia disekitar kita. Oleh karena itu, peta itulah yang harus kita perbaiki untuk mendapat gambaran yang tepat. Cara terbaik untuk menjernihkan pikiran adalah mengenali peta  pikiran kita, baik isinya maupun cara berfikir. Peta yang salah akan membuat kita tersesat dalam hutan belantara permasalahan.
Perhatikanlah, yang membedakan antara satu orang dengan orang yang lain bukanlah posisi, kedudukan, kekayaan atau ketampanan. Namun pikiranlah yang membedakan mereka. Tampak banyak orang disekitar kita memiliki tugas yang bagus, punya kedudukan yang terhormat dan harta yang melimpah tetapi memiliki pikiran seperti layaknya bukan orang yang terhormat.
Banyak juga bukan dari golongan orang yang berpunya, tapi memiliki pikiran yang baik. Baik tidaknya seseorang antara lain ditentukan dari bagaimana dia berfikir (memandang) dunia yang ada disekitarnya. Ramana Maharshi, tokoh hindu terkenal pada abad ke-20, berujar (sebagaimana yang dilakukan oleh para nabi dan rasul jauh sebelumnya), “ semua kitab suci tanpa kecuali mengajarkan bahwa jalan untuk mencapai keselamatan hanyalah menundukkan pikiran pada kebenaran”


)* Manajemen Kecerdasan, Taufik Pasiak.
Share:

Wednesday, 16 August 2017

Kata putri Gus Dur, Ful Day School bukan konflik NU-Muhammadiyah


Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan akan menerapkan kebijakan penguatan karakter lewat sekolah lima hari. Namun, rencana itu mendapat hambatan salah satunya dari Nadhlatul Ulama (NU).

Anak dari Presiden keempat Indonesia Abdurrahman Wahid (Gus Dur), Yenny Wahid menegaskan bahwa penolakan Nahdlatul Ulama terhadap lima hari sekolah bukan karena Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Muhajdir Effendy berasal dari kalangan Muhammadiyah.

Yenny mengutarakan hal tersebut agar asumsi masyarakat tentang pertentangan antara NU-Muhammadiyah terkait tidak berlanjut.

"Ini bukan soal NU dan Muhammadiyah," kata Yenny usai membicarakan program lima hari sekolah dengan Muhadjir di kantor Kemdikbud, Jakarta, Selasa (15/8).

Yenny menjanjikan dirinya pun bakal membantu menjelaskan program penguatan karakter dalam lima hari sekolah yang digagas Muhadjir kepada warga NU.

Yenny mengutarakan hal tersebut usai membicarakan program penguatan karakter dengan Muhadjir.

"Dalam waktu dekat saya akan telepon-teleponan Dengan sekjen (NU)," tutur Yenny.

Yenny menjelaskan ayahnya telah mengukir sejarah dengan membuat hubungan NU dan Muhammadiyah menjadi lebih dekat. Yenny menceritakan, kala itu ayahnya dan tokoh Muhammadiyah, Ahmad Syafi'i Maarif berhasil mempererat hubungan kedua kelompok setelah mengalami kerenggangan selama Orde Baru.

Oleh karenanya, asumsi tentang adanya pertentangan antara NU dan Muhammadiyah terkait program yang digagas Muhadjir itu tidak benar.

"Tentunya semua punya tugas sejarah melanjutkan tradisi yang sudah dimulai Gus Dur dan Buya Syafi'i," lanjut Yenny.

Salah Paham

Yenny mengamini bahwa selama ini NU menolak program penguatan pendidikan karakter yang diikuti dengan penambahan jam belajar siswa di sekolah, yakni menjadi delapan jam.

Penambahan jam belajar tersebut dinilai terlalu menyita waktu. Hal itu pun dikhawatirkan siswa tidak dapat mengikuti madrasah diniyah yang notabene dilakukan usai jam sekolah yang berlaku selama ini.

Yenny menilai aksi-aksi penolakan tersebut merupakan buah dari kesalahpahaman. Setelah bertemu dengan Muhadjir, dia menjelaskan delapan jam yang dimaksud tidak berlaku untuk siswa, melainkan untuk guru. Selain itu, lanjut Yenny, setiap sekolah pun tidak diwajibkan menerapkan program tersebut.

"Jadi anak yang mau sekolah madrasah diniyah masih ada cukup waktu," ujar Yenny yang juga mendapat keternagan bahwa madrasa diniyah bisa bekerja sama dengan sekolah.

Salah satunya, siswa yang ikut madrasah bisa mendapat nilai tambahan dan masuk ke dalam penilaian di sekolahnya.

Yenny menyambut baik hal itu karena selama ini madrasah diniyah cenderung bersifat informal atau di luar sekolah.

"Dalam segi penguatan karakter, selama ini madrasah diniyah memang banyak berkontribusi. Nah sekarang sudah ada komitmen dari Kemdikbud untuk berkoordinasi dengan madin-madin yang ada," kata Yenny.

Yenny lalu memberi penjelasan mengenai kegiatan delapan jam yang berlaku untuk guru. Menurutnya, itu baik karena dapat membantu guru mendapatkan tunjangan profesinya. 

"Jadi guru yang selama ini jam kerjanya kurang sehingga tidak mendapat tunjangan profesi. [Lewat kebijakan] Itu jadi bisa mendapat tunjangan. Dalam hal ini kesejahteraan guru menjadi lebih terperhatikan," kata Yenny.

Dalam penambahan jam kerja itu, guru dapat mengisinya dengan ikut pelatihan-pelatihan, menyiapkan bahan ajar, dan membimbing siswa dalam kegiatan ekstrakurikuler. Guru pun dapat mengisi waktu tersebut untuk mengevaluasi sikap siswanya dari hari ke hari.

"Misalnya kalau ada yang kena pengaruh radikalisme gurunya bisa langsung tahu, bisa langsung mendeteksi," ujar Yenny.

Share:

Baca dan renungkan !!! Ketika mesin pesawat tiba-tiba mati di atas ketinggian 5.000 kaki



Sekiranya sekarang anda berada 5.000 kaki diatas permukaan laut, duduk santai dalam pesawat garuda dengan mesin jetnya yang canggih, bersenda gurau dengan istri, anak, saudara, teman ataukah pacar anda. Kepada siapakah anda akan menggantungkan diri anda sekiranya saat itu mesin pesawat tiba-tiba mati? Kehilangan kendali, menjadi hampa udara, orang-rang menjadi panik, dan kepada siapa anda harus minta tolong? Taruhlah misalnya anda adalah seorang professor, doctor, jenderal, karateka dan seabrek kata yang berkedudukan tinggi lainnya. Seorang konglomerat terkaya di Manado, menteri ataukah gubernur. Adakah semua atribut ini dapat menolong anda? Boleh jadi asalkan semua atribut yang melekat pada anda yang kuat secara spiritual, anda akan tenang dan santai saja apapun yang terjadi.
Bagaimana jika seandainya anda adalah orang yang menggantungkan hidup pada kekuasaan yang anda punya, sementara anda ringkih dan lemah secara spiritual? Saya yakin anda akan panik dan kehilangan kendali diri. Anda akan berteriak dan lari kesana kemari tanpa bisa melakukan hal yang berguna. Dalam situasi begini, kita akan menjadi manusia sesungguhnya. Artinya, kelemahan-kelemahan manusiawi kita akan muncul dengan sangat jelas. Gelar, pangkat dan jabatan menjadi nisbi dan tidak berharga.
Saya pernah memiliki seorang kawan  yang tidak pernah merasa susah karena dia adalah anak seorang pejabat dan sekaligus keturunan orang kaya. Dengan sekali kibasan tangan, apapun bisa ia peroleh. Ia hidup dalam gelimang uang dan kekuasaan yang tidak terjamah oleh kebanyakan orang. Kata-katanya adalah perintah dan gerak tubuhnya adalah pendulum yang menentukan kemana kekuasaan akan berpihak. Kalau ada sesuatu yang kurang, itu karena ia tidak menyukai pendidikan dan ilmu. Ia memang berkali-kali keliling dunia, tapi belum pernah sekalipun ia menjamah pusat pendidikan yang Ia lewati. Dalam rentang waktu yang cukup lama berkuasa dan kaya, ia tidak pernah membangun pusat kekuatan yang ada pada dirinya. Ia malah memperbesar kekuatan diri dengan penguasaan terhadap pusat-pusat kekuasaan lainnya. Ia tampak kuat karena topangan orang lain. Ia tidak pernah sendiri dan tidak mungkin ia menyendiri. Kekuatannya ada pada orang lain. Ia tidak memiliki autentisitas (diri yang sebenarnya).

Manusia kuat
Didalam pesawat yang limbung, kita hanya bisa menggantung pada diri sendiri dan pada Allah. Sang Maha kuasa yang memberikan kita anugrah yang tidak tertandingi oleh peberian siapapun: KEBEBASAN MEMILIH DAN KEBEBASAN BERKEHENDAK. Dengan karunia ini, kita bisa memilih mejadi apa saja dan menjadi siapa saja. Kita bukan robot yang dikontrol melalui remote control. Karena itu, jika kita menggantungkan diri kita pada kekuatan luar. Misalnya kekuasaan, jabatan dan popularitas, ketiga hal ini bagaikan remote control  yang mengendalikan diri kita. Jika ketiga hal itu sirna dari diri kita, maka kita kehilangan daya gerak, daya hidup dan segala-galanya jika kita menggantungkan hidup kita pada ketiga hal tersebut.
Saya percaya hal ini karena Victor Frankl, dokter ahli jiwa yang ditahan di kamp konsentrasi Hitler, telah memberikan contoh yang sangat nyata. Hidup dalam ruangan berukuran 3x3 meter bersama 7 orang tahanan lainnya. Semua kejayaannya sebagai dokter dan kepala rumah sakit, kekayaan yang melimpah, popularitas tercabut dari dirinya. Ia hanya memiliki sepotong pakaian lusuh, sebuah buku catatan harian, dan (ini yang paling kuat) kepercayaan akan kekuatan dan makna hidup. Baginya, makna hidup hanya dapat ditemukan dalam diri. Bukan ditangan Hitler atau ditangan para penjaga kamp yang ganas. Ia kemudian bebas dan memaklumkan jenis psikologi baru yang sangat terkenal logoterapi, yang telah mejadikan orang banyak menemukan kekuatan pada diri sendiri.
Saya juga semakin yakin  dengan hal ini setelah melihat beberapa orang disekitar saya yang memiliki keyakinan serupa Frankl. Saya pernah mendapati suatu berita di daerah saya dimana ada dua orang pemimpin yang gagal dari ambisinya untuk memimpin suatu daerah. Yang satu merespon biasa saja karena ia yakin masih ada hal yang bisa ia lakukan dari ilmu yang dia miliki. Sementara yang satunya lagi harus masuk ICU karena serangan jantung tiba-tiba. Orang kedua ini sepanjang berkarier selalu mengaantungkan hidupnya pada kekuatan yang ada diluar dirinya. Ia mungkin lupa bahwa menggantungkan diri pada kecantikan, kecantikan itu akan memudar seiring bertambahnya usia. Jika bergantung pada popularitas, perkembangan regenerasi akan menghilangkan itu. Jika bergantung pada kekuasaan, kekuasaan akan silih berganti.
Saya juga banyak menemukan orang kuat bukan karena mendapat kekuasaan, ia adalah orang biasa, tidak terkenal, tidak dikenal banyak orang dan suka menyendiri. Ia berdiam diri disuatu tempat, ia mendidik anak muridnya, menguatkan kepercayaan diri orang lain, dan menempa jiwa dengan ujian yang berat. Ia menampik kekuasaan yang diberikan sekalipun itu memungkinkannya untuk menjadi kaya dan terkenal. Satu-satunya pekerjaan yang dia banggakan adalah menularkan kepercaya-dirian kepada orang lain, ia membuka kekuatan diri orang lain dengan memberikan keyakinan yang kuat bahwa anda bisa memilih apa saja. Karena kebebasan memilih yang ditanamkan Tuhan dalam diri anda, anda bisa memilih menjadi orang baik atau jahat. Menurut seorang bijak, orang jahat dan orang baik hanya dipisahkan oleh pemisah yang setipis rambut. Tidak heran jika ada orang yang kita kenal baik menjadi kurang baik, dan orang yang kita kenal kurang baik menjadi sangat baik.

Karunia terbesar
Saya mengutip untuk anda apa yang pernah ditulis oleh Stephen R. Covey, dalam bukunya yang laris. The 8th habit: from effectiveness to greatness (2004). Covey membenarkan apa yang menjadi keyakinan banyak orang besar (the great men) berdasarkan risetnya pada ribuan orang. Ia mengemukakan bahwa orang-orang menjadi besar dan berhasil karena mereka mengenali, mengelola dan memanfaatkan potensi yang ada dalam diri mereka, mereka meletakkan nilai yang tinggi pada kekuatan diri mereka.
Salah satu potensi yang kita miliki adalah kebebasan untuk memilih dan kebebasan untuk berkehendak. Potensi ini memberikan kita untuk menjadi budak kuasa, harta dan popularitas. Potensi ini juga memungkinkan kita untuk menjadi tuan atas semua yang ada disekitar kita. Jika kita menghamba pada kekuasaan, itu berarti kita sedang membentuk diri kita sebagai budak dan bisa juga berarti bahwa kita tidak pernah yakin pada kekuatan diri kita dan kekuatan Tuhan Yang Maha Kuasa. Sekali lagi, bayangkanlah diri anda seorang jendral yang berada diatas ketinggian 5000 kaki dalam pesawat yang mesinnya mati.
Percayalah, kita semua bisa menjadi apa yang kita mau. Kuncinya sangat sederhana, gantungkanlah harapanmu hanya kepada Allah swt dan perkuatlah dirimu sendiri dengan kekuatan yang kau miliki.

sumber: Manajemen Kecerdasan, Taufik Pasiak
Share:

Blog archive