Klik disini

Sunday, 23 July 2017

MORFOLOGI IKAN BANDENG (HASIL PENGAMATAN)




Berdasarkan pengamatan Pada morfologi ikan yang diamati, secara umum dapat dibagi menjadi tiga bagian yaitu kepala (Cranial), badan (Truncus) dan ekor (Cauda).
a.      Kepala (Cranial)
Pada bagian kepala, bentuknya memipih tegak (kompres) dengan ujung anterior agak merunsing membentuk moncong. Bagian- bagian yang terdapat dikepala adalah:
1.1.Celah mulut (Rima oris)
Terletak  diujung anterior kepala, dibatasi oleh rahang bawah (Mandibula) dan rahang atas (Maxilla).  Mambuka dan menutup mulut adalah hal yang paling penting dalam proses respirasi pada ikan bandeng.
1.2.Mata (Organon visus)
Terletak di dua sisi kepala, berbentuk cembung dan tidak berkelopak. Pupil mataagakbesart dan menegak serta memiliki membrane niktitans (selaput mata).
1.3.Tutup insang (Overculum)
Berwarna agak keputih-putihan dan Terdiri atas osoperculare, interopectulare, radii branchiostegi dan subopectulare.dibelakang insang terdapat selaput yang bernama membrane branchiostega. Tutup insang juga berperan dalam proses respirasi yaitu dengan memperbesar dan memperkecil rongga mulut (Tim Penyusun, 2012).
b.      Badan (Truncus)
Pada pengamatan yang dilakukan, badan ikan bandeng berbentuk membulat dengan sisik-sisik menutupi seluruh bagian badan.  Bagian-bagian yang terdapat pada truncus adalah antara lain:
1.1.Sisik (Squama)
Ikan bandeng mempunya sisik yang yang agak besar dan bertipe cycliod, tersusun teratur dan terbenam dalam kulit punggung dan berfungsi sebagai pelindung.
Dibagian bawah sisik terdapa suatu kelenjar yang menghasilkan mucosa (lendir) guna memudahkan pergerakan didalam air dan melindungi diri terhadap mikroorganisme yang menyebebkan penyakit (Jasin, 1992).
1.2.Gurat sisi (Linea latealis)
Pada pengamatan gurat sisi, didapati guat sisi berbentuk garis yang  tersusun dari sederetan sisik yang kecil dan keras pada kulit membentang dari dari sisi tubuh dari belakang pinna pectoralis kearah pinna caudalis.
 Garis tersebut menandai sebuah saluran yang berada dibawah kulit dan mengandung reseptor khusus. Pada interval tertentu, saluran-saluran tersebut membuka keluar melaluai pori-pori. Fungsi dari gurat sisi adalah untuk mengetahui perubahan  gerakan dan tekanan air, serta mengetahi adanya benda-benda, sehingga ikan dapat dapat menghindar dari benda tersebut. (tim penyusun 2012).
1.3  Sirip (Pinna (e)
Tubuh ikan bandeng yang diamati dilengkapi dengan sirip-sirip. Ada sirip medial dan ada sirip lateral. Adapun rumus sirip yang kami dapatkan dari hasil pengamatan adalah sebagai berikut:
Sirip punggung                                  Sirip perut
D = VII.8                                                        1V = VIII.3
                                                                     2V = VIII.3
Ekor                                                  Sirip dada
1C = X.10                                          1P = XIII.4
2V = VII. 5                                        2P = XIII.4
Sirip dubur
A = III.7
 Sirip-sirip medial adalah sirip punggung (Pinna dorsalis), sirip anal (Pinna analis),  sirip ekor (Pinna caudalis). Sedangkan sirip lateral adalah sirip dada (Pina pectoral) dan sirip perut (Pinna abdominalis) (Tim Penyusun, 2012).
1.4.Bukaan kloaka (Kloaka)
Terletak dianterior panngkal sirip anal, bukaan kloaka merupakan tempat pertemuan akhir  dari saluran urogenital dan saluuran pencernaan
c.       Ekor (Cauda)
         Ekor ikan bandeng yang diamati memiliki tipe homocercal. Homocercal yaitu bila columna vertebralis berakhir tidak persis di ujung  ekor, tapi membelok sedikit dan ujung membagi menjadi dua bagian yang sama .

Share:

0 komentar:

Post a comment

Blog archive