Sunday, 23 July 2017

Laporan Praktikum Merpati (Aves)




BAB I
PENDAHULUAN

A.    Latar  Belakang
 Filum chordata memiliki beberapa kelas yang hidup mendominasi kingdom animalia, antara lain adalah kelas aves. Aves merupakan chordata yang tubuhnya ditutupi oleh bulu. Bulu-bulu ini adalah modifikasi dari sisik yang ditemukan pada reptilia. Selain bulu, morfologi tubuh yang mencolok pada aves adalah alat gerak tubuh depannya berupa sayap yang berfungsi untuk terbang. Sayap pada aves merupakan homolog dari kaki depan pada reptilia dan mamalia yang tersusun atas radius, ulna, humerus, tarsus, dan metatarsus. Burung masa kini telah berkembang sedemikian rupa sehingga terspesialisasi untuk terbang jauh, dengan perkecualian pada beberapa jenis yang primitif. Bulu-bulunya, terutama di sayap, telah tumbuh semakin lebar, ringan, kuat dan bersusun rapat. Bulu-bulu ini juga bersusun demikian rupa sehingga mampu menolak air, dan memelihara tubuh burung tetap hangat di tengah udara dingin. Tulang belulangnya menjadi semakin ringan karena adanya rongga-rongga udara di dalamnya, namun tetap kuat menopang tubuh. Tulang dadanya tumbuh membesar dan memipih, sebagai tempat perlekatan otot-otot terbang yang kuat. Gigi-giginya menghilang, digantikan oleh paruh ringan dari zat tanduk.
Kesemuanya itu menjadikan burung menjadi lebih mudah dan lebih pandai terbang, dan mampu mengunjungi berbagai macam habitat di muka bumi. Ratusan jenis burung dapat ditemukan di hutan-hutan tropis, mereka menghuni hutan-hutan ini dari tepi pantai hingga ke puncak-puncak pegunungan. Burung juga ditemukan di rawa-rawa, padang rumput, pesisir pantai, tengah lautan, gua-gua batu, perkotaan, dan wilayah kutub. Masing-masing jenis beradaptasi dengan lingkungan hidup dan makanan utamanya (Tanti, 2013).
Maka dikenal berbagai jenis burung yang berbeda-beda warna dan bentuknya. Ada yang warnanya cerah cemerlang atau hitam legam, yang hijau daun, coklat gelap atau burik untuk menyamar, dan lain-lain. Ada yang memiliki paruh kuat untuk menyobek daging, mengerkah biji buah yang keras, runcing untuk menombak ikan, pipih untuk menyaring lumpur, lebar untuk menangkap serangga terbang, atau kecil panjang untuk mengisap nektar. Ada yang memiliki cakar tajam untuk mencengkeram mangsa, cakar pemanjat pohon, cakar penggali tanah dan serasah, cakar berselaput untuk berenang, cakar kuat untuk berlari dan merobek perut musuhnya.
Burung berkembang biak dengan bertelur. Telur burung mirip telur reptil, hanya cangkangnya lebih keras karena berkapur. Beberapa jenis burung seperti burung maleo dan burung gosong, menimbun telurnya di tanah pasir yang bercampur serasah, tanah pasir pantai yang panas, atau di dekat sumber air panas. Alih-alih mengerami, burung-burung ini membiarkan panas alami dari daun-daun membusuk, panas matahari, atau panas bumi menetaskan telur-telur itu; persis seperti yang dilakukan kebanyakan reptil.
Akan tetapi kebanyakan burung membuat sarang, dan menetaskan telurnya dengan mengeraminya di sarangnya itu. Sarang bisa dibuat secara sederhana dari tumpukan rumput, ranting, atau batu; atau sekedar kaisan di tanah berpasir agar sedikit melekuk, sehingga telur yang diletakkan tidak mudah terguling. Namun ada pula jenis-jenis burung yang membuat sarangnya secara rumit dan indah, atau unik, seperti jenis-jenis manyar alias tempua, rangkong, walet, dan namdur (Tanti, 2013).
Praktikum ini menggunakan aves dari ordo Columbiformes yaitu Columba livia .Spesies tersebut diamati secara morfologi dan anatomi. Pengamatan morfologi dilakukan untuk mengetahui bentuk paruh, kepala, ekor, bulu, dan kaki. Selain itu, juga dilakukan pembedahan guna melakukan pengamatan untuk mengetahui anatomi aves adapun bagian-bagian yang diamati yaitu sistem digestori; mulai dari bagian cavum oris sampai saluran pembuanganya, bentuk susunan otot pada paha,system urogenital;pada pengamatan ini hanya membedakan organ vital jantan dan organ vital betina, dan sistem saraf.

B.     Tujuan
Praktikum ini bertujuan untuk mengetahui struktur morfologi, anatomi dan fisiologi  pada kelas aves khususnya pada merpati

C.    Waktu dan Tempat
Kegiatan praktek ini dilaksanakan pada:
 Hari/tanggal              : sabtu / 17 agustus 2013
 Waktu                       :  pukul 08.30 – 11.00
Tempat                      :  UNSULBAR
 
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

Merpati Karang (Columba livia) adalah anggota dari familia burung columbidae. merpati domestik adalah spesies ini, dan merpati domestik yang bebas dianggap sebagai merpati liar. Dalam pemakaian umum, burung ini sering secara singkat dinggap seperti "merpati". Spesies ini juga dikenal sebagai Dara Karang, yang merupakan nama resmi yang digunakan British ornithologists' Union dan American Ornithologists' Union hingga tahun 2004 ketika mereka mengubah daftar resmi burung menjadi Merpati Karang.
Burung merpati merupakan hasil domestikasi dari Columba livia. Tubuh burung merpati terdiri atas caput (kepala), cervix (leher), truncus (badan), dan cauda (ekor). Ordo ini mempunyai ciri-ciri paruh pendek dan langsing dengan cora pada pangkalnya serta ingluvies besar (Tanti, 2013).
Burung mempunyai karakteristik tertentu yaitu seluruh tubuhnya ditutupi bulu, kecuali bagian crus yaitu daerah tarso metatarsus yang ditutupi sisik-sisik tanduk. Bulu merupakan hasil pertumbuhan epidermis yang berguna untuk mengisolasi panas tubuh terhadap keadaan sekitarnya, temperatur tubuh Columba domestica relatif stabil. Hal lain yang membedakan aves dengan vertebrata rendah lainnya yaitu temperatur tubuh, kemampuan untuk terbang, perkembangan suara, pendengaran, dan penglihatan serta cara memelihara telur dan anaknya
Bulu pada Columba domestica (merpati) mempunyai struktur epidermis yang fleksibel, mengkilap dan tahan air. Beberapa tipe bulu dari penutup badan pada merpati adalah bulu luar dan bulu dalam atau bulu halus. Bulu luar adalah datar (kecuali untuk bulu yang halus, letaknya lebih rendah, yaitu pada dasarnya) dan bersama-sama dipegang oleh duri kecil (Tanti, 2013).
Columba domestica memiliki pendukung tubuh yang berada pada kaki bagian belakang, dan sisa dari kaki bagian berubah menjadi bagian yang membantu untuk terbang. Sayap tersusun atas bulu-bulu yang banyak tergabung untuk menutupi lengan, sebagai konsekuensi dari kaki depan atau lengan yang termodifikasi tersebut dan dengan beban yang berat pada saat terbang maka tidak dapat digunakan untuk menahan atau memegang makanan. Merpati menghasilkan bahan-bahan yang bersifat fecal, untuk mengurangi berat beban pada saat terbang. Merpati tidak mempunyai tempat persediaan untuk menyimpan makanan yang sesuai sehingga dengan segera akan dikeluarkan
Burung umumnya mempunyai kulit yang tipis, mengandung keratin sedikit sekali. Struktur tambahan dari kulit adalah bulu yang mengandung penandukan yang kuat sekali. Bagian bawah dari kaki dan jari ditutupi sisik tanduk seperti yang terdapat pada arcnousourium dan ini tidak pernah mengelupas. Paruh juga mengalami penandukan, bulu dimulai dengan jalan membentuk suatu penonjolan mesoderm yang dinamakan papilla dermis yang ditutupi eksoderm.
Semua pencernaan pada burung terdiri dari lidah, oesophagus, tembolok, lambung, intestine, caecum, hati, pancreas, jejunum, ileum, rectum dan kloaka. Tembolok hanya terdapat pada aves. Tembolok ini berfungsi sebagai organ penyimpanan makanan dan membasahi makanan karena terdapat kelenjar susu yang disebut pigeon milk (Tanti, 2013).
Merpati berkembang biak dengan bertelur. Telur merpati mirip telur reptil, hanya cangkangnya lebih keras karena berkapur. Beberapa jenis burung seperti burung maleo dan burung gosong, menimbun telurnya di tanah pasir yang bercampur serasah, tanah pasir pantai yang panas, atau di dekat sumber air panas. Alih-alih mengerami, burung-burung ini membiarkan panas alami dari daun-daun membusuk, panas matahari, atau panas bumi menetaskan telur-telur itu; persis seperti yang dilakukan kebanyakan reptil.
Akan tetapi kebanyakan burung membuat sarang, dan menetaskan telurnya dengan mengeraminya di sarangnya itu. Sarang bisa dibuat secara sederhana dari tumpukan rumput, ranting, atau batu; atau sekedar kaisan di tanah berpasir agar sedikit melekuk, sehingga telur yang diletakkan tidak mudah terguling. Namun ada pula jenis-jenis burung yang membuat sarangnya secara rumit dan indah, atau unik, seperti jenis-jenis manyar alias tempua, rangkong, walet, dan namdur (Octara, 2011).

BAB III
METODE PRAKTIKUM

A.    Alat dan Bahan 
1.      Alat
a.       Papan seksi
b.      Alat seksi satu set
c.       Jarum pentul
d.      Loupe
e.       Pinset
f.       Botol selei kosong
2.      Bahan
a.       Merpati (Columba livia)
b.      Alkohol 70%
c.       kapas
B.     Cara Kerja
1.      Pengamatan bentuk luar
a.       Membius hewan dengan alkohol sebagai berikut:
1) Menggulung kapas sebesar ibu jari dan mencelupkanya kedalam alkohol sampai basah separuhnya
2) Memasukkan kapas tersebut kedalam botol selei
3) Memasukkan kepala burung kedalam botol tersebut diatas sedemikian rupa sehingga mulut botol juga tertutupi.
4) Melakukan pembiusan sampai burung tersebut lemas.
b.      Meletakkan hewan yang telah mati diatas papan seksi dan mengamati bagian-bagian tubuhnya
1) Bagian kepala, disini terdapat:
a.       Paruh dari bahan tanduk
b.      Lubang hidung
c.       Mata dengan bagian-bagiannya antara lain kelopak, selaput kejap, iris dan pupil

2) Bagian badan
Hamper seluruh bagian tubuh tertutupi oleh bulu yang bermacam-macam dan dikenal 3 macam antara lain:
a.       Plumae : bentuknya besar terutama pada sayap dan ekor
b.      Plumulae :  tangkai bulunya lebih pendek dan kecil daripada plumae tetapi bendera bulunya lebar
c.       Filoplumae : tangkainya sangat panjang, diujungnyaterdapat bulu-bulu halus, tumbuh hamper diseluruh badan tetapi jarang.
3) Bagian anggota gerak
Anggota gerak depan (sayap) ditutupi bulu, sedangkan anggota gerak belakang (kaki) ditutupi bulu tetapi sebagian lain ditutupi sisik. Mengamati bagian:
a.       Paha
b.      Betis
c.       Telapak yang bersatu
d.      Jari-jari
4) Bagian ekor
Ditutupi oleh bulu kemudi dan  membandingkan dengan bulu sayap. Disisni terdapat kelenjar yang besar, menonjol ke permukaan kulit, menghasilkan minyak untuk mengurapi bulu.
2.      Pembedahan untuk melihat alat-alat dalam tubuh
a.       Meletakkan hewan pada punggungnya
b.      Merentangkan sayap dan memfiksasi dengan jarum pentul
c.       Membuat irisan pada kulit dibagian garis pertengahan perut
d.      Melanjutkan irisan sampai ke kloaka dan arah kepala sampai batas pangkal leher
e.       Melepaskan bagian kulit sampai bagian sisi
f.       Memasukkan pipet kedalam ronga mulut dan meniupnya pelan-pelan. Megamati bagian yang mengembang
g.      Membuat guntingan melintang pada kulit sisi depan kloaka selebar 1 cm
h.      Membuat irisan kearah dada sampai tulang dada
i.        Membelokkan irisan sampai ke sisi kiri dan kanan mengikuti lengkungan tulang dada
j.        Melanjutkan irisan dengan memotong tulang rusuk kiri dan kanan serta tulang coracoids
k.      Mengangkat tulang yang besar itu kearah depan/kepala dengan hati-hati
l.        Memperhatikan kantung-kantung udara yang bening dan mungkin terlepas  pada saat pengangkatan tulang dada
m.    Setelah tulang dada terlepas dan dinding perut disisihkan maka akan terlihat:
a.       Jantung dalam pericardium
b.      Hati berwarna merah coklat
c.       Paru-paru disebelah sisi jantung, merah muda dan sebagian tertanam di sela-sela tulang rusuk
d.      Perut kelenjar, keputih-putihan lanjutan dari tembolok yang berhubungan langsung dengan empedal
e.       Empedal merah tua disamping kiri hati
f.       Usus duabelas jari melengkung, diantara lengkungan terdapat pankreas.
g.      Pankreas, amati dengan loupe
h.      Batang tenggorok berupa saluran bercincin
i.        Kerongkongan, saluran di belakang tenggorokan, pada pangkal leher melebar membentuk tembolok
j.        Tembolok berhubungan dengan perut kelenjar.

BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN

A.    Hasil Pengamatan
a. Pengamatan morfologi
1.      Paruh
2.      Nostril
3.      Mata
4.      Carpis
5.      Torax
6.      Humerus
7.      Radilus/ulna
8.      Femur
9.      Tibia/fibula
10.  Falanges
11.  Cakar
12.  Ekor

b.  Pengamatan tipe bulu
1.      Pluma
2.      Calamus
3.      Barbae
4.      Batang bulu
5.      Vesiculum
6.      Radioli





c. Pengamatan anatomi
1.      Trakea
2.      Tembolok
3.      Paru-paru
4.      Jantung
5.      Hati
6.      Empedal
7.      Usus
8.      Ginjal
9.      Oviduk
10.  Kloaka

B.     Pembahasan
         1.         Klasifikasi
Kerajaan          : Animalia
Filum               : Chordata
Kelas               : Aves
Ordo                : Columbiformes
Famili              : Columbidae
Genus              : Columba
Spesies             : Columba livia
         2.         Morfologi
Pada praktikum ini, terlebih dahulu mengamati bagian-bagian morfologi dari merpati yang hasilnya adalah bahwa pada merpati  telah ditemukan bagian-bagian yang terdiri atas kepala, leher, badan, anggota gerak dan juga bagian ekor.
a.       Kepala
Pada bagian kepala telah ditemukan bagian-bagian antara lain sebagai berikut:
1.1.Rostrum (paruh) yang terbuat dari bahan tanduk menonjol kearah depan yang berfungsi sebagai alat untuk mengambil makanan dan pertahanan diri. Paruh ini dibentuk oleh maxilla (rahang atas) dan mandibula (rahang bawah).
1.2.Paruh merupakan peranti mutakhir yang dihasilkan oleh teknologi evolusi. Boleh dibilang, paruh merupakan salah satu kunci keberhasilan kelas aves, disamping bulu tentunya, dalam menjalani “reality show” di alam liar yang oleh Charles Darwin disebut ‘survival of the fittest’. Dengan paruh, bangsa burung menjalani tantangan kehidupan dan menghindari ancaman tereliminasi dari planet bumi (Anonim, 2012).
1.3.Nares eksterna (lubang hidung luar), terletak sepasang pada pangkal paruh dibelakang lubang ini terdapat satu penebalan kulit yang disebut coreme yang dapat membuka dan menutupi lubang hidung.
1.4.Cera, suatu tonjolan kulit yang lemah pada basis rostrum bagian atas.
1.5.Organon visus (alat penglihat) yang berupa sepasang mata pada kedua sisi kepala dan berada dibelakang paruh. , Mata memiliki iris, pupil, kelopak mata dan membrane niktitans ( selaput kejap )
b.      Leher
 Leher merupakan bagian yang panjang pada merpati dan merupakan sambungan dari antara badan dan kepala. leher ini ditutupi oleh bulu-bulu denga tipe plumae.
c.       Badan
Pada bagian badan, seluruh permukaannya ditutupi oleh bulu-bulu. Bulu pada merpati  berbeda-beda pada setiap bagian, misalnya pada bagian punggung, bulu ini agak lebih mengkilap dan berwarna kebiru-biruan dan kemerah-merahan. Pada dada terdapat bulu yang sama dengan yang ada di punggung namun blu pada dada tidak terlalu mengkilap meskipun sama-sama bertipe plumulae. Sedangkan  pada bagian perut sampai kloaka, bulunya lebih halus dan bertipe filoplumae.

d.      Anggota gerak
Anggota gerak pada merpati dibagi menjadi dua yaitu anggota gerak depan dan aggota gerak belakang. Pada anggota gerak depan berupa sayap yang merupakan modifikasi dari kaki depan pada reptile. Pada sayap terdapat bulu-bulu yang panjang dan lebar bertipe plumae terutama pada bagian radius/ulna. Akan tetapi pada bagian pangkal sayap yaitu pada bagian humerus. Bulunya agak berbeda dan lebih pendek dengan tipe plumulae. Sayap ini berfumgsi sebagai alat untuk terbang di udara dan pelindung tubuh.
Sedangkan alat gerak belakang berupa kaki yang sebagian ditutpi bulu dan sebagian lagi ditutupi oleh sisik yang keras berwarna merah, merpati memiliki sepasang kaki dan masing-masing kaki memiliki empat jari yang bercakar. Jari kaki ini termodifikasi menjadi bentuk yang agak ramping dan panjang yang memudahkan untuk berpegangan pada kayu atau dahang untuk bertengger.
e.       Ekor
Ekor merupakan alat kemudi bagi merpati saat bermanufer di udara. Ekor ini tersusun atas tiga bagian yaitu bagian kanan dengan bulu plumae, daun bulu sebelah kanan calamus lebih lebar. Pada bulu bagian tenga bertipe plumae dan simetris. Sedangkan pada bulu ekor bagian kiri memiliki daun bulu sebelah kiri calamus lebih lebar.
         3.         Anatomi
Pada pengamatan anatomi merpati, telah ditemukan bagian-bagian antara lain adalah trakea, tembolok, jantung, pari-paru, hati, perut kelenjar, empedal, usus, oviduk dan ginjal.
a.       Trakea
Trakea merupakan bagian yang berupa corong yang menghubungkan  antara hidung dengan  paru-paru merpati, bagian ini tersusun atas tulang rawan yang memungkinkan ia mengembang ketika dilewati oleh udara saat bernafas.

b.      Tembolok
Tembolok merupakan bagian penyimpanan makanan sementara pada merpati sebelum dibawa ke perut kelenjar untuk dihancurkan. tembolok ini berada diluar tubuh merpati dan tergantung di pangkal leher pertemuannya dengan dada. Memiliki warna yang transparan dan elastic.
c.       Jantung
Jantung berada dalam tubuh bagian dada dan ditutupi oleh tulang dada.  Memiliki warna merah kecoklatan dengan kondisi yang masih berdenyut. Jantung ini berada diatas pangkal tempat hati menggantung
d.      Paru-paru
Paru-paru memiliki warna merah jambu dengan bintik-bintik merah muda pada permukaannya, terletak dibelakang hati dan jantung dan agak tertanam didalam tulang punggung.  Paru-paru ini terlihat mengempis dan terlihat agak melekat pada pada tulang belakang tersebut.
e.       Hati
Pada saat pengamatan organ dalam, didapatkan bagian ini berwarna merah cokelat dan berukuran paling besar diantara organ yang lainnya. Akan tetapi hati pada merpati tidak ditemukan kelenjar empedu pada hati karena merpati tidak menyimpan racun yang masuk kedalam tubuhnya, akan tetapi langsung dibawa menuju saluran pembuangan.
f.       perut kelenjar
Perut kelenjar memiliki warna putih kecolatan yang berfungsi untum menghancurkan makanan. Bagian ini berada dibelakang hati dan bersambungan langsung dengan empedal.
g.       Empedal
Empedal merupakan bagian dari organ pencernaan yang berwarna merah kecoklatan. Memiliki lapisan yang liat dan tebal sedangkan lapisan dalam yang tipis berwarna kekuningan.
h.      Usus
Usus merupakan bagian yang terpanjang pada organ dalam merpati. memiliki warna putih kusut. Pada bagian inilah makanan yang berasal dari empedal akan diserap dan diangkut keseluruh tubuh.
i.        Oviduk
Oviduk berada bedampingan dengan  usus dan sama-sama bermuara ke kloaka. Oviduk ini memiliki warna kekuningan.
         4.         Fisiologi
Pada pengamatan fisiologi telah ditemukan bagian-bagian antara lain sebagai berikut:
a.       System gerak  
Tengkorak                   : Melindungi otak dan isi kepala
Tulang leher                 : Untuk menghubungkan ke tempurung kepala
Tulang lengan              : Untuk menggerakkan sayap
Tulang hasta                  : Tulang sayap yang menghubungkan dengan tulang lengan
Tulang pengumpil         : Tulang sayap yang menghubungkan dengan tulang lengan
Korakoid                     : Penghubung tulang dada
Tulang dada                : Tempat melekatnya oto untuk terbang
Tulang rusuk                : Tulang yang melindungi isi perut
Pelvis                           : Penghubung tulang ekor
Tulang ekor                 : Tulang penghubung dengan kloaka
Tulang kering              : Penghubung tulang paha kebetis
Tulang paha                 : Untuk persendian.
Burung juga memiliki rangka dalam. Burung terbang dengan cara mengepakkan sayap. Gerakan sayap dapat dikendalikan oleh otot-otot terbang yang sangat kuat. Otot-otot tersebut melekat pada tulang dada. Burung memiliki dua otot terbang, ketika salah satu otot menarik ke bawah otot yang lain menarik sayap ke atas. Bulu burung selain berfungsi untuk terbang, bulu-bulu pada burung juga berfungsi untuk menahan panas sehingga tubuh burung dapat menjaga panas tubuhnya. Otot pada tubuhnya bekerja lebih efisien dalam keadaan hangat. Burung memiliki teknik untuk terbang (teknik terbang). Burung terbang dengan mengepakkan sayap, yaitu mengepakkan sayap dari atas ke bawah untuk menimbulkan gerakan yang mengangkat dan mendorong tubuhnya di udara. 
Gerakan mendorong dan mengangkatkan sayap, memerlukan kekuatan yang paling besar. Sementara pada saat mengangkat sayap, memerlukan kekuatan yang lebih kecil.Pada saat mengangkat sayap, burung menempatkan posisi sayapnya ke semula, untuk memulai gerakan gerakan mendorong dan mengangkat tubuh kembali (Anonim, 2013).
b.      System pencernaan
Sistem pencernaan pada burung merpati (Columba domestica) terdiri dari mulut, oesophagus, lambung, usus halus, usus besar dan berakhir di cloaca. Kelenjar pencernaan burung merpati diantaranya adalah pancreas dan hati. Burung merpati tidak memiliki vesica felea, karena burung merpati merupakan hewan pemakan biji-bijian yang tidak mengandung banyak lemak sehingga tidak memiliki vesica felea yang berfungsi untuk mengemulsi lemak.
Organ-organ pencernaan pada burung terbagi atas saluran pencernaan dan kelenjar pencernaan. Saluran pencernaan pada burung terdiri dari paruh dan merupakan modifikasi dari gigi, rongga mulut, pharink yang berupa saluran pendek, oesophagus yang dibagian tengahnya pada pangkal leher melebar menjadi tembolok yang merupakan tempat penyimpanan sementara lalu menuju lambung. Lambung terbagi menjadi dua, lambung kelenjar dan lambung otot.
Pencernaan berlanjut ke usus halus yang terdiri dari duodenum, jejunum, ileum lalu menuju usus besar dan bermuara pada kloaka. Duodenum berbentuk seperti huruf U dan dibagian proksimal dan distalnya terdapat pancreas, ductus sisticus bermuara ke duodenum bagian distal yang membawa empedu dari hati langsung ke sistem saluran pencernaan. Jejunum dan ileum yaitu usus halus sesudah duodenum, usus bagian-bagiannya tidak nyata, rectum adalah usus kasar yang bermuara di cloaca (Anonim, 2013).
c.       System ekskresi
Ginjal merupakan salah satu alat ekskresi pada burung merpati. Ginjal terletak di sebelah dorsal. Ginjal pada semua vertebrata terdiri atas unit-unit yang disebut tubulus ginjal atau nefron yang ujungnya buntu dan menerima filtrat dari darah (Villee et al.,1988). Saluran keluar pada merpati mengarah ke posterior yaitu ureter yang bermuara ke vesica urinaria. Langkah pertama dalam pembentukan urin adalah penyaringan atau filtrasi. Sisa-sisa dan materi lain dibawa ke aliran darah oleh arteria renalis dan arteriola ke glomerulus. Langkah kedua yaitu penghisapan differensial oleh sel-sel tubulus convoluted proximal dan loop of handle serta tubulus convoluted distalis (Anonim, 2013).
d.      System sirkulasi
Sistem sirkulasi pada burung merupakan sistem peredaran tertutup. Darah yang dipompa oleh jantung dialirkan ke seluruh tubuh dan kembali ke jantung melalui pembuluh darah. Jantung merpati terdiri dari 4 ruangan yaitu 2 atrium dan 2 ventrikel. Jantung terrsebut mempunyai warna merah hati pekat
Jantung mempunyai empat ruang dengan sekat yang sempurna antara belahan jantung kiri dan kanan. Atrium dextra menerima darah yang sudah dipakai oleh tubuh bagian atas maupun bagian bawah. Melalui klep, darah dari atrium dextra dialirkan ke dalam ventrikulum dextra dan selanjutnya dipompakan ke paru-paru. Darah dioksider (mengandung O2) yang berasal dari paru-paru masuk ke dalam atrium sinistra, dari atrium sinistra darah menuju ventriculum sinistra melalui klep. Selanjutnya darah dipompakan ke seluruh tubuh melalui aorta (Anonim, 2013).
Pembuluh darah dibedakan atas pembuluh darah arteri dan pembuluh darah vena:
1.      Pembuluh darah arteri keluar dari ventrikulum sebanyak tiga buah yaitu:
a.       arteri anonima sinistra menuju ke kiri
b.      arteri anonima dextra menuju ke kanan
Masing-masing arteri anonima bercabang: arteri carotis comunis yang menuju ke daerah kepala, arteri pectoralis yang besar menuju ke musculus pectoralis may, arteri sublavia yang menuju ke ketiak menjadi arteri axilaris dan yang menuju terus ke anggota muka sebagai arteri branchialis.
c.       aorta merupakan sisa dari archus aorticus yang menuju ke kanan, sedangkan archus aorticus yang menuju ke kiri telah hilang. Archus aortae tersebut melingkari bronchus kemudian membelok ke kaudal menjadi aorta dorsalis.
Dari ventricum dextrum ke luar hanya sebuah arteri yaitu arteri pulmonalis yang selanjutnya pecah menjadi ramus dextrum menuju pulmo kanan, dan ramus sinentrum menuju ke pulmo kiri
2.      Pembuluh darah vena dibedakan atas:
Yang masuk ke dalam atrium dextrum yaitu vena cava superior terdiri atas vena cava superior terdiri atas vena cava superior sinistrum dan vena cava superior dextrum. Masing-masing vena cava tersebut menerima darah dari: vena cava jugularis dari daerah kepala, vena sub clavia dari anggota muka, vena pecroralis dari musculus pectoralis, vena cava inferior, yang membawa darah  dari bagian bawah tubuh.
Yang masuk ke dalam atrium sinistrum yaitu dua bagian  vena pulmonalis yang datang dari pulmo kanan dan kiri (Anonim, 2013).
Terdapat dua pembuluh prekava fungsional dan postkava lengkap.   Prekava terbentuk oleh penyatuan pembuluh darah dari kerongkongan dan bagian tulang selangka (subklavia) pada tiap sisi. Postkava menerima darah dari anggota badan melalui saluran gerbang ginjal (portal renalis), yang lewat melalui ginjal tetapi tidak terpecah menjadi kapiler-kapiler dan karenanya tidak dapat disamakan dengan portal renalis dari vertebrata yang lebih rendah (Anonim,  2013).
e.       Sistem saraf
  Sistem saraf pusat burung menunjukkan perkembangan lebih maju dari pada sistem sartaf reptil. Cerebrum ukurannya nbesar dan menutup diencephalon dan lobus opticus. Lobus opticus pada burung secara proporsional berukuran besar, hal ini merupupakan kekecualian, nampaknya berkaitan dengan ketajaman pandang yang dimiliki burung. Cerebellum pada burung lebih besar dari pada cerebelum reptil, berlekuk dalam meskipun tidak sebesar/sedalam pada mamalia, juga seperti amniota lain ada 12 saraf kranialis.

f.       System reproduksi
Pada sistem reproduksinya, hewan jantan memiliki sepasang testis yang bulat, berwarna putih, melekat disebelah anterior dari ren dengan suatu alat penggantung. Testis sebelah kanan lebih kecil daripada yang kiri. Dari masing-masing testis terjulur saluran vasa deferrens sejajar dengan ureter yang berasal dari ren. Pada sebagian besar aves memiliki vesicular seminalis yang merupakan gelembung kecil bersifat kelenjar sebagai tempat menampung sementara sperma sebelum dituangkan melalui papil yang terletak pada kloaka.
Di dalam cloaca pada beberapa species memiliki penis sebagai alat untuk menuangkan sperma ke kloaka hewan betina. Pada hewan betina terdapat sepasang ovari, hanya yang dextrum mengalami otrophis (mengecil dan tidak bekerja lagi). Dari ovari menjulur oviduct panjang berkelok-kelok, berlubang pada bagian cranial dengan suatu bentuk corong. Lubang oviduct itu disebut ostium opdominalis. Dinding oviduct selanjutnya tersusun atas muskulus dan epithelium yang bersifat glandulair, yang memberi sekresi yang kelak membungkus telur, yakni albumen sebagai putih telur, membran tipis disebelah luar albumen dan cangkok yang berbahan zat kapur yang dibuat oleh kelenjar di sebelah caudal. Uterus yang sebenarnya belum ada            (Anonim, 2013).

BAB V
PENUTUP

A.    Keismpulan
1.      Pada merpati  terdapat bagian morfologi yang terdiri atas kepala, leher, badan, anggota gerak dan juga bagian ekor.
2.      Untuk mendukun fungsi-fungsi tubuhnya, merpati memiliki struktur Anatomi antara lain adalah trakea, tembolok, jantung, pari-paru, hati, perut kelenjar, empedal, usus, oviduk dan ginjal. Akan tetapi, merpati tidak memiliki kantung empedu karena racun-racun yang berhasil masuk kedlam system pencernaan pada merpati tidak disimpan didalam tubuh melainkan langsung dibawa ke saluran pembuangan bersama dengan sisa-sisa makanan yang tidak dibutuhkan lagi.
3.      Pada  merpati memiliki organ-organ dengan fungsi yang berbeda-berbeda antara lain adalah system reproduksi, system pencernaan, system gerak, system saraf, system ekskresi dan system sirkulasi.

DAFTAR PUSTAKA

Anonim. 2013. Morfologi dan anatomi burung merpati. (Online) (http://avesmerpati.blogspot.com/2013/05/morfologi-dan-anatomi-burung-merpati.html). Diakses pada tanggal 20 agustus 2013.
Kai, Happy. 2012. Laporan praktikum zoology vertebrata. (Online) (http://happykai-indo.blogspot.com/2012/01/laporan-praktikum-zoologi-vertebrata.html). Diakses pada tanggal 20 agustus 2013.
Octara, Eltracy. 2011. Laporan praktikum zoology vertebrata. (Online) (http://eltracytaocktora.blogspot.com/2011/10/laporan-praktikum-zoologi-vertebrata_4087.html). Diakses pada tanggal 20 agustus 2013.
Sritanti. 2013. Laporan Praktikum Biologi Aves Merpati (Online) (http://sritanti26.blogspot.com/2013/01/laporan-praktikum-biologi-aves-merpati_4830.html). Diakses pada tanggal 20 agustus 2013.
Share:

0 komentar:

Post a comment

Blog archive