Saturday, 22 July 2017

Laporan Praktikum Kodok




BAB I
PENDAHULUAN

A.    Latar  Belakang
Amphibian  merupakan makanan  bagi berbagai macam vertebrata lainnya.  Beberapa spesies digunakan untuk pengajaran dan penilitian dalam biologi dan tak ketinggalan paha katak merupakan santapan yang lezat di meja makan. Sebagian besar dari kelas amphibi menunjukkan bahwa ia mempunyai dua fase hidup yaitu hidup di air dan di darat. Pada kedua fase tersebut struktur dan fungsinya menunjukkan sifat antara ikan dan reptilian dan menunjukkan bahwa amphibian merupakan suatu  kelompok chordate yang pertama kali keluar dari kehidupan dalam air.
Amphibi pertama muncul pada periode Devonian sekitar 370 tahun lalu. Mereka adalah vertebrata pertama yang naik kedaratan dari habitat air. Menjadi kelompok hewan pertama yang menghuni daratan.
Beberapa pola menunjukkan pola baru yang disesuaikan dengan kehidupan darat , misalnya: kaki, paru-paru, nares (nostril), yang mempunyai hubungan dengan cavum oris dan alat penghirup atau pembau  yang berfungsi baik baik di darat atau di air (Jasin, 1992).
Pada larva permulaan  semua amphibian misalnya salamander dapat mempertahankan insangnya selama hidupnya. Pada amphibian terdapat banyak archus aorticus, tapi sepasang archus aorticusnya seperti pada reptilian. Tempurung kepalanya adalah sederhana dengan ikan, tapi otot dagingnya pada kaki lebih kompleks bila dibandingkan dengan otot daging pada pina lateralis. Amphibi labyrynhodont (yang sudah berupa fosil) diduga sebagai nenek moyang dari reptilian yang paling tua dan juga untuk semua vertebrata darat yang tinggi.
 Dan untuk mengetahui lebih lanjut mengenai amphibi maka dilakukan pengamatan/pembedahan pada jenis katak (Rana cancrivora) dan kodok (Bufo sp.)

B.     Tujuan
Pada praktikum unit dua ini dengan judul amphibi, kami ingin mengetahui tentang anatomi, fisiologi dan morfologi amphibi
C.     Waktu dan Tempat
Kegiatan praktek ini dilaksanakan pada:
 Hari/tanggal              : ahad/09  agustus 2013
 Waktu                       :  pukul 13.00-14.30
Tempat                      : ruangan 8 kampus UNSULBAR
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

Organ tubuh terbentuk dari beberapa jaringan yang saling bekerja sama melaksanakan fungsi tertentu. Contoh organ adalah usus halus yang disusun oleh jaringan epitel, otot, ikat dan syaraf. Organ dibedakan atas dua  yaitu organ dalam dan organ luar. Organ tubuh hampir tidak ada yang bekerja sendiri, biasanya bekerja sama dalam koordinasi tertentu sebagai satu bagian dari suatu system. Setiap system organ mempunyai fungsi tertentu. Contohnya : organ jantung, pembuluh darah, dan darah terikat dalam sebuah system peredaran darah (sirkulasi). (Sainab,2011).
Kodok adalah hewan vertebrata yang fase hidupnya di dua alam yaitu di air dan di darat sehingga disebut hewan amphibia. Seekor kodok di darat bertopang pada sepasang kaki depan, sedangkan kaki belakang terlipat disisi tubuhnya. Kalau melompat, kaki belakang akan diluruskan dengan bantuan tendon achiles, bila di air kaki ini digunakan untuk mengayuh kuat dengan bantuan selaput renangnya, sehingga tubuhnya dapat maju kedepan. Air sering digunakan sebagai tempat berlindung, membasahi kulitnya, menyerap air serta melakukan perkembangbiakan secara seksual. (anonym, 2010)
Makanan kodok adalah serangga kecil, cacing atau hewan kecil dan mangsanya ditangkap dan langsung ditelan dengan lidahnya yang panjang dan berlendir. Kodok suka mangsa yang bergerak. Untuk tempat bertelur, kodok akan mencari air yang dangkal dan tenang, kodok jantan akan menyemprotkan spermanya ke telur  yang dikeluarkan oleh kodok betina. Telur  yang dibuahi oleh spermatozoa akan berkembang menjadi embrio, kemudian larva lalu kecebong dan selanjutnya bermetamorfosis menjadi katak dewasa. (tim penyusun, 2012)
Kodok terdiri dari kepala (caput), badan (truncus) dan anggota depan belakang (ekskrimitas anterior dan posterior). Dari morfologi, dapat dibedakan antara kodok jantan dan betina yaitu jika kodok jantan tubuhnya lebih kecil, pada kaki depan terdapat bantalan kawin (nuptial flaight yang berfungsi untuk menekan tubuh betina serta memberi tempat apabila jantan akan mengeluarkan spermatozoa),  dan pada bagian rahang bawah (Mandibula) terdapat sepasang noda hitam  yang menandakan bahwa katak jantan mempunyai sepasang kantung suara (Saccus vocalis), yang berfungsi sebagai resonansi suara. (tim penyusun. 2012)
Untuk mellihat bagian dalam dilakukan penyayatan disebelah kanan dan kiri linea alba sampai pada processus xiphoideus, kemudian dibelokkan kearah pangkal lengan. Bagian otot linea alba bila diangkat akan terlihat pembuluh vena abdominalis. Semua otot yang melekat pada sternum (tulang dada), dan juga bahu (Pectoral) dipotong, otot-otot lain yang menutup bagian abdomen disingkirkan, sehingga dapat terlihat semua organ dalamnya dengan jelas. Tanpa merubah posisi dapat dilihat organ-organ yang membangun situs viscerum yang terdiri dari : jantung (Cor), paru-paru (Pulmo), hati (Hepar), lambung (Gaster/Ventriculus) dan alat kelamin (Genetalia). (anonym, 2010).
Semua makhluk hidup melakukan penapasan, inilah salah satu ciri yang membedakan dengan benda mati. Oksigen dibutuhkan untuk oksidasi biologi atau respirasi sel. Dalam proses oksidasi biologi dihasilkan energy untuk melakukan aktivitas. Pada proses respirasi ini tentu saja membutuhkan alat-alat pernapasan yang akan membentuk system pernapasan. Adapun proses pernapasan kodok dewasa  dapat terjadi melalui kulit, rongga mulut, dan paru-paru.(anonym, 2010)
Semua bentuk kegiatan akan menghasilkan zat-zat sisa, begitu juga dengan kegiatan dalam tubuh yang melakukan proses metabolisme. Reaksi metabolisme menghasilkan zat-zat yang diperlukan oleh tubuh serta menghasilkan zat sisa yang tidak dibutuhkan oleh tubuh sehingga zat-zat tersebut harus dikeluarkan melalaui proses pembuangan atau ekskresi.tidak hanya manusia, semua jenis hewan juga melakukan ekskesi.alat-alat ekskresi yang menysusn system ekskresi yang dimiliki setiap makhluk hidup berbeda-beda. Alat ekskresi yang dimiliki oleh manusia dan vertebrata  lebih kompleks daripada makhluk hidup yang tingkatannya lebih rendah. (tim penyusun. 2012).
Untuk mengetahui system organ yang menyusun tubuh makhluk hidup tidak cukup apabila hanya mengetahui atau mempelajari dengan teori yang diberikan atau yang kami dapatkan. Hewan vertebrata menjadi sample yang sangat baik untuk diamati , dalam hal ini kami ingin mengetahui anatomi penyusun tubuhnya. Oleh karena itu, kami melakukan kegiatan praktikum untuk mengenal system organ dalam hewan vertebrata.
BAB III
METODE PRAKTIKUM

A.         Alat dan Bahan
1. Alat
a.       Papan seksi
b.      Alat seksi satu set
c.       Jarum pentul
d.      Loupe
e.       Pinset
f.       Botol selei kosong
2.Bahan
a.       Katak sawah (Rana cancrivora)
b.      Bufo sp.
c.       alkohol   
d.      kapas
B.       Cara Kerja
1.Pengamatan bentuk luar
a.       Membius Hewan denga alkohol, sebagai berikut:
                                 1.         menggulung Kapas dan dibasahi dengan alkohol sampai basah separuhnya
                                 2.         memasukkan Kapas basah tersebut kedalam botol pembius
                                 3.         memasukkan Katak kedalam botol pembius sampai katak tersebut lemas atau mati.
b.      Meletakkan katak/kodok yang sudah mati itu di atas papan seksi pada perutnya dan diamati bagian demi bagian.
                                 1.         Bagian kepala: disni terdapat
a.       Mata yang mempunyai pelupuk, selaput kejap dan biji mata
b.      Membrane timpanium kiri dan kanan
c.       Celah mulut yang lebar
d.      Lubang hidung luar
                                 2.         Leher sangat pendek. Katak tidak bisa menoleh karena tidak ada sendi antara tulang kepaladan leher.
                                 3.         Meraba Bagian badan dengan ujung telunju bagian keras dan lembut untuk mengetahui bagian yang bertulang. Pada bagian badan terdapat dua pasang kaki.
a.       Kaki depan yang terdiri atas bagian-bagian:
                                                             4.         Lengan atas
                                                             5.         Lengan bawah
                                                             6.         Telapak
                                                             7.         Jari-jari berselaput
b.      Kaki belakang, terdiri atas bagian-bagian:
                                                             8.         Paha
                                                             9.         Betis/tungkai
                                                           10.       Telapak yang menyatu
                                                           11.       Jari-jari yang berselaput
c.       Pada pertemuan pangkal paha agak ke punggung terdapat kloaka
c.       Mengamati seluruh permukaan kulit katak dengan loupe dan diraba dengan ujung jari
d.      Kemudian membuat gambar dengan pandangan dari punggung dan ditunjukkan bagian-bagian yang disebut diatas
2.Pembedahan  untuk pengamatan alat-alat tubuh bagian dalam
a.       Menelentangkan Hewan coba (katak) diatas papan seksi
b.      Merentangkan Kaki-kakinya dan ditusuk telapak kakinya dengan jarum pentul untuk menahan agar tidak bergerak
c.       Menjepit Pertengahan perut dengan pinset scara melintang kemudian lipatan kulit yang terjepit tersebut digunting sehingga terjadi sobekan
d.      Memasukkan  ujung yang tumpul dari gunting kedalam sobekan tersebut, kemudian di gunting kearah atas sampai gunting tersebut tertumpuk pada bagian dada.
e.       Melanjutkan Pengguntingan kulit kearah ekor sampai tertumbuk pada pangkal paha
f.       Mempelajari Perlekatan kulit pada otot/daging. Tidak semua permukaan kulit melekat langsung pada daging. Hanya pada bagian-bagian tertentu kulit melekat pada otot yang disebut septum. Dengan demikian terjadi kantong-kantong antara kulit dengan otot-otot yang disebut saccus (kantong).
g.      kembali meletakkan Hewan tersebut pada punggungnya
h.      merentangkan Kaki-kakinya dan dipasak kembali dengan jarum pentul agartidak mudah goyang.
i.        Pada pertengahan otot perut dibuat toehan secara membujur sampai tembus
j.        memasukkanUjung gunting yang tumpul kedalam celah yang telah terbentuk dan otot perut digunting dari arah kepala sampai pada tulang dada. Kemudian dilanjutkan irisan tersebut dilanjutkan dari arraha ekor sampai pangkal paha
k.      menyingkapkan Dinding parut ke arah samping dan ditahan dengan jarum pentul
l.        Dengan menggunakan gunting, kembali dibuat irisan kearah samping dan ditahan dengan jarum pentul
m.    Dengan tebentuknya bukaan ini maka akan terlihat alat-alat sebagai berikut:
                                             12.       Jantung berada dalam pericardium
                                             13.       Hati berwarna merah coklat yang terdiri dari dua lobus besar
                                             14.       Lambung berwarna keputih-putihan di sebelah kiri hati
                                             15.       Usus yang jelas berkelok-kelok
                                             16.       Kantung kemih yang berwarna bening, kadang  ditemukan kempis darena kosong
                                             17.       Pada preparat betina dewasa jelas Nampak ovarium yang hamper menutupi seluruh rongga perut berwarna hitam berbintik-bintik putih
                                             18.       Paru-paru Nampak terjepit disebelah kanan hati dan di sebelah kiri lambung
n.      Sebelum alat-alat tersebut di bongkar pada susunannya
o.      Membuat Gambar pada buku penuntun tentang susunan-susunan alat tersebut.

BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN

A.    Hasil Pengamatan
1.Pengamatan Morfologi
a.       Kodok (Bufo sp.)
1.      Mata
2.      Hidung
3.      Kelopak mata
4.      Membrane thympanium
5.      Radius/ulna
6.      Femur
7.      Falangs
8.      Femur
9.      Tibia
10.  Fibula
11.  Tarsal
12.  Selaput renang
13.  Anus
14.  Perut
15.  Perut
b.      Katak (Rana cancrivora)
1.      Mata
2.      Hidung
3.      Kelopak mata
4.      Membrane thympanium
5.      Radius/ulna
6.      Femur
7.      Falangs
8.      Femur
9.      Tibia
10.  Fibula
11.  Tarsal
12.  Selaput renang
13.  Anus
14.  Perut
15.  Perut
2.Pengamatan anatomi
a.  Kodok (Bufo sp.)
1.      Trakea (tenggorokan)
2.      Esofagus (kerongkongan)
3.      Jantung (cor)
4.      Lemak tubuh
5.      Pankreas
6.      Hepar (hati)
7.      Empedu
8.      Usus halus
9.      Lambung
10.  Usus duabelas jari
11.  Usus besar
12.  Ginjal
13.  Kantung kemih
14.  Kloaka
b.Katak (Rana cancrivora)
1.      Trakea (tenggorokan)
2.      Esofagus (kerongkongan)
3.      Jantung (cor)
4.      Lemak tubuh
5.      Pankreas
6.      Hepar (hati)
7.      Empedu
8.      Usus halus
9.      Lambung
10.  Usus duabelas jari
11.  Usus besar
12.  Ginjal
13.  Kantung kemih
14.  Kloaka
B.     Pembahasan
1.    kodok  (Bufo sp.)
a.       Klasifikasi
Kingdom         : Animalia
Phylum           : Chordata
Subphylum     : Vertebrata
Class               : Amphibia
Ordo                : Anura
Familia            : Ranidae
Genus              : Bufo
Spesies            : Bufo sp.
b. Morfologi
Pengamatan secara morfologi pada kodok, telah ditemukan bagian-bagian antara lain lubang hidung bagian luar (nares eksterna), mata, membrane thympanium, valvebra superior, valvebra inferior,falangs,radius ulna,humerus, femur, tibia fibula, metatarsal, kloaka, karpal,tarsal, lidah, maxilla dan mandibula
Kodok ini terdiri dari kepala (caput), badan (truncus), dan anggota depan belakang (ekskrimitas anterior dan posterior).  Dari morfologi, dapat dibedakan kodok jantan dan kodok betina karena kodok jantan tubuhnya lebih kecil, pada kaki depan terdapat bantalan kawin (nuptial flight yang berfungsi untuk menekan tubuh betina seta memberi tanda apabila jantan akan mengeluarkan spermatozoa), dan pada bagian rahang bawah (mandibula) terdapat sepasang noda hitam yang menandakan bahwa katak jantan mempunyai sepasang kantung suara (saccus vocalis), yang berfungsi sebagai resonansi suara.
1.1.Kulit (Integument)
Kulit katak selalu basah karena adanya sekresi kulit yang banyak sekali. Kulit juga mudah dilepas dari tubuhnya karena diantara kulit dan otot terdapat delapan macam kantung-kantung limpa atau saccus limphaticus yaitu saccus limphatycus dorsalis, submandibularis, pectoralis, abdominalis,lateralis, rachialis, dan crucalis. Bagian punggung disebut bagian dorsalis, bagian perut disebut ventralis (Tim Penyusun, 2012).
1.2.Mulut (Rima oris)
Terdapat pada ujung anterior, lebar dan berfungsi untuk menangkap mangsa dengan bantuan lidah yang berlendir (Tim Penyusun, 2012).
1.3.Lubang hidung (Nares eksterna-nares anterior)
Merupakan sepasan lubang kecil yang terdapat diatas mulut dan lubang ini berhubungan dengan rongga mulut melelui hidung dalam (nares interna – nares posterior = choanae)  (Tim Penyusun, 2012).
1.4.Mata (organon visus)
Mata menonjol dan dilindungi oleh dua kelopak mata yang tidak dapat bergerak, bagian atas disebut valvebra superior, bagian bawah  disebut valvebra inferior serta kelopak mata ketiga berupa selaput bening yang dapat digerakkan dari bawah keatas disebut membrane nictitans yang berfungsi untuk melindungi mata dari gesekan air.
1.4.Telinga (membrane thympanium)
Merupakan gendang pendengaran yang berfungsi untuk menerima getaran suara, terletak caudal dari mata dan pada bagian permukaan. Pada telinga tidak terdapat daun telinga (pinna auricularis).
1.5.Alat gerak (kaki depan – kaki belakang)
Kodok jantan tubuhnya lebih kecil, pada kaki depan terdapat bantalan kawin (nuptial flight) yang berfungsi untuk menekan tubuh betina serta memberi tanda apabila jantan akan mengeluarkan spermatozoa. Seekor katak didarat bertopang pada sepasan kaki depan, sedangkan kaki belakan terlipat pada sisi tubuhnya. Kalau melompat, kaki belakang akan diluruskan dengan bantuan tendon achiles.  bila di air, kaki ini digunakan untuk mengayuh kuat dengan bantuan selaput renangnya, sehingga tubuhnya dapat maju kedepan (Tim Penyusun, 2012).
c.       Anatomi
Pada pengamatan secara anatomi kodok, telah ditemukan organ-organ antara lain adalah jantung (cor), hati (hepar), paru-paru (pulmo), kantung empedu (vesica vellea), pancreas (pancreas), lambung (ventriculus), kerongkongan (esofagus) , usus 12 jari, usus halus (intestinum), usus besar (rectum), ginjal (ren), pericardium (selaput tipis pembungkus jantung), kloaka.
1.1.Rongga mulut (rima oris)
Rongga mulut merupakan tempat makanan masuk pertama kali. Terdapat faring yang merupakan organ pendek dan sempit yang merupakan lanjutan dari rongga mulut. Kemudian ada bagian kerongkongan (esophagus) yang biasa disebut sebagai usus penelan (Anonym 2010).
1.2.Lambung (gaster)
Lambung terletak disebelah kiri dari rongga tubuh. Mempunyai dinding yang tebal yang merupakan tempat menampung makanan. Makanan yang masuk kedalam rongga ini mulai dicerna. Bagian interior disebut cardia, bagian tengah disebut fundus dan bagian posterior yang agak sempit disebut pylorus  (Anonym2010).
1.3.Usus halus (intestinum)
         Usus halus marupakan bagian setelah pylorus berliku-liku. Bagian interior setelah pillorus disebut duodenum. Usus halus ini tidak berdiri sendiri tetapi digantung oleh selaput tipis yang disebut inesentrium. Pada duodenum terdapat muara saluran pelepasan dari hati dan pancreas yang dissebut ductus choledachus (anonym 2010).
1.4.Usus besar (rectum)
          Usus besar merupakan lanjutan dari usus halus dan tempat sisa hasil metabolism dari makanan dan bermuara ke kloaka.
d.      Fisiologi
Pada pengamatan fisiologi telah ditemukan berbagai system yang mendukung fungsi tubuh kodok antara lain:
1.      System Pencernaan
Pada pengamatan saluran pencernaan, ada bagian halus yang disingkirkan agar mudah diamati dari esophagus sampai ke muara kloaka, saluran pencernaan ini terdiri dari  mulut, kerongkongan, lambung, usus, usus halus, usus dubelas jari, usus besar dan kloaka
Kelenjar Pencernaan terdiri dari hati, limfa dan pankreas. Hati (hepar) merupakan organ yang terletak posterior dari jantung. Terdiri dari tiga lobus, terdapat kantung empedu (vesica vellea) ada lobus kanan hati. Hati menghasilkan cairan empedu yan dihasilkan oleh sel-sel hati dan disimpan dalam kantung empedu melalui ductus hepaticus. Bila diperlukan, maka empedu akan dikeluarkan dari kantung empedu melalui duscus cysticus dan akan bermuara melalui duscus choledachus (Tim Penyusun, 2012).
Pancreas (pancreas) marupakan organ yang tipis, berwarna kuning muda dan terletak pada mesentrium yang terdapat diantara lambung dan duodenum. Pancreas menghasilkan enzim pancreas dan dikeluarkan melalui ductus pancreates dan dilanjutkan ke ductus choledachus dan bermuara di duodenum (tim penyusun, 2012).
Limpa merupakan organ yang berwarna merah tua, terletak diantara intestinum dan sebenarnya tidak termasuk kedalam system pencernaan, tetapi ada hubungannya dengan system peredaran darah. Selain ketiga organ yang disebutkan, masih terdapat kelenjar pencernaan yang terdapat di esophagus, lambung dan usus, tetapi kelenjar ini hanya dapat dilihat dibawah mikroskop (Tim Penyusun, 2012).

2.      System peredaran darah
Pada kodok, ada beberapa organ yang berfungsi untuk mendukung system peredaran darahnnya natra lain adalah jantung, conus arteriosus, truncus arteriosus, sinus venosus, vena iliaca interna, vena renalis adveheter, vena cava posterior dan juga limfa  (Tim Penyusun, 2012).
Jantung (cor) terdiri atas satu atrium dan satu ventrikel, atrium sinistra, menerima darah dari vena pulomalis, atrium dekstra menerima darah dari sinus venosus. Ventrikel berdinding tebal, adanya trabeculae (penonjolan) dari otot jantung (miokardium)  (Tim Penyusun, 2012).
Conus arteriosus mempunyai letak yang miring kearah kiri, berwarna putih serta menerima  darah dari cor  (Tim Penyusun, 2012).
Truncus arteriosus merupakan lanjutan  dari conus arteriosus, bagian distalnya bercabang dua kearah kiri dan kanan  (Tim Penyusun, 2012).
Sinus venosus  adalah salah satu bagian dari jantung yang berfungsi untuk menampung darah. System peredaran darah arteri terdiri dari system peredaran darah arteri dan system peredaran darah vena yang terdiri dari vena langsung dan system peredaran darah tidak langsung. (tim penyusun, 2012).
Vena iliaca interna mengalirkan darah dari vena iliaca interna dengan vena iliaca eksterna yang mengalirkan darah menuju ren  (Tim Penyusun, 2012).
Vena renalis adveheter (lima pasang) pembuluh pendek yang datang dari portase menuju ren (Tim Penyusun, 2012).
Vena cava posterior menerima dari cospus adiposum, gonad dan ren melalui vena renalis revehetes. (tim pennyusun, 2012)
Selain system peredaran darah, pada kodok juga terdapat limfa yang berfungsi untuk mengembalikan plasma darah kembali ke jantung melalui pembuluh vena
3.      System urogenitalia
System uroginetalia merupakan system yang saling berkaitan, yaitu system ekskretoris (pengeluaran) dan system genital (kelamin).
4.      System ekskretoris terdiri dari ginjal (ren), ureter (ductus), dan kantung urine (vesica urinaria).
Ginjal adalah sepasang organ dalam yang berwarna merah kecoklatan dan terletak pada bagian dasar rongga tubuh, disebelah kanan dan kiri dari tulang vertebrata. Pada permukaan vential pada ren terdapat kelenjar adrenal (grandula suprarenalis), merupakan kelenjar endokrin yang dapat menghasilkan hormone adrenalin. (anonym, 2010)
Ureter adalah mesonerfos atau ductus wolfii dan merupakan sepasang saluran yang keluar dari tepi lateral dari ginjal, tempat lewat urine  dan akan ditampung pada kantung urine (vesica urinaria). Khusus pada jantan digunakan juga untuk lewatnya spermatozoa yang dihasilkann oleh testis melalui vasa diferentia kemudian masuk  kedalam ureter pada bagian bawah dan masuk kedalam vesica urinaria. Oleh ssebab itu disebut juga sebagai ductus urospematicus  (Tim Penyusun,  2012).
Kantung urine mempunyai dinding yang tipis, terletak ventral dari rectum dan bermuara ke kloaka.
5.      system genitalia
 Alat kelamin betina terdapat ovarium yang merupakan sepasang kantung besar yang mengandung sel-sel telur, dan bila bengkak akan menutup semua bagian abdomen seta dilindungi oleh selaput tipis mesovarium. Sel telur yang sudah matang akan memecahkan  dinding ovarium dan dengan bantuan silia seta otot abdomen, telur-telur tersebut didorong kedepan menuju ostium tubae atau ostium abdominate yang terletak dikiri dan kanan esophagus dan merupakan pangkal dari saluran telur   (Tim Penyusun, 2012).
Saluran telur (oviduct) adalah sepasan berliku-liku dan berwarna putih. Telur-telur yang matang tadi akan masuk kedalam oviduct, dan sebelum bermuara ke kloaka akan masuk terlebih dahulu ke ovisac (oviduk yang  telah mengalami pelebaran) atau lazimnya disebut uterus atau rahim.
Uterus merupakan tempat penyimpanan sementara sel telur sebelum keluar dari tubuh karena fertilisasi (pembuahan). Pada kodok, pembuahan yang terjadi adalah pembuahan eksternal atau diluar tubuhh induk betina dengan bantuan air. Badan-badan lemak (corpus adiposum) menyerupai tangan atau daun berwarna kekuningan, terletak diatas ginjal dan berisi makanan cadangan yang digunakan pada musim kawin (Tim Penyusun, 2012).
Sedangkan alat kelamin jantan terdapat sepasan testis yang berbentuk bulat memanjang dan berwarna putih kekuningan. Spermatozoa dihasilkan oleh jaringan testis yang  dolindungi oleh selaput mesorchium. Spermatozoa dikeluarkan melalui vase differentia menyusuri bagian lateral dan ren  (Tim Penyusun,  2012).
Vase differentia berupa saluran-saluran halus dari testis serta melalui mesorchium, selanjutnya  akan bermuara ke ductus urospermaticus. Ductus urospermaticus merupakan bagian caudal dari ductus urospermaticus, serta penyimpanan terakhir spermatozoa sebelum keluar dari tubuh  (Tim Penyusun, 2012).
6.      System Respirasi (pernapasan)
Paru-paru (pulmo) merupakan dua buah kantong yang elastic. Permukaan bagian dalam mengandung banyak lipatan untuk mempeluas permukaan respirasi. Pulmo pada kodok berhubungan kangsung dengan laring, dan laring berhubungan langsung dengan rongga mulut melalui celah auditus laryngis atau glotis. (Tim Penyusun, 2012).
Kulit (integument) sering digunakan oleh kodok untuk membantu system respirasi melalui pembuluh vena cutunea inagra yang tersebar dibagian dalam kulit untuk mempermudah difusi oksigen dan karbon dioksida melalui darah
System respirasi pada kodok terjadi dalam beberapa fase yaitu :
7. Aspirasi yaitu cavum oris menutup, otot submandibularis mengalami relaksasi , sementaara otot strerrophyodeus  berkontraksi sehingga cavum oris membesar dan memungkinkan undara masuk melalui nares eksterna atau nares interior   (Tim Penyusun, 2012).
8. Inspirasi yaitu nares tertutup oleh kutub, diikuti oleh kontraksi otot submandibularis dan geniohyoideus, akibatnya cavum oris mengecil dan udara masuk ke laringnya melalui glotis (aditus laryngis) dan kemudian pulmo mengembang (Tim Penyusun, 2012).
9. Ekspirasi yaitu otot submandibularis mengalami relaksasi sedangkan otot sternnohyodeus  dan otot-otot perut mengalami kontraksi yang mengakibatkan udara yang ada di dalam pulmo keluar. Atau glotis menututup, nares terbuka,, sementara otot submandibularis dan otot geniohyoideus berkontraksi dan mengakibatkan cavum oris menyempit dan udara dihembuskan keluar pulmo  (Tim Penyusun, 2012)
e.    Habitat
kodok hidup pada daerah yang lembap sampai pada genangan air. Pada saat masih pada tahap telur sampai kecebong, ia akan hidup di dalam air tapi ketika sudah cukup dewasa maka insangnyapun akan termodifikasi menjadi paru-paru dan akan memulai fas hidup  di darat.
2.      Katak (Rana cancrivora)
a.       Klasifikasi katak
Kingdom              : animalia
Phylum                 : chordate
Subphylum           :tetraphoda
Class                     :amphibian
Odo                      : anura
Sub ordo              : phaneroglossa
Familia                 ; ranidae
Genus                   : rana
Spesies                 : Rana sp.
b.      Morfologi
  Dari segi morfologi katak maupun kodok memiliki morfologi yang hampir sama, sehingga kita harus mengamatinya terlebih dahulu baru bisa mengetahui apakah spesies tersebut merupakan kodok atau katak.
Pada bagian kulit kodok biasanya terasa kasar, kering dan terdapat bintil–bintil. Kodok juga biasanya memiliki kaki/tungkai belakang yang pendek. Bentuk jari kodok seperti cakar yang berfungsi untuk menggali. Kodok biasanya hidup pada tempat–tempat tertentu seperti di sekitar rumah, dan kayu lapuk.
Umumnya katak memiliki tubuh yang lebih ramping dibandingkan dengan kodok. Kulitnya juga terasa halus bila disentuh dan akan terasa lembab. Kaki belakangnya biasanya lebih panjang sehingga katak pandai melompat. Pada bagian jari–jarinya terdapat selaput yang dapat berfungsi untuk berenang dan menempel pada pohon. Katak lebih mudah kita temukan pada wilayah berair seperti sungai, rawa, danau, dan persawahan. Beberapa jenis katak dapat dikonsumsi oleh manusia.
Berikut adalah table yang menyajikan perbedaan antara katak dan kodok
No.
Pembeda
Bufonidae
Ranidae
1
Berbintil
ada
Tidak ada
2
Kepala
bulat
segitiga
3
Lidah
bulat
bercabang
4
Alur tubuh
supraorbital
parietal
5
Lendir tubuh
Tidak ada
ada
6
Kelenjar parotid
ada
Tidak ada
7
Bentuk tubuh
bulat
ramping
8
Ujung jari
pendek
panjang
9
Ukuran kaki
pendek
panjang
10
Gigi vomer
tidak ada
ada
11
Kaki berselaput
Tidak ada
ada
12
Pigmen kromatofor
Tidak ada
ada
13
Tipe pergelangan bahu
arciferal
firmisterna
14
Rangka tubuh
ada
Tidak ada

c.       Anatomi,  fisiologi dan habitat
Dalam hal anatomi ,fisiologi dan habitat katak tidak berbeda dari kodok. Hanya saja ada beberapa dari spesies katak tertentu yang suka  hidup pada pepohonan dan pada tubuhnya pun antara kaki depan dan kaki belakang terdapat selaput yang lebar sehingga memungkinkan ia untuk melompat dengan aman dari suatu pohon ke pohon yang ada di dekatnya.

BAB V
PENUTUP

A.    Kesimpulan
1.Morfologi kodok/katak terdiri atas mulut, kulit, mata , telinga, lubang hidung dan alat gerak.
2.   Anatomi kodok/katak terdiri dari jantung, hati, ginjal,  paru-paru, kantung empedu, pancreas, jantung,  lambung, kerongkongan,  usus 12 Jari, usus besar, usus halus, testis dan kloaka.
3.   Kodok tersusun atas organ-organ yang membentu system organ yaitu system pencernaan, system pernapasan, system ekskretorius, system genitalia serta system peredaran darah.
4.   System pencernaan terdiri atas saluran pencernaan yang melalui kerongkongan, lambung, usus halus, usus besar,  dan kelenjar pencernaan meliputi hati, pancreas dan limfa.
5.   System peredaran darah tersusun atas organ jantung dan pembuluh-pembuluh darah yang berfungsi mengedarkan darah keseluruh tubuh.
6.   System pernapsan terdiri atas organ-organ yaitu hidung, laring, paru-paru. Kulit juga sering digunakan katak untuk membantu system respirasi.
7.   System urogenitalia merupakan system yang berkaitan yaitu system ekskretorius (pengeluaran) dan system genital (kelamin).
B.     Saran
1.Laboratorium
Sebaiknya kita melakukan praktek ini didalam sebuah laboratorium yang menyediakan hewan vertebrata yang sudah diawetkan dengan pewarna lateks yang berbeda agar dibandingkan antara hewan yang baru dibedah dengan hewan yang sudah diawetkan.
2.Asisten
Sebaiknya kegiatan pembedahan  yang dilakukan oleh mahasiswa diberikan response agar bisa diketahui kemampuan untuk membedakan beberapa system penyusunnya.
.
DAFTAR PUSTAKA
Anonym,  2010. Anatomi vertebrata  (online). http://id.wikipedia.org/wiki/anatomi_vertebrata.   Majene, 30 maret 2011.
Anonim. 2013. Perbedaan anatomi morfologi ranidae (Online) (http://uniquely-biology.blogspot.com/2013/01/perbedaan-morfologi-anatomi-ranidae_19.html diakses padad tanggal 12 agustus 2013)
Sainab, 2011. Penuntun praktikum biologgi umum. Majene: Fakultas MIPA.
Tim penyusun, 2012. penuntun praktikum biologi dasar. Majene: Fakultas MIPA.
Share:

0 komentar:

Post a Comment

Blog Archive