Friday, 28 July 2017

Keutamaan Ukhuwah dan Cinta Karena Allah





Syarat sempurnanya iman.
Dari Anas bin Malik r.a bahwasanya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :
لَا يُؤْمِنُ أَحَدُكُمْ حَتَّى يُحِبَّ لِأَخِيهِ مَا يُحِبُّ لِنَفْسِهِ
“Tidak sempurna keimanan salah seorang dari kalian sampai dia mencintai untuk saudaranya apa yang dia cintai untuk dirinya.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Maukah kalian aku tunjukkan suatu amal kalau kalian kerjakan kalian akan saling mencintai sebarkan salam diantara kalian. Maka para sahabat jika mereka berjalan berdua tiba-tiba ada pohon misalnya atau ada sesuatu yang memisahkan mereka, di ujung mereka bertemu mereka mengatakan asslamu ‘alikum. Para sahabat, bagaimana kita hari ini, kalau ketemu buang muka, bagaimana tidak hancur hati kita ini, sudah tidak salam, muka masam lagi. Akhirnya kita yang sebenarnya tidak benci jadi benci juga dan akhirnya saling membenci

Mendapatkan cinta Allah.

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَعَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَّ رَجُلًا زَارَ أَخًا لَهُ فِي قَرْيَةٍ أُخْرَى فَأَرْصَدَ اللَّهُ عَلَى مَدْرَجَتِهِ مَلَكًا فَقَالَ لَهُ أَيْنَ تَذْهَبُ قَالَ أَزُورُ أَخًا لِي فِي اللَّهِ فِي قَرْيَةِ كَذَا وَكَذَا قَالَ هَلْ لَهُ عَلَيْكَ مِنْ نِعْمَةٍ تَرُبُّهَا قَالَ لَا وَلَكِنَّنِي أَحْبَبْتُهُ فِي اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ قَالَ فَإِنِّي رَسُولُ اللَّهِ إِلَيْكَ أَنَّ اللَّهَ قَدْ أَحَبَّكَ كَمَا أَحْبَبْتَهُ فِيهِ
Dari Abu Hurairah r.a dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bahwasanya seorang laki-laki menziarahi saudaranya di kampung lain lalu Allah mengutus seorang malaikat untuk mengikutinya di jalannya. Ketika malaikat itu mendatanginya dia berakata : “Mau kemana engkau?” Orang itu menjawab : “Saya ingin menziarahi saudaraku fillah di kampung fulan.” Malaikat berkata : “Apakah karena satu kebaikan yang ingin kau balas?” Orang itu berkata : “Tidak, akan tetapi aku mencintainya karena Allah Azza wa Jalla.” Malaikat berkata : “Sesungguhnya aku adalah utusan Allah  kepadamu untuk menyampaikan bahwasanya Allah mencintaimu sebagaimana engkau mencintai saudaramu karenaNya.” (HR. Ahmad dan Muslim).
Keutamaan yang lain sebagaimana yang telah disebutkan hadistnya, berada di mimbar-mimbar cahaya, mendapatkan rahmat di hari kiamat. Orang yang saling mencintai karena Allah, bertemu karena Allah dan berpisah karena Allah.

Berada di atas mimbar-mimbar cahaya yang diinginkan oleh para Nabi dan syuhada.

Dari Mu’adz bin Jabal r.a bahwasanya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda : Allah ‘Azza wa Jalla berfirman :
الْمُتَحَابُّونَ فِي جَلَالِي لَهُمْ مَنَابِرُ مِنْ نُورٍ يَغْبِطُهُمْ النَّبِيُّونَ وَالشُّهَدَاءُ
“Orang yang saling mencintai dalam keagunganKu bagi mereka mimbar-mimbar (tempat-tempat yang tinggi) dari cahaya. Para Nabi dan para syuhada sangat menginginkan (keadaan seperti) mereka.” (HR. Tirmidzi dan dishahihkan oleh Al Albani).
Mimbar arinya apa? Ia adalah tempat yang tinggi. Kenapa dinamakan tempat khutbah mimbar karena ia tinggi kalau ada mimbar yang tidak tinggi  bukan mimbar namanya ada suatu mensjid namanya mesjid al ikhsan minbarnya bukan mimbar karena hanya seperti panggung, itu mimbar bahasa indonesia, kalau mimbar dalam bahasa arab mimbar itu tinggi. Kalau kita brdiri di lantai itu juga bukan mimbar tapi hanya tempat bersandar.

Mendapat naungan Allah di hari kiamat.
Dari Abu Hurairah r.a bahwasanya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :
إِنَّ اللَّهَ يَقُولُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ أَيْنَ الْمُتَحَابُّونَ بِجَلَالِي الْيَوْمَ أُظِلُّهُمْ فِي ظِلِّي يَوْمَ لَا ظِلَّ إِلَّا ظِلِّي
“Sesungguhnya Allah berfirman pad hari kiamat : Mana orang yang saling mencintai karena keagunganKu? Pada hari ini Aku akan menaungi mereka dengan naunganKu  di hari yang tidak ada naungan kecuali naunganKu.” (HR. Muslim)
Juga hadits tentang 7 golongan yang mendapakan naungan Allah pada hari kiamat yang salah satunya adalah “dua orang yang saling mencintai karena Allah, mereka bertemu karena Allah dan berpisah karena Allah.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Ikatan iman yang paling kuat.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :
أَوْثَقُ عُرَى الإِيمَانِ الْمُوَالاةُ فِي اللَّهِ، وَالْمُعَادَاةُ فِي اللَّهِ، وَالْحُبُّ فِي اللَّهِ، وَالْبُغْضُ فِي اللَّهِ.
“Ikatan iman yang paling kuat adalah saling memberikan loyalitas karena Allah dan saling membenci karena Allah dan cinta karena Allah dan benci karena Allah.” (HR. Thabrani dan dihasankan oleh Al Albani). Ikatan iman yang paling kuat adalah cinta karena Allah, beberapa keutamaan cinta karena Allah dijelaskan dengan baik sehingga mereka betul-betul bisa menanamkan cinta karena Allah.”

Share:

0 komentar:

Post a Comment

Blog Archive