Klik disini

Saturday, 1 May 2021

Wahdah Majene Tebar Ifthor untuk Korban Gempa di Malunda



MAJENE. Panitia Amaliyah Ramadhan DPD Wahdah Islamiyah Majene melakukan pembagian ifthor untuk masyarakat korban gempa di kecamatan Malunda pada Sabtu (01/04/21).

Kegiatan pembagian ifthor tersebut merupakan kolaborasi antara Panitia Amaliyah Ramadhan dengan Muslimah Wahdah dan WIZ Majene. Pada kegiatan tersebut tersalurkan sebanyak 400 paket ifthor yang terpusat ke beberapa titik di kecamatan Malunda seperti di Masjid al-Amin Lombang, Mushallah sementara Pettabeang, mushalla Tasukke dan masjid at-Taubah dusun Takapa.

Ketua panitia Amaliyah Ramadhan DPD Wahdah Islamiyah Majene untuk Ramadhan tahun 2021 ini Muhammad Fadhil, Mengatakan sangat berterima kasih kepada seluruh donatur yang membantu terlaksananya program tebar ifthor tersebut.

“alhamdulillah wa syukron wajazakumullahu khairan kepada seluruh donator yang telah membantu terlaksananya program tebar ifthor ini, meski secara umum masyarakat masih banyak yang shalat di masjid atau mushallah sementara dengan kondisi yang sederhana namun keberkahan ukhuwah dan ibadah puasa masih bisa kita rasakan dan nikmati saat kegiatan berbagi ifthor ini” tutur Fadhil saat dikonfirmasi (01/04/21).

Wahdah Islamiyah sendiri sejak dari kejadian gempa bumi yang mengguncang kabupaten Majene dan Mamuju lalu sampai saat ini tetap konsisten memberikan bantuan-bantuan kepada para penyintas baik berupa bantuan moril maupun materil.

 

Share:

Monday, 15 March 2021

Sahabat Hidayah Mamuju Galang Donasi Sumur Bor Untuk Korban Gempa Majene

 


Mamuju, Sahabat Hidayah Mamuju meluncurkan program Donasi Sumur Bor untuk korban gempa 6,2 SR Sulbar yang dipusatkan di Kecamatan Malunda, Kab. Majene, Sulaweai Barat. 


Kebutuhan akan sumber air para korban gempa di Kecamatan Malunda kini sangat mendesak. Pasalnya, sumber air yang selama ini digunakan oleh warga telah rusak dan tidak lagi dapat mengalirkan air diakibatkan pipa-pipa yang mengarilkan aor dari sungai ke rumah-rumah warga kini telah rusak. 

Ahmad Apandi, salah seorang warga Pettabeang, Malunda mengaku saat kesulitan mendapatkan air, Dia bersama dengan warga lain mengaku setiap hari harus membawa jerigen ke sungai Malunda yang berjarak sekitar dua kilomerer  mengambil air untuk kebutuhan memasak, minum dan kebutuhan lainnya. 

Ia mengaku sangat senang dan menyambut antusias program donasi sumur bor yang diselenggarakan oleh Sahabat Hidayah Mamuju tersebut. 

"Bagus itu, disini sangat butuh air karena sumber air kami selama ini sudah rusak. Kalau sumur bor ini ada maka akan sangat membantu kami" Tutur Ahmad (15/03/21). 

Ditempat terpisah, ketua Sahabat Hidayah Mamuju Usman Ali mengatakan sangat senang jika program ini disambut baik oleh warga korban gempa. 

"Tentu ini sangat baik, program ini akan menjadi ladang amal jariyah baru bagi kami dan para donatur dan sangat berharap program ini bisa  membantu warga korban gempa Malunda untuk mendapatkan air bersih" Tutur Usman saat dikonfimasi di posko relawan Sahabat Hidayah Mamuju di Malunda (15/03/21).

Share:

WAHDAH ISLAMIYAH MEMBANGUN HUNTARA UNTUK WARGA MALUNDA DAN ULUMANDA

 



Malunda, Pasca Gempa Bumi yang melanda Malunda dan sekitarnya pada bulan Januari 2021 yang lalu ada banyak rumah warga yang mengalami kerusakan di beberapa titik lokasi. Diantaranya ada yang rusak ringan, sedang, dan berat.

Sejak awal terjadinya gempa bumi , alhamdulillah Wahdah Islamiyah yang diwakili oleh relawan Wahdah Peduli dan Wahdah Inspirasi Zakat (WIZ) bisa memberikan banyak kontribusi untuk membantu masyarakat Malunda dan Ulumanda  seperti penyaluran logistik dan berbagai kebutuhan mendesak warga saat itu, pemeriksaan kesehatan, pembersihan puing-puing bangunan, renovasi dan pembangunan Masjid (sementara berjalan), pengadaan beberapa sumur bor, pembinaan keagamaan (belajar baca iqro dan Qur'an) untuk anak-anak dan dewasa, trauma healing dan saat ini sementara pembangunan hunian sementara (huntara) untuk rumah warga yang rusak berat. 

Rencananya, Wahdah Islamiyah akan membangun 10 unit Huntara untuk tahap pertama dan diharapkan bisa membangun lebih banyak lagi huntara untuk korban gempa. 

"Target awal huntara sebanyak 10 bangunan dengan rincian 8 huntara akan di bangun di Malunda dan 2 di Ulumanda. Huntara ini dibangunkan untuk warga yang memang rumahnya rusak berat dan warga tersebut dari segi ekonomi tergolong kurang mampu" Ungkap korlap Posko induk Wahdah Islamiyah di Malunda, Sufriadi (15/03/21). 

Sufriadi menambahkan bahwa saat ini (15/03/21) telah terbangun dua unit huntara.

"Alhamdulillah per hari ini sudah terbangun 2 unit huntara yang berlokasi di lingkungan Galung Banua Kel. Malunda Kec. Malunda." Tutur Sufriadi

Share:

Wednesday, 20 January 2021

Pettabeang, Lokasi Terparah Gempa Mamuju Majene



MALUNDA Gempa berkekuatan 6,2 SR yang terjadi di Majene-Mamuju pada Jumat dinihari (15/01/20) menyisahkan banyak duka. Salah satunya tempat tinggal para korban gempa yang kini tidak lagi bisa ditinggali. 

Salah satu daerah  yang terdampak cukup parah adalah Pettabeang kec. Malunda kab. Majene, Sulawesi Barat. 

Rumah-rumah warga yang ada di Pettabeang hampir 95% mengalami kerusakan baik kerusakan berat hingga kerusakan ringan. Sisanya adalah rimah-rumah kayu yang masih kuat terhadap guncangan gempa tersebut. 

Berikut adalah foto-foto keadaan perumahan warga Pettabeang Malunda yang sempat kami abadikan






















Share:

Wednesday, 23 December 2020

DKI Jakarta Raih Penghargaan TOP Digital Awards 2020

 

Jakarta kota digital!

Alhamdulillah, DKI Jakarta kembali meraih penghargaan, kali ini dari TOP Digital Awards 2020 pada hari Selasa (22/12). Kita memenangkan penghargaan untuk tiga kategori, yaitu Top Digital Implementation 2020 on Province Government Level Stars 5, Top Digital Transformation Readiness 2020 dan Top Leader on Digital Implementation 2020.

Kami bersyukur dan berterima kasih atas penghargaan Top Digital Awards 2020 kepada Pemprov DKI Jakarta. Ini merupakan hasil dari kerja kolosal dan kolaborasi banyak pihak di balik layar yang terlibat dalam membangun ekosistem digital Jakarta.

Kita semua menyadari bahwa adanya pandemi dan krisis yang kita rasakan ini sesungguhnya adalah perubahan yang dipercepat. Alat yang biasa kita gunakan sehari-hari kini dimanfaatkan secara optimal dalam komunikasi jarak jauh untuk mencegah penularan. Transformasi digital terjadi di mana-mana dan itu artinya kita harus siap mengantisipasi perubahan tersebut. 

Kami di DKI Jakarta membangun super-app JAKI, Jakarta Kini untuk meintegrasikan seluruh data yang kami miliki dalam satu aplikasi digital yang dapat diakses di mana saja-kapan saja.

Kami juga meluncurkan program JakWIFI agar seluruh kegiatan yang kini mengandalkan koneksi internet dapat terjangkau oleh seluruh masyarakat

Di sisi lain, transformasi digital juga kami lakukan di dalam jajaran agar sistem administrasi birokrasi dapat lebih mudah, lebih cepat dan mengedepankan prinsip good governance seperti transparan dan akuntabel.

Ke depan, transformasi digital akan terus kami lakukan dengan kebijakan berbasis kolaborasi. Kami ingin melibatkan seluruh masyarakat yang memiliki ide, gagasan, inovasi terbaik untuk berpartisipasi aktif dalam membangun kota Jakarta. Sehingga visi untuk Jakarta yang maju kotanya dan bahagia warganya adalah visi bersama yang dicapai bersama-sama.



Sumber: fp Anies Baswedan

Share:

Saturday, 5 December 2020

ALAMI PENUAAN DINI LANGKA, BALITA 4 TAHUN SEPERTI 80an TAHUN


 

Pasangan muda Lovelu Hossain dan Tripti Khatun dari ini melahirkan bayi mungil yang tampan 4 tahun lalu dengan nama Bayezid Hossain di Magura bangladesh. Tampak seperti bayi pada umumnya yang lucu dan tampan serta sehat tidak kurang suatu apa. Hingga 3 bulan kemudian mulai terjadi hal yang sangat tidak diinginkan.

Memasuki usia 3 bulan mulai tampak ada yang aneh pada pertumbuhannya.Sebuah penyakit kulit penuaan Dini yang sangat langka menyerang bayi mungil ini. Kulitnya yang awalnya lembut berangsur menjadi layu dan seperti kulit orang tua saja meskipun usia sesungguhnya masih balita.

Penyakit Penuaan Dini yang disinyalir lebih dari 8 kali lipat percepatannya membuat kulitnya mendadak keriput, kering dan tidak seperti kulit Bayi pada umumnya. Wajahnya yang imut-imut berubah cepat menjadi seperti wajah kakek-kakek yang berusia 80 tahun atau lebih. Hingga kini masih menjadi bahan penelitian para ahli medis di pemerintahan bangladesh tentang penyakit Penuaan Dini i yang langka ini.

Keluhan lain yang terjadi pada Bayezid Hossan ini adalah rasa sakit karena bengkak di bagian wajah dan beberapa anggota tubuh lainnya. Sendi-sendi pada tubuh Bayezid juga mengalami sakit seperti persendian orang tua pada umumnya. Selain itu Boyazid mengalami kesulitan dalam Buang Air Besar setiap saat.

Bahkan sejak usia 3 bulan dan sudah memiliki Gigi yang lengkap, itupun berangsur dengan cepat mengalami penuaan tulang sehingga saat ini di usia 4 tahun sudah hampir semua Giginya tanggal karena keropos dalam waktu cepat. Begitu yang diungkapkan dengan sangat sedih oleh Trpti Khatun ibu nya.

Diagnosa Dokter dalam kasus Penuaan Dini Boyazid ini sebagai penyakit Progeria. Sebuah Penyakit Penuaan Dini yang sangat langka dan paling berbahaya yang pernah ada. Analisa lain yang didapat dari kasus ini adalah, Anak-anak dengan kondisi seperti ini dianggap tidak akan bisa hidup lebih dari usia 13 tahun. Sungguh sangat mengharukan kisah yang dialami keluarga muda ini.

Sampai saat ini berjalan, belum dapat dipastikan apa saja yang menyebabkan Penyakit Penuaan Dini langka ini bisa menyerang anak-anak. Masih menjadi bahan penelitian bukan saja di negara bangladesh tetapi banyak dokter peneliti dari negara-negara maju lain yang datang untuk ikut ambil bagian dalam penelitian Boyazid ini. 

Selain Penyakit Penuaan Dini Progeria, Boyazid juga disinyalir memiliki bentuk Kutis Laxa yang merupakan gangguan jaringan ikat langka hingga menyebabkan kulit berkeriput, berlipat seperti menggantung dan akibat-akibat penuaan lainnya. Kepasrahan yang didapat dari keluarga ini sungguh sangat luar biasa, termasuk bagaimana Boyazid kecil hampir tidak pernah mengeluhkan kondisinya sekarang ini.

Sang Ayah, Hossain bahkan sebisanya tidak membahas penyakit ini kepada banyak orang lain. rasa canggung dan malunya dia tutupi dengan kebesaran hati untuk menerima semua kenyataan yang terjadi. Kebesaran ini yang selalu ia tularkan kepada istri tercintanya mengenai kekurangan buah hatinya Boyazid. Sangat memilukan melihat anak tercintanya tidak mendapatkan kesenangan seperti anak-anak pada umumnya.

Pada awal dulu penyakit Penuaan Dini ini berjalan, teman-teman kecil Boyazid merasa takut bermain dengannya, meskipun pada akhirnya mereka mengerti dengan sosialaisi bahwa penyakit ini tidak akan menular kepada kawan-kawannya. bahkan Boyazid juga sudah diterima dengan baik untuk masuk sekolah di usianya sekarang ini.

sumber

Share:

Anies Baswedan Ditunjuk Jadi Wakil Ketua Dewan Pengarah C40 Cities



Bersama Gubernur Tokyo,
Koike Yuriko
, Anies Baswedan mendapatkan amanah sebagai Wakil Ketua Dewan Pengarah
C40 Cities
.
"Kami berdua akan bekerja sama dengan Ketua Dewan Pengarah C40 Cities, Anne Hidalgo (Walikota Paris) dan para pemimpin kota C40 Cities lainnya dalam upaya pemulihan pasca pandemi COVID-19 dan menghadapi dampak perubahan iklim" papar Anies di akun Facebook miliknya.

C40 merupakan jaringan 97 kota besar dunia, merepresentasikan 700 juta penduduknya, dan kira-kira seperempat dari perekonomian dunia. Dengan kolaborasi dan inovasi, para pemimpin kota C40 berkomitmen untuk mewujudkan Perjanjian Paris dan menekan kenaikan temperatur global di bawah 1,5 derajat, melalui cara-cara ramah lingkungan dan berkeadilan.
Jakarta bangga menjadi bagian dari C40 dan berkomitmen untuk terus memperluas jangkauan C40 untuk bekerja sama dengan kota-kota lainnya, mendorong kebijakan aksi iklim yang sesuai Perjanjian Paris. Apalagi dalam beberapa bulan terakhir pandemi ini, kita melihat banyak peluang kolaborasi dengan anak muda, sektor swasta, pemerintah pusat maupun lembaga swadaya masyarakat.
Pemprov DKI Jakarta
sendiri telah mencanangkan beberapa Kegiatan Strategis Daerah terkait transportasi, pengurangan sampah dan pengelolaan lingkungan yang berkontribusi pada pengendalian dampak perubahan iklim.

artikel asli
Share: